
"Buset,mereka banyak sekali Rak" ucap Arion.
"Jumlah kita lebih banyak dari pada mereka Ar,kita pasti menang" ucap Raka.
Arion dan Raka berdiri di barisan paling depan,anak buah lain tinggal menunggu aba aba dari mereka berdua.
Pihak lawan menyerang duluan dan tidak bisa di tunda lagi.Lapangan luas di belakang markas menjadi medan perang saat ini.
Arion dan Raka hampir kuwalahan menghindari beberapa lawan yang mengunakan senjata tajam menyerang diri nya.
*******
"Aku lihat sedari tadi kamu diam saja,ada apa?" Nia meminum teh sambil melihat pemandangan luar dari kamar.
"Anak buah Lio yang dari Meksiko menyerang markas......Aku memiliki firasat buruk tentang Arion dan Raka, bagaimana pun mereka sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri" Jack memasukan tangan ke dalam saku lalu berdiri.
"Apa lebih baik kita pulang saja ya" ucap Nia.
"Tidak sayang,kita baru saja datang ke sini" balas Jack.
********
Arion mengusap darah yang keluar dari sudut bibir nya.
"Kalian!" pekik Arion penuh amarah.
Sedangkan Raka sudah berhasil melumpuhkan pihak lawan dengan jumlah yang cukup banyak.
Dorr..
Dorr..
Sudah beberapa kali Raka ganti senjata,ia merasa tidak akan menang melawan mereka jika hanya menggunakan tangan kosong,sedangkan mereka banyak yang membawa senjata tajam.
Pihak Raka dan Arion banyak yang terluka,bahkan tidak sedikit yang meninggal.
*******
"Ekhem, dari tadi senyum terus,ada apa nih" ucap Kevin.
"Iya,dari tadi senyum senyum sendiri,,,jangan jangan lagi mikirian pacar ya?" sahut Lusi.
"Pacar dari mana? calon saja belum punya" balas Maya lalu kembali membayangkan wajah Arion lagi.
"Ish,sadar Maya sadar" batin Maya.
*********
Pihak Raka dan Arion berhasil melumpuhkan mereka semua.
Jarak antara Raka dan Arion terpisah beberapa meter.
Arion berlari ke arah Raka dengan keringat bercucuran.
Dua orang sniper dari jarak jauh sudah memantau pergerakan Raka dan Arion,mereka sudah siap untuk menembak.
"Sekarang!" ucap nya.
**Dorr...
Dorr**...
Raka tertembak di bagian perut,sedangkan Arion berhasil terhindar karena sedang berlari ke arah Raka.
"Raka.." Teriak Arion sangat panik.
"Rak,bertahan..".
Perlahan mata Raka mulai menutup.
"Raka bangun Rak...." Arion menangis lalu melihat ke sembarang arah untuk mencari sang pelaku.
Dua orang sniper lari untuk melindungi diri,bagaimana pun mereka akan ketahuan jika terus berada di sana.
Justru dengan mereka lari, membuat Arion dan anak buah lain melihat nya.
Beberapa anak buah berlari untuk mengejar.
"Kalian,bantu aku membawa nya!" perintah Arion kepada anak buah yang masih tersisah.
*******
"Apa?! sekarang Raka di mana?" Frans terkejut mendengar kabar dari salah satu anak buah .
"Sekarang tuan Raka di bawah ke rumah sakit sama tuan Arion sejak 3 jam yang lalu tuan" jawab nya.
"Kenapa baru memberitahu ku sekarang hah".
"Sekarang begini,jangan beritahu kabar ini kepada tuan,biar aku sendiri yang memberitahu nya nanti" ucap Frans lalu memutus panggilan.
Frans menjadi bingung dan langsung bergegas kembali ke hotel.
Sedangkan di sisi lain.
"Masih mikirin mereka?" tanya Nia.
"Iya sayang,aku merasa sedang terjadi sesuatu dengan mereka" jawab Jack lalu menghela nafas.
Nia merebahkan tubuh nya di samping Jack.
"Kita tunggu saja kabar dari mereka,,aku yakin mereka akan baik baik saja" Nia mencoba menenangkan suami nya.
"Aku berharap seperti itu" balas Jack.
Tok..tok..
Nia pergi untuk membuka pintu melihat siapa yang datang.
Ceklek.
"Maaf nyonya,tuan di mana?".
"Ada di dalam Frans,ayo masuk" ajak Nia.
Nia menutup pintu setelah Frans masuk.
"Maaf tuan,aku punya berita baik dan buruk untuk anda" ucap Frans.
"Katakan yang baik dulu" balas Jack.
"Berita baik nya, pihak kita menang melawan mereka" ucap Frans.
Jack menaikan satu alis,tanda agar Frans melanjutkan ucapan nya.
"Berita buruk nya Raka tertembak" Frans mengatakan dengan ragu ragu.
Jack langsung berdiri di hadapan Frans lalu menatap tajam ke arah nya.
"Bagaimana keadaan dia?" tanya Jack.
Nia memegang lengan Jack agar sedikit lebih tenang.
"Sekarang Raka berada di rumah sakit tuan" jawab Frans.
"Hubungi Arion,tanyakan bagaimana keadaan Raka sekarang!" perintah Jack.
"Baik tuan".
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.