
Di markas,Jack dan Raka sudah ada di dalam ruang tahanan,Jack menatap tajam ke arah tahanan nya.
"Siapa kamu? lepaskan aku" Sedi memberontak.
"Apa kamu bilang, lepaskan?" Jack menatap tajam ke arah Sedi,karena mendapat tatapan tajam dari Jack Sedi mulai ketakutan.
"Lepaskan aku,atau aku akan menghabisi mu!" gertak Sedi.
"Silahkan kalau kamu bisa" ucap Jack dengan nada meremehkan.
"Jangan jadi pengecut,kau hanya berani dengan aku yang sedang terikat" ucap Sedi lalu tersenyum miring kepada Jack.
"Raka kamu lepaskan ikatan nya" suruh Jack.
Raka berbisik kepada Sedi sebelum melepaskan ikatan nya.
"Mungkin setelah ini kamu akan patah tulang" bisik Raka tepat di dekat telinga Sedi.
Setelah ikatan nya di lepas, Sedi berdiri dengan gaya angkuh nya,Pria berbadan besar itu memperlihatkan otot otot nya yang besar lalu langsung menyerang Jack.
Beberapa pukulan berhasil di tangkis oleh Jack,hingga satu pukulan hampir saja mengenai wajah Jack, Jack sudah di penuhi amarah saat ini,lalu Jack menyerang Pria itu dengan membabi buta,Jack melintir tangan Sedi hingga patah, mendendang perut Sedi dengan keras hingga mulut nya mengeluarkan darah,dan akhir nya pertaruangan di menang kan oleh Jack,sedangkan kondisi Sedi sangat memprihatikan,wajah yang babak belur di tambah darah yang keluar dari mulut nya.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk menyiksamu" Jack menyudahi pukulan nya saat dia melihat Sedi sudah tidak berdaya.
"Siapa kau sebenar nya?" tanya Sedi dengan nada lemah.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku" jawab Jack.
"Katakan apa mau mu" seru Sedi.
"Aku hanya mau kamu menjawab satu pertanyaan dari ku,jika kamu menjawab dengan jujur aku akan melepaskan mu" ucap Jack.
"Katakan apa pertanyaan mu" ucap Sedi.
"Siapa orang yang menyuruh mu?" tanya Jack.
"Aku tidak tahu apa maksudmu" pria itu pura pura tidak tahu.
"Jangan pura pura tidak tahu,katakan siapa yang menyuruh mu menabrak seorang wanita di jalan xx " ucap Jack dengan penuh amarah.
"Aku tidak akan pernah memberitahu mu,meskipun kamu memaksa ku" ucap Sedi.
"Apa kamu yakin?" Jack mengeluarkan pistol nya dari saku lalu mengarahkan ke kepala Sedi.
Sedi ketakutan dia sadar bahwa orang yang di depan nya saat ini bukan lah orang biasa.
"Siapa kamu sebenar nya?,mengapa kamu memeiliki senjata itu,apa kamu seorang polisi?" tanya Sedi sedikit bergetar karena takut isi dari benda itu akan bersarang di otak nya.
"Aku bahkan lebih dari seorang polisi" jawab Jack dan semakin menempelkan pistol nya di dahi Sedi,Sedi semakin takut ia tahu bahwa Jack sedang tidak bermain main.
"Baiklah aku akan memberitahu mu,Cindy yang menyuruh ku" jawab Sedi.
"Bruukkk" Jack menendang Sedi hingga terpental jauh,kini Jack semakin marah saat tahu bahwa mantan tunangan nya lah dalang dari kecelakaan Nia.
Namun Jack tidak akan langsung menangkap Cindy saat ini,karena mengingat kondisi Nia saat ini sedang terbaring lemah di rumah sakit,Jack tidak ingin meninggal kan Nia terlalu lama hanya karena dia akan mencari Cindy.
"Raka kamu urus pria sialan ini,aku akan pergi ke rumah sakit" ucap Jack.
"Aku akan mengurus nya" jawab Raka.
Setelah mendapat jawaban dari Raka,Jack langsung pergi dari markas menuju rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit Jack langsung masuk ke ruangan Nia,Jack menatap Nia sendu berharap Nia segera bangun.
Sedangkan Arion dan Frans merasa prihatin melihat kondisi tuan nya yang bisa di bilang buruk.
"Tuan sebaik nya makan dulu biar wanita ini kami yang jaga" ucap Arion.
