
Ke esokan hari nya.
"Hueekk....Huekk...".
"Sayang,kamu baik baik saja kan?" tanya Jack dari balik pintu luar kamar mandi.
"Aku baik baik saja" teriak Nia dari dalam.
Ceklek...
"Sayang,wajah mu pucat sekali" Jack memegang kedua pipi Nia.
"Aku baik baik saja kok,hanya masuk angin" Nia menyingkir kan tangan Jack.
"Ayo turun,aku sudah lapar" Nia mengajak suami nya turun untuk sarapan.
"Ya sudah,ayo kita turun" balas Jack.
Di meja makan..
"Sayang....Jangan makan yang terlalu pedas,tidak baik untuk kesehatan" Jack mencegah Nia agar tidak terlalu banyak mengambil sambal.
"Ini tidak pedas sayang,kamu coba deh".
"Aaaaa....".
Jack memakan nya lalu diam sejenak merasakan makanan yang Nia beri tadi.
"Jangan di makan! " Jack merebut piring istrinya.
"Eeh....
Jack menatap tajam ke arah Nia .
Nia tidak mau kalah,ia menatap lebih tajam ke arah Jack juga.
Jack mengembalikan piring Nia lalu lanjut sarapan.
_____
"Sayang, kok belum berangkat?" Nia baru saja kembali dari dapur,lalu melihat suami nya sedang duduk santai di sofa ruang tamu.
"Sini" Jack menepuk sofa di sisi nya,meminta Nia agar duduk.
"Aku sengaja libur hari ini,kamu harus periksa ke dokter,aku akan mengantar mu nanti" ucap Jack.
"Ke dokter?".
Nia kebingungan.
"Aku baik baik saja kok,tidak ada yang perlu di periksa" Nia meraba diri nya sendiri.
"No sayang,,,kamu harus periksa,wajah mu sangat pucat" Jack menempel kan tangan di kening Nia.
"Aku hanya masuk angin sayang, nanti juga sembuh kok" balas Nia.
"Ya sudah" Jack langsung pergi begitu saja.
Nia mengikuti suami nya sampai di kamar.
Hening....
"Kamu marah ya?".
"Tidak".
Kembali hening..
"Hueekk....".
Nia berlari ke kamar mandi.
"Hueek..Hueek..".
Jack menjadi tidak tega,ia langsung menyusul Nia ke kamar mandi lalu memijat tengkuk leher Nia.
Keadaan Nia mulai membaik,ia sudah berhenti mual atau muntah.
Jack menuntun Nia menuju ranjang .
"Eh,kamu mau menelpon siapa?" tanya Nia.
"Dokter" Jack memjawab tanpa menoleh ke arah Nia.
"Tidak,tidak perlu" ucap Nia.
Namun Jack tidak menanggapi Nia sama sekali.
"Sayang!" Nia merebut ponsel Jack lalu mematikan sambungan telepon.
"Kamu harus di periksa sayang,aku takut kamu memiliki penyakit mematikan" ucap Jack tanpa dosa.
"Tidak mungkin,kemarin aku berendam terlalu lama,jadi sekarang masuk angin" balas Nia.
"Oke,baiklah" Jack merasa istri nya sekarang lebih sensitif,jadi lebih baik mengalah dari pada harus debat.
Beberapa menit kemudian.
"Ehm,aku boleh tanya sesuatu?" tanya Nia.
"Tentu saja".
"Kemarin aku melihat dua pria di perusahan sedang berjalan bersama mu dan Frans, mereka ngapain?" Nia bertanya sedikit ragu ragu.
"Ooh, mereka pemilik perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan ku" jawab Jack..
" Oooh.." Nia manggut-manggut.
"Kenapa,kamu kenal?" Jack bertanya balik.
"Ehm,iya aku kenal dengan mereka,dulu adalah kakak kelas ku" jawab Nia,ia merasa tidak ada yang perlu di tutup-tutupi lagi.
"Lalu".
"Dulu kami adalah teman dekat" ucap Nia.
"Terus".
"Hanya itu saja" ucap Nia.
"Yakin hanya itu saja" Jack mengambil ponsel nya.
"Kenapa seoalah olah kamu tidak mempercayai ku?" tanya Nia.
"Lalu ini apa" Jack menunjukan foto saat Agam menarik tangan Nia di restoran dekat kantor.
"Ooh itu....Dia hanya memastikan aku masih marah atau tidak,karena dulu...
"Karena dulu...
Jack menunggu lanjutan ucapan Nia.
"Dulu dia pernah mencium pipiku di depan umum...Pada saat itu aku marah besar lalu menjauhi nya,lalu seminggu kemudian aku dapat kabar dari Maya kalau dia sudah berangkat ke luar negeri".
"Jangan marah,jangan marah" batin Nia.
"Oooh,ku kira tadi apa" balas Jack dengan santai.
"Kamu tidak marah?" Nia terheran.
"Tentu saja" Jack tersenyum.
"Syukurlah dia tidak marah" Nia bernafas lega.
"Kamu harus istirahat,biar cepat sembuh" Jack mengusap lembut rambut Nia.
"Baiklah" Nia membaringkan tubuh nya.
"Kamu mau kemana?" Nia bertanya saat Jack berdiri,lalu berjalan ke arah pintu keluar.
"Ke ruang kerja sebentar,nanti aku kembali lagi ke sini" Jack membuka pintu lalu menutup pintu kembali.
Di ruang kerja.
"Iya tuan,ada yang bisa aku bantu?" tanya Frans lewat telepon.
"Cari tahu semua identitas pemilik perusahaan Garren Lim secara detail,aku mau secepat nya!" perintah Jack lalu mematikan telepon.
Jack menaruh ponsel nya lalu tersenyum miring.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like,komen dan vote♥️🌹.