My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 60



Di dalam ruangan,sudah ada Jack dan kedua sekretaris nya.


"Buka lowongan pekerjaan untuk mengganti mereka semua,pastikan kalian menyeleksi nya dengan baik,aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi! kalian mengerti?".


"Ngerti tuan" jawab Frans dan Lusi bersamaan.


"Keluarlah!" Jack mengusir mereka.


"Tuan mau di buatkan kopi?" tanya Lusi sebelum keluar.


"Keluar!" ucap Jack penuh penekanan.


Belum sempat Lusi membalas ucapan tuan nya, tiba tiba tangan nya di tarik keluar oleh Frans.


Di luar ruangan.


"Apa apa an sih! lepasin gak!" ketus Lusi.


Frans menghempaskan tangan Lusi secara kasar.


"Dasar tidak tahu malu,suasana lagi genting gini masih sempat sempat nya genit dengan calon suami orang!" ucap Frans tak kalah ketus nya dari Lusi


"Apa nya coba,aku kan cuma nawarin kopi buat tuan,salah nya di mana? dan apa kamu bilang,calon suami?".


Frans langsung pergi tanpa membalas ucapan Lusi.


"Dasar aneh" Lusi mengumpat kepergian Frans..


Kembali ke Jack.


"Lakukan tugas mu dengan baik!".


"...."


Jack langsung mengakhiri telepon nya dan kembali dengan berkas yang belum selesai di tanda tangani.


Beberapa menit kemudian masuk lah Frans.


"Apa saja agenda ku hari ini?" Jack bertanya kepada Frans.


"Satu jam lagi akan ada meeting dengan Adira groub di hotel grand suite tuan" Frans menjawab.


"Hmm, keluar lah" titah Jack.


Frans yang mengerti dengan suasana hati tuan nya saat ini yang tidak baik pun langsung pergi meninggalkan tuan nya sendiri.


Empat puluh menit berlalu.


Jack dan Frans dalam perjalanan menuju hotel yang akan menjadi tempat meeting nya nanti.


Perjalanan membutuhkan sekitar dua puluh menitan,Jack sampai di hotel,waktu masih tersisah lima menit.


Jack dan Frans menaiki lift menuju lantai paling atas.


Sesampai di lantai atas langsung mencari kamar VIP yang sudah di tentukan.


Frans melihat tuan nya hanya berdiri di depan pintu dengan mata tertuju ke arah pojok atas pintu, Ingin Frans bertanya namun tiba tiba pintu sudah terbuka.


Frans mengikuti langkah tuan nya masuk,di dalam sudah ada dua orang dewasa.


-


Meeting berjalan dengan lancar.


Jack dan Frans berpamitan untuk pulang.


"Tuan dan nona,kami pamit pulang,maaf karena sudah menumpahkan minuman nya" ucap Frans dengan nada sopan,meskipun ada rasa tidak suka terhadap wanita yang ada di depan nya.


"Kenapa buru buru? padahal saya masih ingin ngobrol dengan kalian" tanya wanita itu.


"Maaf,kami masih banyak urusan" sahut Jack.


"Nona,kami permisi" pamit Frans lalu pergi bersama dengan tuan nya.


Di dalam mobil.


Jack melepas jas nya.


"Buang" ucap Jack lalu melempar jas nya kepada Frans.


"Baik tuan" meskipun bingung,Frans langsung menepikan mobil nya dan keluar menuju tempat sampah untuk membuang jas mahal tuan nya.


Frans kembali masuk ke dalam mobil.


Ingin rasa nya bertanya,tapi lidah Frans kaku untuk membuka bicara.


Jack tahu apa isi dalam pikiran sekretaris nya.


"Aku sengaja menyenggol minuman mu" ucap Jack.


"Kenapa tuan?" Frans bertanya,sebenar nya ia juga tahu kalau tumpah nya minuman nya tadi atas kesengajaan.


"Minuman itu sudah di beri racun" jawab Jack.


"Jadi itu alasan tuan,tapi bagaimana tuan bisa tahu kalau di dalam nya ada racun?" tanya Frans.


"Mereka sangat berantakan saat meletakan racun di dalam minuman, terlihat jelas ada serbuk di pinggiran gelas,dan bau nya juga menyengat" jawab Jack.


"Pantas saja setelah tuan mencium minuman itu langsung meletakan nya kembali" ucap Frans.


