
Deg*
Pipi Nia memerah.
"Kenapa dengan pipimu?" tanya Jack.
"Ee-em tidak apa apa,hanya- hanya saja suhu disini panas" jawab Nia terbata bata.
"Tidak ada panas di sini" balas Jack,yang memang tidak merasa panas sama sekali.
"Ee-em itu,,,aku mau ke toilet sebentar" ucap Nia lalu beranjak dari ranjang dan pergi.
Lama Nia di dalam toilet,hampir satu jam ia berdiam diri di sana,semua nya ia lakukan hanya untuk menghindari sang suami.
"Dia sudah tidur belum ya?" gumam Nia lalu menggigit bibir bawah nya.
"Lebih baik aku keluar sekarang" gumam Nia lagi.
Ceklek*
"Huft" Nia bernafas lega ketika melihat Jack sudah memejamkan mata nya.
Nia berjalan dengan hati hati tanpa bersuara menuju ranjang 'setidak nya malam ini bisa lepas dari dia' pikir nya.
Namun dugaan Nia salah,ternyata Jack belum tidur.
"Belum tidur yaa? " Nia memperlihatkan deretan gigi putih nya.
"Seperti yang kamu lihat" jawab Jack.
Tap..
Tap..
Tap..
Nia berjalan semakin dekat ke arah ranjang,lalu duduk berdampingan dengan Jack.
Hening.Mereka saling diam tidak ada yang membuka bicara,hingga beberapa menit kemudian membuat Nia menjadi bosan dan berinisiatif menanyakan hal yang sudah seharusnya ia tanyakan sejak dulu
Nia ingin membuka suara namun tidak bisa,ia gugup untuk menanyakan hal ini....
Nia takut mendapat jawaban menyakitkan dari mulut suami nya.
Bohong memang kalau saat ini Nia tidak memiliki rasa kepada Jack....Secara kan sudah lama mereka tinggal dan tidur bersama, apalagi setiap Nia berada di sisi Jack ia selalu merasa aman dan nyaman, meskipun terkadang Nia sedikit risih dengan sikap dingin Jack.
Jack menarik tangan Nia lalu di genggam nya dengan erat.
"Jika masih belum siap,aku tidak akan memaksa" ucap Jack ketika melihat Nia ragu ragu sedari tadi.
"Aku hanya bingung saja,di satu sisi kamu adalah suami ku,,,di sisi lain juga,aku masih ragu harus memberikan nya kepada orang yang sama sekali tidak mencintai ku , meskipun aku tahu ini adalah salah satu kewajiban seorang isteri... " balas Nia menunduk.
Jack menarik nafas nya dalam dalam sebelum berkata.
"Saat dulu aku memutuskan menikah dengan mu,sebenar nya saat itu juga aku sudah memiliki rasa kepada mu,namun aku masih belum menyadari sepenuhnya..Yaa,meskipun dulu aku masih sangat ragu mengatakan kalau aku mencintai mu,tapi seiring berjalan nya waktu,dan kita semakin dekat,aku menjadi yakin kalau aku sudah benar benar mencintai mu.,aku tahu sikap dingin ku selama ini membuat mu tidak nyaman,tapi percayalah di balik semua itu aku sangat takut kehilanganmu".
Setelah mengatakan isi hati nya,Jack bertanya kepada Nia."Lalu,bagaimana dengan mu?".
"Aku juga sama seperti mu" jawab Nia.
"Katakan lebih jelas lagi" ucap Jack.
"Aku juga mencintaimu" ucap Nia menunduk.
Mendengar jawaban dari Nia membuat Jack tersenyum dan lega.
"Sekarang,apa masih ragu?" tanya Jack.
Nia membalas dengan gelengan lalu tersenyum.
Cup...
Jack mengecup bibir Nia sekilas lalu tersenyum.
Merasa tidak ada penolakan,ia mengulangi nya dan mulai mel*mat.
Gerakan bibir Nia masih kaku,maklum saja ini adalah pertama kali bagi nya.
Selesai bermain bibir,Jack membisikan sesuatu dan mendapat balasan anggukan.
