My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 24



Bibi Asih atau bibi Nia sangat khawatir kepada Nia beberapa hari ini,ia merasa kalo sudah terjadi sesuatu kepada Nia,tanpa pikir panjang bi Asih pergi ke rumah Maya,mungkin saja Maya tahu alamat majikan tempat Nia bekerja.


Sesampai di rumah Maya,bi Asih di persilahkan masuk oleh Luna yang tak lain adalah ibu nya Maya.


"Loh mbak Asih tumben kesini,ayo masuk".


"Iya mbak Lun" ucap bi asih lalu tersenyum kepada Luna.


Di ruang tamu.


"Silahkan di minum mbak teh nya" Luna mempersilah kan bi Asih.


"Terimakasih mbak,maaf jadi ngerepotin" ucap bi Asih.


"Maya kemana ya mbak? dari tadi kok gak kelihatan?" tanya bi asih.


"Maya belum pulang mbak,mungkin sebentar lagi dia pulang" jawab Luna.


"Sebenarnya saya ada perlu sama Maya anak mbak Luna" ucap bi Asih.


"Kalo boleh tahu ada perlu apa ya mbak asih?" tanya Luna.


"Jadi gini mbak Lun,saya mau nanya alamat di mana Nia bekerja,soal nya kan Maya sahabat dekat nya Nia,nah mungkin saja Maya tahu" bi Asih menjelaskan.


"Ooh itu mbak Asih, kebetulan Maya sekarang bekerja di perusahaan milik majikan Nia,nanti mbak Asih tanya langsung saja ya ke Maya ya, mungkin sebentar lagi Maya akan pulang" ucap Luna.


"Loh,Maya sudah tidak bekerja di cafe lagi mbak?" tanya bi Asih.


"Iya mbak Asih,jadi gini cerita nya,Maya di pecat dari cafe tempat nya bekerja dulu,dan sekarang Maya bekerja di perusahaan milik majikan Nia,ini semua berkat Nia yang sudah membantu Maya mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik dari pekerjaan sebelum nya " ucap Luna lalu tersenyum.


"Oh syukurlah kalo Nia sudah membantu Maya,saya senang sekali mendengar nya" ucap bi Asih sembari tersenyum.


POV Maya.


Maya sudah berada di depan rumah nya,namun Maya melihat pintu nya terbuka lebar.


"Pintu nya terbuka,apa ada tamu ya,tapi siapa?" gumam Nia dalam hati.


Maya masuk ke rumah nya lalu melihat ada bibi nya Nia sedang mengobrol dengan ibu nya.


"Loh bibi ada disini" ucap Maya lalu mencium punggung tangan ibu nya dan juga bibi Nia.


"Duduk lah nak,ada yang ingin mbak asih tanya kan kepada mu" pinta Luna.


"Iya bu" balas Maya lalu duduk.


"Bibi mau nanya apa sama Maya?" tanya Maya.


"Jadi gini nak Maya,bibi ingin menanyakan alamat rumah majikan nya Nia,mungkin saja nak Maya tahu,saya sangat khawatir sama Nia nak Maya" ucap bi Asih dengan raut wajah sedih.


"Maya tidak tahu bi" balas Maya.


Bibi nya Nia merasa kecewa dengan jawaban Maya namun mau bagiamana lagi,bibi nya Nia tidak bisa apa apa sekarang.


Maya yang melihat ekspresi bibi nya Nia berubah pun merasa bersalah,lalu Maya berinisiatif ingin memberi tahu kalo Nia sekarang sedang di rawat di rumah sakit.


"Bi maafkan Maya karena tidak memberi tahu yang sebenar nya tentang keadaan Nia sekarang" ucap Maya menunduk dan merasa bersalah.


"Maksud nak Maya apa?" tanya bi Asih.


"Nia habis kecelakaan bi dan sekarang Nia sedang di rawat di rumah sakit" ucap Maya yang masih menunduk.


"Apa!? nak Maya kenapa kamu tidak bilang sama bibi" ucap bibi nya Nia dengan raut wajah kecewa.


Ibu nya Maya yang mendengar itu pun terkejut.


