My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 66



"Di depan belok kiri ya pak" perintah Nia kepada supir.


"Jalan ke makam kan masih lurus nyonya" balas pak supir bingung.


"Kita belok kiri ya pak,ikuti saja perintah ku" ucap Nia.


"Baik".


Tak selang berapa lama.


"Pak berhenti di sini!".


"Baik nyonya".


Nia turun di depan gang,ia melihat sekeliling nya sebelum masuk.


"Huft" Nia menghela nafas nya secara kasar lalu melangkah masuk ke gang menuju rumah bibi nya yang sudah hancur karena kebakaran.


Sesampai di sana,Nia langsung masuk dengan cara menyingkirkan bongkahan kayu yang sudah terbakar,bahkan kini baju nya sudah di penuh i oleh noda hitam yang berasal dari abu kayu.


"Uhuk uhuk" sambil mengibaskan tangan di depan wajah.


"Seharus nya bibi menaruh kotak itu di sini".


Nia beralih ke tempat lain nya.


"Di sini juga tidak ada".


Mata Nia menelusuri di bawah nya,hingga menemukan satu kotak kecil.


Flashback on.


Di dalam kamar.


"Itu apa bi ?" Nia bertanya saat melihat bibi nya mengeluarkan kotak kecil dari laci.


"Nanti kamu akan tahu nak,bibi akan memberikan ini kepada mu,tapi tidak sekarang" bibi menjawab sambil tersenyum.


"Kapan bi?" tanya Nia penasaran.


"Bibi akan memberikan nya sehari sebelum kamu ulang tahun" lagi lagi bibi menjawab dengan tersenyum lalu kembali memasukan kotak kecil itu ke dalam laci.


Flashback off.


Tanpa sadar pipi Nia sudah basah karena air mata.


"Aku sudah mengambil nya bi" Nia mengusap air mata nya lalu keluar meninggalkan tempat yang sudah menyimpan banyak kenangan semasa kecil bersama bibi nya.


Di dalam mobil.


"Kita langsung ke makam ya pak" ucap Nia.


"Baik".


Di perjalanan menuju makam. Nia tidak henti henti nya menangis sambil memegangi kotak yang di ambil tadi,semua bayang bayang muncul ketika bersama bibi nya di masa lalu.


"Nyonya kita sudah sampai " ucap supir.


"Bapak tunggu di sini ya,saya mau masuk" ucap Nia lalu turun dari mobil.


_


Nia mengusap batu nisan bertulisan nama Asih Wijayanti itu dengan penuh rasah sedih,air mata yang sudah di tahan sejak turun dari mobil kini luluh begitu saja membasahi pipi nya.


"Tadi niat ku kesini selain menjenguk bibi juga untuk membersihkan makam bibi,tapi penjaga disini sudah lebih dulu membersihkan nya" gumam Nia menahan tangis agar tidak pecah lagi.


"Oh iya bi,Nia hampir lupa memberitahu bibi kalau sebentar lagi Nia akan menikah,dia orang yang sangat baik bi meskipun kadang sikap nya dingin terhadap ku, tapi aku bisa memaklumi nya karena pernikahan ini berjalan tanpa ada rasa cinta di antara kami,aku berharap bibi merestui kami ya".


"Nia pulang ya,bibi baik baik di sana,jangan khawatirin Nia lagi,sekarang sudah ada yang menjaga Nia seperti bibi menjagaku dulu,di tambah lagi Nia sudah bertemu dengan keluarga kandung Nia" Nia tersenyum getir lalu bangkit berdiri meninggalkan makam bibi nya.


Saat Nia mau masuk ke dalam mobil,Indra penglihatan nya menangkap sosok pria yang memperhatikan diri nya dari jauh.


Lalu pria itu di datang i empat pria berbadan besar, terlihat jelas kalau mereka berempat sedang menanyakan sesuatu kepada pria tadi karena beberapa kali pria itu menggelengkan kepala.


Hingga tidak lama kemudian pria itu di seret paksa ikut dengan mereka berempat.


"Siapa mereka" ucap Nia dalam hati.


"Ada apa nyonya?".


"Aah maaf tidak ada apa apa,ayo kita kembali ke mansion" Nia masuk ke dalam mobil dan menutup pintu nya.


"Baik nyonya".


Di perjalanan.


"Tunggu pak ! kita tidak jadi langsung pulang,nanti lurus jangan belok" ucap Nia.


"Tapi nyonya,ini sudah sangat sore" balas pak supir ragu ragu.


"Sebenar nya aku mau ke rumah Tante Luna untuk memberitahu pernikahan ku,tapi lebih baik nanti saja sambil memberi undangan" batin Nia.


"Tidak jadi pak,kita langsung pulang saja" ucap Nia.


Sesampai di Mansion.


"Dari mana saja? kenapa dengan baju mu?".


"Maaf, tadi aku ke rumah bibi dulu sebelum ke makam,dan bajuku ini terkena abu dan kayu yang sudah terbakar jadi kotor" Nia menjawab dengan kepala menunduk.


"Bersihkan badan mu dan istirahat lah,kamu pasti lelah,aku akan pergi,ada urusan yang harus segera di selesaikan" ucap Jack.


"Baik lah,hati hati,jangan ngebut di jalan, bahaya" ucap Nia sebelum pergi.


