My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 74



Jam menunjukan pukul 10:30 siang,Jack bersama Frans mengadakan pertemuan dengan perusahaan dari luar negeri di sebuah tempat.


Banyak yang bilang pemimpin perusahaan ini adalah wanita yang sangat cantik, dari pertama di bangun perusahaan itu masih di rahasiakan pemilik asli nya,hingga beberapa Minggu lalu di kabar kan bahwa pemilik perusahaan adalah seorang wanita.


"Saya rasa pertemuan hari ini sudah cukup" Jack membenarkan jas nya.


"Tentu saja tuan,saya sangat berterimakasih kepada anda telah berkenan hadir di pertemuan ini" mereka saling berjabat tangan.


"Mari tuan" ucap Frans kepada Jack.


Di dalam mobil.


"Ternyata dia sangat cantik ya tuan" ucap Frans.


"Hmm,dia memang cantik,tapi semua nya tidak asli" ucap Jack.


"Maksud tuan tidak asli itu bagaimana?" tanya Frans yang masih fokus mengemudi.


"Lihat saja hidung,dan bekas luka di telinga,dia melakukan operasi plastik" jawab Jack dengan ekspresi datar.


"Anda sangat teliti ya tuan,aku saja tidak melihat nya" ucap Frans.


"Dia sangat hebat bisa lancar berbahasa Indonesia" sambung Frans lagi.


"Hmm" Jack malas meladeni ucapan Frans yang terus terusan memuji wanita itu.


Sesampai di perusahaan.


Jack berjalan bersama Frans melewati koridor,mereka naik ke lantai atas menggunakan lift.


Mereka keluar dari lift menuju ruangan masing masing.


Baru saja Jack masuk ke ruangan nya tiba tiba sekretaris Lusi datang membawakan banyak berkas untuk di tanda tangani.


"Letakan di meja" Jack memijat kening nya merasa pusing.


"Baik tuan" Lusi meletakan semua berkas di meja, pandangan nya tidak beralih dari wajah Jack.


"Maaf tuan,kalau saya lancang,apa anda sakit? wajah tuan sangat pucat" ucap Lusi.


"Saya baik baik saja,kamu keluar dari ruangan saya sekarang!" Jack menunjuk ke arah pintu.


"Baik tuan,tapi jika tuan butuh sesuatu atau mau di pijitin,saya selalu siap sedia untuk tuan kapan pun dan di mana pun" ucap Lusi sebelum pergi.


"Pergi!" Jack membentak Lusi,kepala nya semakin sakit padahal tadi nya dia sangat sehat.


"Ba-baik" lusi langsung keluar.


Jack memilih memejamkan mata nya,mungkin dengan cara ini rasa sakit di kepala nya akan mereda.


Beberapa jam kemudian.


Ceklek*


"Dia tidur?".


"Jack....Bangun! aku membawakan makan siang untuk mu" ucap Nia.


"Jack" Nia mengguncang pelan tubuh Jack.


"Astaga,kamu pucat sekali" Nia menempelkan tangan di kening Jack.


"Badan nya panas".


Jack terbangun dari tidur nya,kepala nya sudah tidak sesakit sebelum nya.


"Kamu sakit? kita kerumah sakit ya" Nia panik.


"Aku baik baik saja" ucap Jack.


"Wajah mu pucat" lirih Nia.


"Kamu makan dulu ya,aku suapin" tawar Nia.


"Hmm".


Satu suapan terakhir di tolak oleh Jack.


"Aku sudah kenyang" Jack menepis tangan Nia.


"Tinggal satu suapan,ayolah,,,tidak boleh membuang makanan" ucap Nia.


"Kamu makan saja,aku sudah kenyang" Jack mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.


Nia mengambilkan air mineral dan memberikan nya kepada Jack."Minum lah".


_


"Hari ini tuan datang ke kantor perusahaan,pasti Nia juga datang mengantarkan makan siang untuk tuan" Maya berbicara dengan Kevin.


"Tapi Nia kok belum kesini ya" ucap Maya.


"Ya, mungkin saja sedang berduaan bersama tuan" ucap Kevin.


"Berani sekali kalian membicarakan atasan sendiri" ucap Lusi yang tiba tiba datang.


"Iri ya?" tanya Maya malas.


"Lagian tidak tahu malu sih,ngejar suami orang,yang jelas jelas tidak akan pernah kamu miliki" sambung Maya.


Lusi terdiam mencerna ucapan Maya barusan.


"Kenapa diam? sudah sadar ya apa kesalahan mu?" tanya Maya.


"Memang nya kamu mau di sebut pelakor sama semua orang?" tanya Maya lagi.


Lusi menggelengkan kepala.


Hingga makan siang selesai Nia tidak mendatangi Maya.


Ting*


Maya membuka pesan dari Nia lalu membaca nya..


"Ternyata ini alasan nya tidak menemui ku" batin Maya.


_


Kembali ke Nia dan Jack.


"Sebaik nya kita pulang,jangan memaksakan untuk bekerja" bujuk Nia khawatir.


"Setelah semua berkas ini selesai di tanda tangani kita akan pulang" ucap Jack.


"Baik lah" Nia pasrah.


Sekitar dua jam Nia menunggu Jack,akhir nya selesai juga.


Mereka pulang bersama menuju mansion di antar supir yang mengantar Nia ke kantor tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.