My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 44



"Nia,kita pulang besok pagi,ada urusan yang harus aku selesai kan di sana,aku harap kamu mengerti" ucap Jack.


Nia tersenyum.


"Aku mengerti tuan, disini sehari saja sudah membuat ku senang,aku sangat berterima kasih kepada tuan yang mau mengajak ku kesini" balas Nia lagi lagi dengan tersenyum.


"Bagus kalau kamu ngerti,sekarang siap siap lah kita akan makan siang,bukan nya kamu lapar?" ucap Jack dengan menatap Nia.


"Iya tuan" Nia memanglingkan wajah nya ke samping.


"Sopan lah saat sedang berbicara, tatap lawan bicara mu" ucap Jack yang masih menatap Nia.


"Maafkan saya tuan" ucap Nia.


"Jangan di ulangi lagi,aku tidak suka sikap mu yang sperti tadi" ucap Jack lalu di balas anggukan oleh Nia.


"Siap siap lah,aku akan menunggumu di depan.Pakai jaket! di luar udara nya dingin!" timpal Jack lalu pergi dari kamar Nia.


Nia memandangi kepergian Jack.


"Jika tuan menatap orang seperti tadi,aku pastikan mereka akan melakukan hal yang sama sperti ku" ucap Nia yang masih memandangi kepergian Jack.


Nia berjalan ke arah pintu lalu mengunci nya.


"Tuan tadi nyuruh aku pakai jaket,berarti di koper itu ada jaket nya " ucap Nia lalu membuka koper dan mencari jaket di dalam nya.


"Baju nya banyak sekali,ini semua pasti mahal,satu baju ini kalau buat beli baju di pasar sudah dapat berpuluh puluh pasang".


"Mana sih jaket nya" Nia masih mencari jaket di dalam koper.


"Nah ini dia" ucap Nia saat menemukan jaket yang di cari nya,lalu menutup koper kembali.


Nia langsung memakai jaket itu di depan cermin.


"Cocok" Nia tersenyum.


Kryuukk*


Tiba tiba perut Nia berbunyi.


"Sudah cukup disini saja bunyi nya,jangan saat bersama tuan nanti" ucap Nia dengan memegang perut nya.


Di sisi lain.


"Ck,lama sekali" ucap Jack yang masih menungggu Nia di depan villa.


"Sabar tuan, sebentar lagi nona akan datang" sahut Frans.


"Itu nona" Frans melihat ke arah Nia,sedangkan Jack masih menatap lurus ke depan.


"Maaf lama" ucap Nia dengan nada sedikit gugup.


"Tidak apa apa nona" balas Frans.


Mereka berjalan beriringan menuju resto yang paling dekat dengan villa disana.Karena jarak nya dekat mereka tidak membawa mobil.


Sesampai di resto.


Banyak pasang mata yang melihat ke arah Jack dan Nia dengan kagum.


Tak sedikit yang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.


Dan banyak juga yang mengira kalau mereka adalah orang luar negri yang liburan ke bali.


Nia yang di tatap seperti itu merasa risih dan malu.


"Anggap mereka tidak ada" ucap Jack kepada Nia.


Mereka terus berjalan mencari kursi yang kosong,karena dari tadi semua yang mereka lewati sudah berisi.


Hingga mereka menemukan empat kursi yang kosong.


"Kita disini saja" ucap Jack.


Baru saja mereka duduk,sudah di datangi oleh wanita yang memakai pakaian kurang bahan,hingga memperlihatkan belahan dada nya.


"Boleh duduk di sini?" tanya nya.


"Soal nya semua kursi sudah penuh,hanya ada satu kursi yang kosong yaitu di sini" timpal wanita itu.


"Boleh" ucap Nia.


"Sebelum nya perkenal kan dulu,nama ku Anggun" wanita itu memperkenalkan diri nya.


"Saya Nia" balas Nia.


Sedangkan Jack dan Frans tidak membalas nya sama sekali.


Anggun duduk dengan menyondong kan badan nya hingga membuat buah dada seakan akan ingin tumpah.


Jack dan Frans menatap Anggun dengan jijik,sedangkan Nia merasa sangat risih dengan hal itu.


"Nama mu bagus" ucap Jack.


"Terimakasih atas pujian nya" balas Anggun dengan nada yang di buat buat.


"Ternyata kau hanya dingin pas awal nya saja" batin Anggun lalu tersenyum miring.


"Ya,namamu memang bagus,tapi tidak dengan kelakuan mu" ucap Jack dengan muka datar nya.


"Maksud nya apa ya?" tanya Anggun dengan nada sedikit marah.


"Nona,sebaik nya anda segera pergi dari sini" usir Frans.


"Tidak di suruh pergi pun, aku akan pergi dari sini" ucap Anggun dengan nada kesal lalu pergi meninggalkan Resto itu.


Nia melihat kepergian Anggun,lalu beralih menatap Jack.


"Jangan di pikirkan" ucap Jack saat melihat ekspresi Nia.


"I iya tuan" balas Nia dengan gugup.


Satu menit setelah itu,satu pelayan datang membawakan buku menu.


Mereka memesan berbagai jenis makanan laut.


Beberapa menit mereka menunggu,akhir nya pesanan pun datang.


Nia memakan dengan lahap tanpa memperdulikan Jack dan Frans yang melihat nya sedari tadi.


Jack geleng geleng kepala,ia tak habis pikir dengan Nia,badan nya kecil tapi makan nya banyak.


Setelah selesai mengisi perut nya, mereka pergi jalan jalan di sekitar pantai.


Nia gerah, karena cuaca nya tiba tiba panas,padahal tadi cuaca mendung dan hawa nya sangat dingin.


"Jika panas,lepas saja jaket mu" ucap Jack kepada Nia.


"Dia terlalu peka" batin Nia.


Nia sudah tidak tahan lagi dengan jaket nya.Lalu melepas nya.



((Jika di foto mungkin seperti ini)


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.