"Maaf kan Maya bi" ucap Maya merasa menyesal.


"Nak Maya sekarang Nia di rawat di rumah sakit mana,bibi mau kesana " ucap bibi nya Nia yang terlihat sangat cemas dengan keadaan Nia.


"Nia sekarang berada di rumah sakit Medika utama bi" jawab Maya.


"Tunggu mbak Asih,saya juga mau ikut,saya mau ambil tas dulu" ucap Luna.


"Maya juga ikut" ucap Maya.


"Yasudah kita kesana bareng bareng ya " ucap bibi nya Nia.


Lalu mereka ber tiga berangkat ke rumah sakit dengan naik taxi yang sudah di pesan oleh Maya.


*******


Di rumah sakit Nia hanya sendiri karena Jack sedang pergi mengurus sesuatu,tapi Jack sudah memerintah kan 3 anak buah nya untuk menjaga di depan pintu ruangan tempat Nia di rawat.


"Bosan sekali,rasa nya aku ingin segera pulang dan pergi dari sini" ucap Nia.


Dan tiba tiba ada dua pria masuk ke ruangan Nia dan langsung membius Nia hingga tak sadarkan diri.


Di sisi lain Jack sedang melajukan mobil nya menuju markas namun saat melewati sebuah taman Jack tidak sengaja melihat dua orang yang tidak asing bagi nya,Jack menepikan mobil nya lalu Jack berjalan ke arah mereka dan sembunyi di samping tanaman teh tehan yang sebagai pembatas taman tersebut,nah kebetulan mereka berdua tidak terlalu jauh dari tempat persembunyian Jack,jadi Jack bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Cindy kamu tidak bisa lari lagi dari ku,sekarang kamu ikut aku" Zein menarik tangan Cindy.


"Zein lepaskan,aku tidak mau ikut dengan mu" Cindy mencoba melepaskan cengkraman tangan Zein namun gagal karena cengkraman Zein sangatlah kuat.


"Aku tidak akan melepaskan mu dasar j*l*ng,karena ulah mu sekarang Jack membenciku" Zein semakin mencengkram tangan Cindy.


Cindy meringis kesakitan.


"Lalu apa mau mu?" tanya Cindy lalu menatap sinis kepada Zein.


"Aku mau kamu menjelaskan semua kejadian 4 tahun yang lalu dengan sejujur jujur nya kepada Jack.Kamu tahu? karena ulah mu itu membuat ku kehilangan orang yang sangat berarti bagiku" mata Zein berkaca kaca kala mengingat kebersamaan nya dulu bersama Jack.


"Hahaha Zein Zein memang itu yang aku mau,aku sengaja melakukan itu semua hanya karena ingin membuat Jack hancur. Sekarang aku sudah kembali dan akan membuat Jack hancur yang ke dua kali nya .Dan apa kamu tahu? orang yang sudah kamu tolong di supermarket waktu itu mungkin sekarang sedang sekarat di rumah sakit atau pun sudah mati" ucap Cindy menekan kata mati.


"Nia.." lirih Zein.


"Iya kamu benar" ucap Cindy dan tak sadar sudah mengeluarkan air mata nya.


"Plak".


Zein menampar Cindy dengan keras hingga meninggalkan bekas merah di pipi nya.


Jack yang mendengar semua kebenaran nya pun sangat murka dengan Cindy dan tanpa basa basi Jack langsung menghampiri cindy dan menampar nya, tamparan Jack lebih keras dari Zein dan itu membuat sudut bibir Cindy mengeluarkan darah.


"Jack" Cindy memegangi pipi nya yang terasa panas karena tamparan Jack.


"Jack sudah biar aku saja yang mengurus nya" ucap Zein,bukan nya Zein kasihan tapi karena Zein ingin menghabisi Cindy dengan tangan nya sendiri.


"Diam kamu!!" bentak Jack kepada Zein.


"Jack biar aku saja yang mengurus nya,kamu kembali saja ke rumah sakit, temani Nia" ucap Zein.


Belum sempat Jack membalas ucapan Zein tiba tiba ada telepon masuk dari Nia, tanpa menunggu lama Jack langsung mengangkat nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.