
Setibanya di markas,Jack langsung ke ruang tahanan.Di sana sudah ada Raka, Arion dan Frans.
"Tuan sudah datang" ucap Arion, refleks Raka dan Frans menoleh ke arah Jack.
"Lihat lah,bukan nya mereka adalah anak buah Lio?" sahut Jack sambil melihat lambang di baju mereka berdua secara bergantian.
"Tuan benar,dan ternyata selama ini Cindy masih hidup,Zein tidak benar benar membunuh nya" jawab Frans.
"Lebih parah nya lagi Cindy itu adalah Rena saat ini,,,,,tadi siang aku menanyakan tentang hal ini kepada Zein ketika kami bertiga sudah berhasil menemukan identitas asli Rena..Kata Zein saat itu dia sengaja tidak membunuh nya,karena Zein pikir Cindy tidak akan bertahan lama lagi.Mengingat Zein sudah menyiksa Cindy begitu sadis lalu membuang nya ke dalam jurang" sambung Frans.
"Aku sudah tahu" balas Jack lalu mengeluarkan pisau kecil dari sakunya.
"Tuan tahu sejak kapan?" tanya Frans keheranan.
"Aku tahu sejak kapan itu tidak penting,yang lebih penting sekarang adalah kalian tangkap wanita itu dan bunuh dia,kalian tahu sendiri bukan? aku tidak akan membunuh seorang wanita,tercekuali dalam keadaan mendesak" ucap Jack lalu berjalan mendekati kedua tahanan nya.
Jack terus berjalan mendekati sang tahanan lalu menampar salah satu dari mereka agar bangun.
"Bangun juga kalian" Jack senyum menyeringai dengan tatapan tajam.
"Lepaskan kami, tolong jangan bunuh kami" mohon nya,ia sudah tahu bagaimana nasib diri nya setelah ini, mengingat semua teman nya dulu habis di tangan Jack.
"Tidak semudah itu! kalian beruntung tidak di pasang alat berbahaya di dalam tubuh kalian,jika alat itu terpasang,mungkin saat itu juga kalian sudah mati...".
"Ya,kami memang beruntung saat itu,tapi sekarang kami yang tidak bisa lepas dari mu,lebih baik bunuh kami sekarang,jangan menyiksa kami terlalu lama" balas salah satu dari mereka lalu mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.
"Benar, lebih baik bunuh kami sekarang" sahut satu nya.
"Baru kali ini aku melihat orang ingin segera mati,tapi sebelum nya beritahu kami di mana boss kalian " sahut Frans.
"Boss sedang dalam perjalanan ke bandara menuju luar negeri" balas nya.
"Tuan,bagaimana? apa perlu kami susul dan membawa nya ke sini?" tanya Frans kepada Jack.
"Lakukan sekarang!" jawab Jack.
"Baik tuan".
"Ayo kita pergi " ajak Frans kepada Arion dan Raka lalu mereka pun pergi.
Setelah kepergian ketiga anak buah nya,Jack kembali fokus ke mereka berdua.
"Apa yang di rencanakan wanita itu kepada istriku? jawab!" bentak Jack.
"Kami di suruh melakukan hubungan intim lalu membunuh nya" jawab nya dengan jujur.
"Lalu,,apa saja yang sudah kalian lakukan kepada istri ku?" tanya Jack menyelidik.
"Kami belum....
Plak* satu tamparan di layangkan ke pipi pria yang berbicara tadi.
Plak* dua tamparan.
Jack terus menampar mereka berdua secara bergantian.
Bugh*
Sreeeth*
"Aaahkk...Bunuh kami,bunuh saja kami" teriak salah satu dari mereka.
Jack sedikit manjauh untuk mengambil golok.
Sreth* kreekk*.....
Jack memotong tangan mereka dengan brutal,semua amarah ia lampiaskan kepada mereka berdua tanpa ampun.
"Tangan ini yang sudah menyentuh istri ku" Jack melempar satu potongan tangan dengan jijik.
"Hanya kehilangan tangan sudah tidak sadarkan diri,dasar lemah!" ucap Jack.
Jack menancapkan pisau kecil nya tepat di atas dada mereka berkali kali secara bergantian.
Merasa tidak puas,ia membedah salah satu perut tahanan nya untuk melihat apakah hati nya sudah hancur terkena tusukan,jika masih belum hancur,Jack benisiatif untuk mengeluarkan nya lalu di jemur sampai kering untuk di jadikan pajangan.
"Sudah rusak ternyata" ucap Jack dengan bangga.
Sedangkan Jack langsung menuju ke ruangan nya untuk membersihkan noda darah yang menempel di pakaian milik nya.
Semua sudah selesai.Jack memutuskan untuk kembali ke Mansion...
______
Di mansion.
Jack langsung menuju ke kamar untuk beristirahat...
Baru saja Jack merebahkan tubuh nya,tiba tiba ia mendapat kabar kalau Cindy atau Rena sudah berhasil di tangkap dan akan di bawa ke markas sekarang.
"Ini adalah hasil dari perbuatan mu" batin Jack lalu tersenyum.
"Ekhem" Nia berdehem ketika melihat Jack senyum senyum sendiri.
"Sudah bangun? seharus nya jangan bangun" ucap Jack.
"Kamu mau aku mati?" tanya Nia.
"Tidak,ini sudah malam,seharus nya kamu tetap tidur" jawab Jack.
"Kamu habis dari mana malam malam begini?" tanya Nia yang memang tahu kalau Jack baru pulang.Saat Jack masuk sebenar nya Nia sudah bangun,namun ia memilih untuk berpura pura tidur.
"Habis memberi pelajaran untuk mereka yang sudah berani menyekap mu" Jack menjawab sambil melihat ke arah Nia.
"Jangan bilang kamu membunuh nya" Nia refleks langsung duduk.
"Kalau iya kenapa?".
Nia geleng geleng kepala lalu kembali merebahkan tubuh nya.
"Lalu bagaimana dengan Rena? apa dia ada sangkut paut nya dengan kejadian tadi?" tanya Nia.
"Memang,,,,Rena atau Cindy adalah boss dari mereka" jawab Jack.
"Cindy?" Nia bingung.
Jack menjelaskan semua nya kepada Nia.
"Jadi Cindy belum meninggal,dan Rena adalah Cindy" ucap Nia pelan namun masih bisa di dengar oleh Jack.
"Kamu benar,kemungkinan Cindy melakukan operasi pelastik untuk merubah wajah nya agar lebih leluasa balas dendam,tapi sayang nya dia kurang pintar" ucap Jack.
"Ooh iya, bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Jack.
"Aku merasa lebih baik" jawab Nia.
"Bagus lah.....Ini sudah malam,lebih baik kamu tidur" ucap Jack lalu memeluk Nia seperti biasa.
"Hmm,tapi kamu juga harus tidur" balas Nia.
"Tentu saja".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.