My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 69 WEDDING.



Semua para tamu undangan merasa takjub dengan desain interior di tempat pernikahan kali ini yang terkesan berbeda dari pada lain nya.




"Ma,kita serasa berada di dalam hutan ya" ucap Maya kepada Luna.


"Iya May, beruntung Nia mendapatkan calon suami seperti boss mu,sudah baik, kaya lagi" bisik Luna.


"Teman siapa duulu..." bisik Maya bangga.


"Ekhem".


Terdengar suara deheman dari belakang Maya dan Luna.


"Kamu?! ngapain di sini" ucap Maya.


"Hei,lupa aku siapa di sini?".


"Supir kan?" tanya Maya.


"Enak saja, ganteng gini di bilang supir" Arion mengusap rambut nya ke belakang.


"Idih,ganteng dari Hongkong?" tanya Maya terkekeh.


"Eeeeh, sudah sudah kenapa jadi ribut begini,malu di lihatin para tamu undangan" ucap Luna mama nya Maya sambil melihat keadaan di sekitar nya.


"Dia duluan Tante yang nyari ribut" Arion mengadu kepada Luna.


"Maaf kan anak Tante ya" ucap Luna.


"Loh,orang dia yang salah Ma,kenapa harus minta Maaf" ucap Maya tidak terima.


Sedangkan Arion tersenyum kemenangan.


"Sudah,kamu diam! sebentar lagi acara nya akan mulai" bisik Luna.


_


Sedangkan di sisi lain,Nia sedang memandangi diri nya di depan cermin.


"Sayang,kamu sudah siap? para tamu undangan sudah datang loh" ucap Adelina yang baru saja datang ke ruangan Nia di rias.


"Calon suami mu sudah menunggu di depan sayang, penghulu juga sudah datang ,kalian tinggal turun" ucap Adelina lagi.


"Ma,kenapa ijab qobul nya tidak siang? kenapa harus malam?" tanya Nia.


"Mama juga tidak tahu,ini semua atas permintaan calon suami mu,ayo sekarang kita ke depan" ajak Adelina.


"Iya ma" Nia berdiri dari duduk nya.


"Ehm,bagaimana kalau mama mengambil potret mu disini,seperti nya bagus" ucap Adelina lalu mulai memotret Nia.


"Lihat sayang,bagus kan" Adelina memperlihat foto yang di potret tadi.



"Bagus ma" balas Nia dengan senyum mengembang.


"Yasudah ayo kita ke depan,kasihan calon suami mu sudah menunggu sedari tadi" ucap Adelina lalu menuntun Nia keluar.


Nia menetralkan rasa gugup nya saat keluar bersama Mama nya, jantung nya berdegup kencang ketika melihat pria yang sebentar lagi akan menjadi suami nya.


Tatapan mereka bertemu,Nia terpana dengan ketampanan Jack yang sedang menatap diri nya.



"Ekhem" Jack memanglingkan wajah nya ke arah lain.


"Kalian sudah siap?" tanya Adelina.


Nia dan Jack membalas dengan anggukan.


"Jaga adik ku dengan baik,jangan sampai kau menyakiti nya! atau aku akan..." ucapan Elvano terpotong.


"Aku bahkan jauh lebih bisa menjaga nya dari mu" balas Jack menatap Elvano tidak suka.


"Aku pegang ucapan mu!" Elvano menepuk bahu Jack.


"Sudah ngobrol nya? kasihan anak Mama sudah pegal karena berdiri dari tadi" Mama Adelina berdecak kesal.


"Hm,kalian turun lah" ucap Elvano.


Rasa gugup menguasai diri Nia,sedang kan Jack tetap santai.


Nia merangkul tangan Jack berjalan menuruni tangga,di ikuti mama adelina di belakang nya,dan juga Eva dan Elvano.


Semua menatap Nia dan Jack dengan kagum.


Nia tersenyum ke arah Maya dan juga sebalik nya.


Hingga acara yang di tunggu tunggu para tamu undangan di laksanakan,yaitu mengucapkan ijab qobul.


Suara 'Sah' menggema di seluruh ruangan,Mama Adelina tidak kuasa menahan tangis haru sambil menangkup ke dua tangan nya dan mengucapkan Amiin beberapa kali saat penghulu berdoa setelah pengucapan ijab qobul.


Nia mencium pundak tangan suami nya dan setelah nya Jack yang mencium kening Nia.


Sedangkan di sudut sana Maya terisak karena harus melepas sahabat baik nya yang selama ini selalu ada untuk nya.


"Dasar cengeng" ucap Arion .


Maya menatap Arion sinis dan melanjutkan isakan nya lalu mengambil tisue untuk mengeluarkan ingus nya.


"Hiiih jorok" Arion bergidik ngeri melihat Maya mengeluarkan ingus nya ,dan sengaja atau tidak saat maya mengeluarkan ingus nya,ia menghadap ke arah Arion.


_


Nia dan Jack duduk di pelaminan,mata Nia menyapu orang orang yang datang di pesta pernikahan nya,hingga menemukan beberapa anak buah Jack yang jumlah nya sangat banyak.


"Aku sengaja memerintahkan mereka untuk menjaga kemanan tempat ini" bisik Jack di telinga Nia.


Beberapa menit kemudian para tamu undangan mengucapkan selamat kepada Jack dan Nia di atas pelaminan.


Giliran Maya yang mengucapkan selamat kepada Nia dan Jack dengan keadaan masih terisak.


"May kenapa?" tanya Nia.


"Aku gak nyangka saja Nya kamu nikah secepat ini,dan pasti nya nanti kita akan sulit bertemu" ucap Maya di sela sela isakan nya.


"Meskipun aku sudah menikah,kita masih bisa bertemu May,sudah deh jangan lebay,malu di lihat sama Para tamu" balas Nia terkekeh.


Maya memeluk Nia sebentar lalu melepas nya dan beralih mengucapkan selamat untuk suami sahabat nya.


Dan setelah nya Arion Raka dan Frans juga mengucapkan selamat kepada tuan dan nyonya baru nya.


Zein juga mengucapkan selamat lalu memberikan sesuatu kepada Jack.


"Selamat ya bro,ini ada hadiah kecil dari ku" Zein memberikan sebuah kotak kecil kepada Jack lalu membisikan sesuatu.


"Isi nya bisa kamu gunakan selama seminggu" bisik Zein lalu tersenyum geli melihat ekspresi bingung Jack.


Setelah kepergian Zein.


"Zein kapan pulang dari luar negeri?" tanya Nia.


"Tadi pagi" jawab Jack.


"Ooh" Nia hanya ber ooh riaah.


_


Kini yang di tungg-tunggu para tamu undangan akan segera terjadi,yaitu Nia akan melempar bunga.


Dan barang siapa yang mendapatkan bunga dari pengantin di percaya akan segera mendapatkan jodoh,tentu nya para jomblowan dan jomblowati semangat untuk memperebutkan bunga yang akan di lempar Nia.


1


2


3


Hap*


Bunga jatuh tepat di tangan Maya.


"Aku dapat?" tanya Maya kepada diri nya sendiri.


"Wah selamat ya Nak, semoga kamu cepat nyusul ya" ucap Luna dengan nada senang.


Waktu berjalan begitu cepat,tidak terasa acara sudah selesai.Para tamu undangan juga sudah pulang, tinggal ah beberapa orang tertentu di sana.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.