My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 80



Nia masih terngiang ngiang dengan apa yang di lihat tadi,ia masih belum sepenuh nya menuduh Rena sebagai pelaku,karena bisa jadi kucing itu sudah terkena racun sebelum nya.


"Apa aku ceritain saja ya sama Jack" batin Nia sambil terus berjalan menyusuri koridor menuju ruangan Jack berada.


Tok..Tok....


Ceklek*


Pintu terbuka,namun tidak ada siapa siapa di ruangan itu.


"Kemana dia?" sambil terus berjalan masuk ke dalam ruangan.


Nia membuka ponsel ,ingin menanyakan keberadaan suami nya saat ini.


"Kalau tahu begini aku tidak akan datang ke sini" Nia bergumam sendiri setelah melihat pesan dari Jack yang mengabarkan kalau diri nya tidak bisa makan siang di kantor.


Pesan itu di kirim kan dua jam yang lalu, dan sial nya Nia baru saja membuka ponsel.


Baru saja Nia ingin membuka pintu untuk keluar,tiba tiba pria yang sangat ia kenali masuk dan berjalan melewati diri nya.


"Ngapain berdiri di sana,cepat ke sini,aku sudah lapar" ucap Jack.


"Baiklah,tapi bukan nya kamu bilang...


"Aku tahu kamu akan datang ke sini,jadi aku memilih makan siang disini bersama mu,dari pada sama mereka" Jack memotong ucapan Nia.


"Kamu belum makan kan?" tanya Jack.


"Belum" Nia menjawab dengan kepala menunduk.


"Ya sudah,kita makan ini bersama,lagian ini sangat banyak" ucap Jack.


Mereka makan bersama hanya dengan satu wadah,walau kadang sesekali mereka mengambil satu lauk secara bersamaan.


_____________


Arion,Raka dan Frans tidak sengaja salipan dengan Rena.


"Aku tahu itu mobil siapa" Frans yang kebetulan bagian mengemudi langsung mengikuti mobil Rena.


"Apa dia adalah orang yang kita cari?" tanya Arion.


"Betul,tapi aku masih tidak percaya dengan kata tuan tentang dia" jawab Frans..


"Kita lihat saja nanti Frans,kalau aku sih lebih percaya dengan tuan,karena dari dulu tebakan tuan tidak pernah salah" balas Arion.


"Iya kan Rak?" Arion bertanya ke Raka.


"Hmm" Raka hanya berdehem.


"Bagaimana dengan kamu sendiri? seperti nya kamu juga sudah jatuh cinta" tanya Frans kepada Arion.


"Jatuh cinta? sama siapa?" mata Arion melotot.


"Si Maya" Frans menjawab dengan nada meledek.


"Hii,gila ya kamu,mana mungkin" ucap Arion bergidik ngeri.


"Kalian terlalu sibuk dengan hal yang tidak penting sehingga wanita itu lepas dari kejaran kita" ucap Raka sinis.


Sedangkan di sisi lain,Nia sudah menceritakan kejadian kucing mati di rumah nya.


"Itu pasti ulah dia" ucap Jack.


"Jangan berburuk sangka dulu, kita tidak ada bukti" ucap Nia.


"Terus siapa lagi kalau bukan dia,dulu saja aku hampir mati gara gara dia" ucap Jack.


"Hampir mati? dia melakukan apa kepada mu?" tanya Nia.


Jack menceritakan ketika diri nya sakit waktu itu.


"Kamu tahu dari mana kalau dia pelaku nya?" tanya Nia.


"Kamu seperti tidak tahu saja siapa suami mu ini" jawab Jack.


_____


"Mungkin sedang bersama tuan" balas Lusi.


"Tumben kamu tidak cemburu" ucap Maya.


"Buat apa cemburu,aku sudah sadar diri sekarang" ucap Lusi.


"Bagus dong kalau sudah sadar diri" ucap Maya.


"Noh lihat,dia sudah datang" ucap Kevin.


"Hai kalian" sapa Nia.


"Datang juga ternyata" ucap Lusi.


Mereka mengobrol, kini Lusi sudah akrab dengan mereka,yang dulu nya jarang berbicara sekarang sudah banyak bicara.


Tidak terasa waktu makan siang mereka sudah selesai,Maya Lusi dan Kevin kembali ke ruangan kerja mereka masing masing.Nia juga kembali ke ruangan suami nya.


"Hari ini kamu jangan latihan" ucap Jack.


"Baiklah" balas Nia pasrah.


Malam hari telah tiba,Jack dan Nia mamasuki hotel tempat di adakan nya pesta.


Mereka berdua di sambut hangat oleh pemilik pesta.


Nia melihat lihat para tamu yang hadir untuk mencari keberadaan kak Eva dan Elvano.


"Aku ke sana ya" Nia melihat ke arah kursi lalu berjalan ke sana untuk duduk.


Sedangkan Jack sedang asik berbincang dengan para pengusaha lain nya.


"Mungkin mereka tidak datang" gumam Nia.


Dari arah berlawanan seorang wanita mendekat ke arah Nia untuk memberikan minuman.


Karena Nia juga haus,ia langsung minum.


Tidak selang berapa lama mata Nia menangkap sosok yang ia cari sedari tadi sedang berjalan menghampiri diri nya.


"Kemana suami mu?" tanya Elvano.


"Itu di sana kak" jawab Nia menunjuk Jack yang tidak jauh dari diri nya.


"Suami macam apa dia,meninggalkan istri nya sendiri di sini" ucap Elvano.


Tiba tiba Nia merasa gerah,lalu izin pergi ke toilet sebentar.


Sepanjang perjalanan menuju toilet seluruh badan Nia semakin memanas.


Tangan Nia mengipas ngipas.


Brukkk* Nia terjatuh,samar samar dia mendengar langkah kaki seseorang mendekat,beberapa detik kemudian Nia tidak sadarkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.