"Kalau begitu aku ke kamar" ucap Nia lagi lalu pergi meninggalkan calon suami nya.


Di markas.


Jack sedang memperhatikan tahanan yang terikat.Di tangan nya sudah ada Ares atau pisau kesayangan nya yang sudah siap untuk menyiksa .


"Kalian berempat boleh keluar" seru Jack kepada mereka.


"Baik " balas nya serempak lalu pergi keluar.


Kini tinggal Jack dan tahanan nya di ruangan biasa menyaksikan kematian.


"Tolong lepaskan aku,aku tidak tahu kenapa mereka menangkap ku" mohon nya dengan badan yang sudah bergetar hebat sejak melihat pisau di tangan Jack.


"Aku pasti akan melepaskan mu dari sini,setelah aku puas menyiksa mu!" Jack menyeringai puas melihat tahanan nya yang ketakutan.


"Apa salah ku kepada mu? kenapa kau menangkap ku dan ingin menyiksa ku?" pria itu memanglingkan wajah nya ke samping karena tidak tahan dengan seringaian yang Jack berikan kepada nya.


"Salah mu hanya satu" Jack menunjukan satu jari nya ke atas,tepat di depan wajah tahanan nya.


"Kamu berani nemata matai calon istri ku" ucap Jack lalu menarik tangan nya kembali.


"Calon istri? siapa calon istri mu,aku memang memata matai seseorang,tapi dia seperti gadis remaja yang masih sekolah,dan pasti nya bukan calon istri mu" ucap nya.


"Oooh begitu? lalu apa tujuan mu memata matai gadis itu?" Jack bertanya dengan mata yang terus melihat pria itu dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Tujuan ku hanya memberi tahu semua informasi tentang apa yang dia lakukan,jika sudah di tempat yang sepi aku di suruh membawa nya,tapi rencana ku untuk membawa nya gagal karena ada empat pria datang menyeret ku untuk ikut dengan mereka" jawab nya.


"Kau di suruh? siapa yang menyuruh mu?".


"Kenapa aku harus memberitahu mu? sekarang lepaskan aku! kau tidak tahu ya? kalau aku adalah seorang anggota mafia,karena aku sudah memberitahu mu,jadi sekarang lepaskan aku! jika tidak boss ku akan marah dan menghancurkan mu" ucap nya.


"Hahaha..." Jack tertawa jahat melihat kebodohan pria itu yang dengan gampang nya memberitahu tentang apa yang di lakukan nya tanpa susah payah Jack mengintrogasi nya.


"Ke-kenapa kau tertawa? kau tidak takut dengan ku? " tanya nya.


"Buat apa aku takut dengan mu" ucap Jack di selingi seeingai seram nya.


"Kau tidak tahu sekarang berada di mana?" Jack bertanya dengan nada sangat serius namun hanya di balas dengan gelengan kepala.


"Dengarkan baik baik!" ucap Jack pelan namun penuh penekanan.


"Red flows" ucap Jack dengan bangga.


"T-tunggu! kenapa kau tahu nama itu?" ekspresi pria itu terlihat sangat terkejut.


"Kau lihat ini!" Jack menunjukan lengan yang sudah tergambar tato kebesaran nya.


"Ti-tidak mungkin itu kau!" ucap nya terbata bata,tentu nya dia tahu mengenai tato yang ada di lengan Jack,tato yang hanya sebesar lingkaran uang koin yang di dalam lingkaran itu ada lambang ketua mafia dari red flows,semua mafia memiliki lambang masing masing dan yang paling terkenal adalah lambang yang di miliki pemimpin dari mafia red flows.


"Lepaskan aku!" pria itu memberontak.


"Aku akan melepaskan mu setelah aku puas menyiksa mu" Jack mencekik leher tahanan nya.


"Katakan,siapa yang menyuruh mu?!" Jack membentak tahanan nya.


"Aahhkk... Ahhhkkk" pria itu tidak bisa bicara.


Jack melepaskan cekikan lalu melayangkan tatapan membunuh kepada pria itu.


"A-ang-gun yang menyuruh ku,sekarang lepaskan aku!".


Plak*


Plak*


Plak*


Tiga tamparan mendarat di pipi tahanan nya.


Sreethhh*


Robek lah bibir pria itu hingga tidak bisa berbicara karena menahan sakit yang teramat dalam.


"Kau sudah memata matai nya menggunakan mata mu,dan mendengarkan perintah wanita gila itu menggukan telinga mu" .


Jack langsung mencongkel kedua bola mata tahanan nya dengan penuh amarah lalu menginjak bola mata itu sampai hancur.


Setelah puas menghancurkan kedua bola mata tahanan nya,kini beralih memotong telinga nya lalu membuang ke sembarang arah.


Jack menusuk ke dua telinga tahanan nya beberapa kali hingga tusukan terakhir menembus otak dan membuat tahanan nya tidak bernyawa lagi.


Jack memanggil anak buah nya untuk mengurus pembakaran mayat yang sudah di siksa tadi.


"Cari telinga dia! dan bakar bersamaan dengan badan nya! ".


Setelah mengucapkan itu kepada anak buah nya,ia menuju ke ruangan biasa berkumpul dengan Arion,Raka dan Frans untuk membersihkan tubuh nya yang penuh dengan cipratan darah,tak butuh waktu lama Jack sudah selesai mandi dan bergegas untuk kembali ke mansion.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.