
Beberapa menit kemudian.
"Operasi nya berjalan dengan lancar tuan,peluru sudah berhasil di keluarkan, sekarang Raka sudah di pindahkan ke ruang rawat" ucap Frans setelah mendapat kabar dari Arion.
Jack dan Nia merasa sedikit lega,namun tetap saja mereka masih merasa khawatir.
"Kamu boleh pergi" Jack menyuruh Frans keluar, karena sudah tidak ada lagi yang perlu di bahas.
"Baik tuan" Frans keluar dari kamar.
Kini tinggalah Jack dan Nia yang saling menatap satu sama lain.
___________
Tidak terasa sudah tiga hari mereka berada di dubai dan sudah saat nya untuk kembali ke Indonesia.
Jack,Nia beserta Frans sudah turun dari pesawat dan siap untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
Beberapa jam kemudian.
Mobil yang menjemput mereka terparkir di sebuah rumah sakit besar tempat dimana Raka di rawat.
*******
"Gitu saja nangis,dasar! padahal aku hanya terluka kecil " ucap Raka.
"Luka kecil katamu? " Arion geleng geleng kepala,bagaimana mungkin tertembak di bilang luka kecil.
Ceklek.
Arion dan Raka melihat siapa yang datang.
Jack mendekat ke arah Raka hingga kini berada di sisi brankar tempat Raka berbaring.
"Apa saja yang kamu rasakan?" tanya Jack.
"Hanya keram saja tuan,selebih nya tidak ada lagi,dan kalau bisa aku ingin pulang hari ini " Raka menjawab dengan raut wajah menahan rasa sakit.
"Aku tidak bisa di bohongi Raka,dari raut wajah mu saja sudah kelihatan menahan sakit! jika kamu masih merasa sakit,sebaik nya tetap disini untuk beberapa hari lagi" ucap Jack.
"Benar kata suami ku Rak,sebaik nya tetap di sini untuk beberapa hari ke depan sampai kamu benar benar sembuh" sahut Nia.
"Ekhem" Arion berdehem.
"Dengar itu apa kata tuan dan nyonya,dari kemarin minta pulang terus padahal kondisi mu masih belum stabil" sambung Arion.
Raka melirik Arion sinis, lalu memanglingkan wajah nya ke sembarang arah.
Tidak selang berapa lama pintu kembali terbuka dan masuklah Frans.
"Darimana saja, kok baru datang?" tanya Arion.
"Dari depan" Frans menjawab sambil terus berjalan menghampiri Raka lalu menanyakan keadaan nya bagaimana.
"Tuan,,,,,anda pasti lelah habis melalukan perjanalan jauh,sebaik nya anda pulang lalu beristirahat...Raka biar kami saja yang menjaga nya" ucap Arion kepada Jack.
Sebenar nya yang paling lelah di sini bukanlah Jack melainkan Frans,mulai dari pulang pergi yang mengurus adalah Frans, sedangkan Jack hanya menikmati hasil nya saja.
"Sebentar lagi kami akan pulang,kalian tidak perlu khawatir" Jack melirik Nia sekilas lalu tersenyum.
_
Satu Minggu berlalu.
Nia sedang ngobrol bersama 3 pelayan di dapur, karena sebentar lagi mau memasak untuk di bawakan ke kantor perusahaan. Sebenar nya dia tidak perlu repot repot memasak sendiri, karena sudah ada pelayan,namun Nia tetap saja merasa kurang srekk kalau bukan masakan sendiri yang di berikan kepada suami nya nanti.
"Nyonya, beberapa bahan nya sudah habis"bi Ati menutup kulkas kembali.
"Huft.." Nia menghela nafas.
"Maaf nyonya,biar saya belikan dulu bahan nya" ucap bi Ati.
"Tidak perlu bi,biar aku sendiri yang belanja,ini hanya kurang beberapa bahan saja" balas Nia.
"Tapi nyonya,kalau tuan tahu nanti bisa marah" sahut bi Weni.
"Iya nyonya,apa gunanya kami kalau hanya diam saja" Sahut bi Ati.
"Kata siapa kalian diam saja,itu siapa yang bersihin seluruh ruangan di mansion ini? kalian pasti lelah,jadi biar aku saja yang pergi,sekalian cari angin segar" ucap Nia.
Bi Ati,Ita dan Weni tidak menjawab lagi,mereka sangat kagum dengan kepedulian Nia.
Nia pergi di antar supir menuju supermarket.
Sesampai di supermarket,Nia masuk dan mulai mengambil beberapa bahan yang di butuhkan.