Dengan penuh semangat Jack kembali mel*mat bibir Nia lalu menggiring nya untuk berbaring di atas ranjang.
Saat ini posisi Nia berada di bawah tubuh Jack.
Jack terus mel*mat bibir Nia ,tangan nya mulai menjelajah ke bawah menyusuri seluruh tubuh dari bagian leher hingga ke bagian paling sensitif.
Jack melepas pangutan di bibir,lalu tangan nya beralih membuka pakaian milik Nia hingga saat ini tubuh Nia polos tanpa sehelai benang pun.
"Jangan hanya diam saja,bantu aku melepaskan ini" ucap Jack agar Nia mau melepaskan pakaian yang ia kenakan.
Sedangkan Nia berusaha menahan malu,pipi nya kembali merona lalu sedetik kemudian ia mulai melakukan nya.
Beberapa menit kemudian! mereka sudah tidak memakai sehelai benang pun,beberapa kali Nia menutup mata dengan tangan nya agar tidak melihat kepemilikan sang suami,namun gagal karena Jack selalu berhasil menyingkirkan tangan nya.
"Jangan di tutup seperti itu,semua ini adalah milik mu,kamu berhak melihat nya" ucap Jack.
"Em ii-iya" balas Nia malu malu.
Jack mendekatkam wajah nya ke bagian leher lalu..
Cup..
Jack mengecup lalu menghisap leher Nia, sedangkan tangan nya mulai meremas bagian pa*yu*ara.
Aaahh,
Aahh...
Desahan lolos begitu saja.
"Boleh aku melakukan nya sekarang?" tanya Jack.
Nia menjawab dengan anggukan kepala.
"Tapi aku takut" ucap Nia.
"Ini tidak akan sakit, percayalah padaku" balas Jack.
Sekali lagi Nia menganggukkan kepalanya.
Jack membuka paha Nia lebar lebar dan perlahan mulai memasukan kepemilikan nya...
"Aaahh,Jack sakiitt" Nia menjerit kesakitan,sedangkan Jack terus melanjutkan aksi nya dan mulai melakukan gerakan dengan pelan.
"Tahan sayang" ucap Jack lalu mengecup kening Nia sekilas.
Semakin lama mereka menyatu membuat Nia mulai menikmati nya dan melupakan rasa sakit yang ia rasakan di bagian awal.
Aahhh..
Sekarang di dalam ruangan penuh dengan suara erangan yang Nia keluarkan,membuat Jack semakin bersemangat dan mulai mempercepat ritme gerakan.
Hingga tiba waktu pelepasan mereka.
Jack ambruk di samping Nia.
Cup.
"Terimakasih sayang" ucap Jack.
Nia hanya membalas dengan senyuman.
Mereka istirahat sejenak lalu melakukan nya lagi hingga berulang ulang.
Setelah di rasa puas bermain,Jack menggendong Nia dan membawa nya ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama.
Satu jam mereka di dalam kamar mandi,entah apa yang mereka lakukan author juga tidak tahu.
Jack keluar dari kamar mandi dengan posisi masih sama yaitu mengendong Nia menuju ranjang.
"Masih sakit?" tanya Jack.
Nia membalas dengan gelengan, meskipun sebenar nya ia merasakan perih di **** ********** nya.
Jack berjalan menuju lemari lalu mengambil pakaian untuk diri nya dan sang isteri.
Nia melihat ada noda darah di kasur,lalu tersenyum.
"Pakai ini, sebentar lagi kita akan turun untuk makan malam".
"Setidak nya bisa menutupi bagian bawah leher ku" batin Nia lalu mengambil dan memakai nya.
_____
Sesampai di tempat makan.
Nia pikir tadi akan turun ke lantai paling bawah, ternyata tidak,jarak dari sini ke lantai tempat ia bergulat tadi hanya seilisih 2 lantai,ia tetap bisa melihat keindahan Dubai dari sini.
"Jack,dari tadi aku tidak melihat Frans sama sekali,dia kemana?" tanya Nia.
"Jangan tanyakan sesuatu yang tidak penting,lebih baik kamu makan dan setelah ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat".
"Hm,baiklah" balas Nia.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.