"Dia punya nama Arion,nama nya Nia" Jack merasa tidak suka jika Nia di panggil dengan sebutan wanita ini oleh Arion.
"Iya tuan biar kami yang menjaga Nia,tuan makan lah" ucap Arion.
"Jangan panggil nama nya" ucap Jack.
Arion menghela nafas nya kasar.
"Sebenar nya apa mau tuan,panggil wanita ini salah,panggil nama nya juga salah" gumam Arion dalam hati.
"Saya harus memanggil nya dengan sebutan apa tuan?" Arion bertanya.
"Nona muda" jawab Jack tegas.
Arion dan Frans saling pandang.
"Tuan makan lah biar nona muda kami yang menjaga nya" ucap Arion.
"Tidak!,kalo kalian ingin makan,ya makan lah aku tidak mau" bantah Jack.
"ya sudah tuan kami pergi dulu" pamit Arion lalu Arion dan Frans keluar dari ruangan tempat Nia di rawat.
Jack duduk di sebelah Nia sambil memegang tangan Nia.
"Nia kenapa kamu terlihat marah saat ada wanita lain mencium ku?apa kamu cemburu?" lirih Jack.
"Itu semua tidak seperti apa yang kamu pikir kan Nia,aku mohon bangun lah" lirih Jack lagi.
Jack tidak sadar kalau ada sepasang mata sedang memperhatikan diri nya.
Pria itu juga menatap Nia sedih.
"Nia seandainya aku yang berada di sisimu saat ini" ucap Zein.
Zein ingin masuk tapi niat nya di urung kan karena mengingat kalo hubungan diri nya dengan Jack sedang tidak baik dan ayah nya juga sedang menunggu di mobil.
Zein di rumah sakit untuk menjemput ayah nya yang 2 hari ini di rawat di rumah sakit karena penyakit jantung nya kambuh.
Kembali ke Jack.
"Siapa tadi yang memperhatikan ku,aku tidak melihat wajah nya dengan jelas" gumam Jack dalam hati.
Jack tahu kalo ada orang yang memperhatikan diri nya dan Nia,tapi Jack diam,dia ingin tahu apa yang akan di lakukan pria itu selanjutnya tapi ternyata dugaan Jack salah orang itu malah pergi.
Tiba tiba ada suara ponsel berdering menandakan ada yang menelpon,Jack mengecek ponsel nya tapi ternyata bukan punya nya lalu Jack mencari sumber suara dan ternyata suara itu berasal dari bawah tubuh Nia.
Jack sedikit mengangkat tubuh Nia lalu mengambil ponsel Nia dan mengangkat telepon nya.
📞: Hallo Nya.
📞:Kamu kemana saja Nya, tadi bibi kamu ke rumah nyariin kamu.
📞:Nia di rumah sakit.
📞: Tunggu! ini siapa? kenapa bukan Nia yang mengangkat telepon ku,dan apa kamu bilang tadi? Nia di rumah sakit?.
📞:Saya Jack majikan Nia.
📞: Ya ampun tuan maafkan saya,saya tidak tahu kalo yang mengangkat telepon adalah tuan.
📞:Dan tuan tadi bilang kalo sahabat saya ada di rumah sakit,siapa yang sakit?.
📞:Nia kecelakaan.
📞:Apaa!! sekarang Nia di rumah sakit mana tuan,saya akan segera kesana.
📞:RS Medika utama,oh iya kamu jangan kasih tahu bibi nya Nia aku tidak mau membuat nya khawatir.
📞:Tapi tuan bagaimana pun bibi Nia harus tahu.
📞:Saya bilang jangan ya jangan.
"Tut"
Jack mengakhiri telepon nya,lalu melihat telepon Nia yang memang bisa di bilang jadul, telepon Nia hanya bisa di pakai buat telepon dan SMS saja.
Lalu Jack merogoh saku nya dan menelpon seseorang untuk pergi ke ruangan Nia di rawat.
10 menit kemudian masuk lah Arion dan Frans.
Frans membawa sebuah paper bag di tangan nya lalu memberikan nya kepada Jack.
Jack membuka paper bag itu lalu mengeluarkan isi nya yaitu ponsel yang di belinya waktu itu.
Jack mulai mengutak atik ponsel di tangan nya,ia menyimpan nomor nya di ponsel yang baru saja buka segel itu dan juga sebalik nya.
.
.
.
.
.
Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.