Setelah semua bahan terkumpul, Nia pergi ke kasir untuk membayar.
Nia keluar dari supermarket lalu melihat si supir sedang kebingungan.
"Ada apa pak? " tanya Nia ramah.
"Maaf nyonya,ban nya kempes,dan kebetulan saya lupa tidak membawa ban serep,saya akan carikan taksi untuk nyonya" supir tampak ragu ragu mengatakan nya.
"Iya pak tidak masalah,tapi gimana dengan bapak?" tanya Nia.
"Nyonya tenang saja, nanti setelah urusan mobil selesai,saya akan pulang" jawab nya.
Saat sedang berbicara dengan supir,Nia seperti melihat orang yang ia kenal.
Begitu pun orang itu juga merasakan hal yang sama.
"Sepertinya aku kenal" Nia mencoba untuk semakin memperjelas penglihatan nya.
"Silahkan nyonya" supir membukakan pintu mobil taksi.
Nia masuk dan langsung pulang tanpa memikirkan lagi orang tadi.
Sesampai di mansion,Nia lanjut memasak di bantu ketiga pelayan nya.
Setelah selesai memasak,Nia bersiap siap untuk pergi ke kantor perusahaan.
Sesampai nya di kantor perusahaan.
Seperti biasa setelah Nia selesai menemani Jack makan,ia langsung pergi untuk menemui Maya.
Nia melihat sahabat nya dari kejauhan sedang tertawa lepas bersama Kevin dan Lusi,lalu ia memutuskan untuk menghampiri mereka,karena memang ini adalah tujuan awal nya.
"Hai kalian" Nia duduk bersebelahan dengan Maya.
"Tumben lama Nya? kita sudah hampir selesai ini" tanya Maya di sela sela minum.
"Ooh....Itu tadi aku makan bersama suami ku,jadi lama" Nia menjawab sedikit ragu ragu.
Tiba tiba seorang pria datang membawa kursi dan ikut duduk bersama mereka.
"Boleh gabung?" tanya nya.
"Boleh" jawab Lusi spontan.
Maya dan Nia saling pandang,mereka seperti mengenal pria ini.
"Ini kan pria tadi" ucap Nia dalam hati.
"Kayak kenal" ucap Maya dalam hati juga.
"Nia dan Maya kan?" pria itu tersenyum lalu menaikan kedua alis nya secara bergantian.
"Agam?" ucap Nia dan Maya bersamaan.
Agam mengangguk kan kepala sambil tersenyum.
"Wih,berubah banget ya sekarang,aku sampai pangling loh" ucap Maya.
"Tunggu! dia siapa?" tanya Lusi.
"Kenalin,saya Agam teman SMA Nia dan Maya".
"Lusi".
"Kevin".
Mereka saling berjabat tangan.
"Gila sih,sekarang ganteng banget" puji Maya.
"Tadi kita ketemu di supermarket kan,tapi kamu diam saja" ucap Nia.
"Hehe,sorry....Lama tidak bertemu jadi sedikit pangling,apalagi sekarang kamu semakin cantik" balas Agam.
"Iya lama juga ya,kita temenan cuma beberapa bulan saja,habis itu kamu lulus dan pergi ke dubai, sedangkan kami saat itu baru masuk kelas 11 SMA " Sahut Maya.
" Jadi dia kakel kalian? pantesan saja wajah nya kelihatan lebih dewasa dari pada kalian berdua" ucap Lusi namun tidak kunjung mendapat balasan.
"Waktu kita sudah habis,ayo kembali" sahut Kevin.
"Iya sudah,kami pamit dulu ya" ucap Maya, mereka bertiga sudah berdiri dari duduk nya.
"Aah,iya silahkan" balas Agam lalu mereka pun pergi.Kini hanya tinggal Nia dan Agam saja di sana.
"Dari tadi diam saja,kamu masih marah ya? aku kan sudah minta maaf Nya" ucap Agam.
"Aku tidak marah Gam,jangan di bahas lagi,itu sudah masalalu" Nia mengambil tas nya hendak pergi,namun di tahan.
"Kata nya tidak marah,kok pergi?" .
"Aku harus pulang Gam" jawab Nia.
"Biar aku antar ya" tawar Agam.
"Nggak perlu Gam,aku sudah ada supir" Nia melepas genggaman tangan Agam lalu pergi.
Setelah kepergian Nia.
"Aku berharap masih ada kesempatan" Agam menghela nafas lalu kembali mengingat ucapan Maya dulu.
Flashback on.
"Sudah lah Gam, Nia cuma menganggap mu sebatas teman saja,gak lebih" ucap Maya.
Flashback off.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.