"Terus kenapa tuan tidak langsung masuk ke dalam,tapi malah melihat ke pojok atas pintu? dan kenapa jas tuan di buang?" akhir nya Frans memberanikan diri bertanya hal yang sudah di bingungkan nya sedari tadi.


"Ada kamera di pintu" jawab Jack.


"Wanita itu juga menaruh alat penyadap suara di jas ku" jawab nya lagi.


Frans mengangguk nganguk tanda mengerti.


"Kenapa harus di buang dengan jas nya? kan bisa di buang alat nya saja" batin Frans sambil geleng geleng kepala.


_


Sedangkan di sisi lain.


"Raka! sudah berapa jam aku berlatih? rasa nya semua badan ku ingin remuk saja" Nia mengelap keringat di kening nya.


"Baru dua jam an nona" sahut Raka.


"Dua jam tanpa istirahat" Nia mendengus kesal, padahal sudah beberapa kali Nia meminta istirahat sebentar,tapi Raka tidak mendengarkan permintaan nya.


"Itu sudah peraturan dari tuan nona" sahut Raka.


"Huft" Nia menghela nafas nya kasar.


Nia melihat sekeliling nya, lalu kepikiran untuk mengelilingi sekitar markas.


"Raka,aku ingin jalan jalan di sekitar sini" seru Nia.


"Baiklah nona,tapi biarkan aku menemani nona,ini sudah perintah dari tuan" balas Raka.


"Hmm" Nia mengangguk nganguk kan kepala nya.


Nia berdiri melangkah kan kaki nya masuk ke dalam markas,menuju ruangan sebelum nya untuk mandi dan ganti baju.


"Ekhem" Nia berdehem saat melihat Arion yang sedang asik main game di ruangan biasa berkumpul.


"Ah,nona" kaget Arion.


"Kenapa?" tanya nya.


"Tidak apa apa nona" jawab Arion.


"Baik lah" Nia berjalan menuju kamar mandi.


Tinggal ah Arion sendiri.


Setengah jam berlalu.


Nia bersama Raka dan Arion sedang jalan jalan mengelilingi sekitar markas.


Awal nya hanya Raka yang menemani Nia,tapi Arion malah ikut,dengan alasan ngantuk kalau sendirian.


"Suara apa itu?" tanya Nia penasaran.


"Singa" jawab Arion.


"Di kandang atau tidak?" tanya Nia lagi.


"Di kandang lah nona,kalau di luar sudah habis para anak buah di sinj, kecuali tuan" jawab Arion.


"Soal nya semua binatang buas yang berada di markas pada jinak sama tuan" timpal Arion.


"Aku mau lihat!" seru Nia.


"Ekhm,nona sebaik nya kita masuk,ini sudah sore" sahut Raka lalu menatap tajam Arion.


"Ayo nona" Raka menuntun Nia kembali masuk ke dalam markas.


_


"Nona jangan kemana mana setelah ini,sebentar lagi tuan akan datang" ucap Raka.


"Boleh kah kalau aku hanya melihat isi di dalam ruangan ini?" tanya Nia.


Raka tampak berfikir,lalu menyetujui nya.


Seulas senyum terbit di bibir Nia,tanpa menunggu lama,ia langsung berdiri dan menelusuri setiap isi ruangan,hingga satu pintu menarik perhatian Nia,dengan rasa penasaran yang sangat besar ia melangkahkan kaki nya masuk ke dalam ruangan itu.


Mata Nia mengerjab beberapa kali,takjub dengan susunan buku yang tertata rapi di hadapan nya.



Nia mengambil satu buku panduan senjata,lalu meletakan nya kembali karena takut tuan nya marah kalau tahu diri nya masuk ke ruangan ini tanpa ada nya izin.


"Tidak ada komik di antara buku sebanyak ini?" tanya Nia setelah selesai mengelilingi buku di sekitar nya.


"Cuma ada buku sejarah dan panduan panduan" ucap Nia.


Ia melihat lagi sekeliling nya,mata nya tertuju kepada buku dengan sampul koki.


"Ternyata ada buku panduan memasak juga" gumam Nia,ingin rasa nya mengambil buku itu tapi rasa takut nya lebih besar di banding rasa penasaran nya.


"Aku harus keluar" gumam Nia.


Dengan buru buru Nia keluar.


"Raka! tuan belum datang ya?" tanya Nia.


"Belum nona".


"Baiklah" terlihat raut wajah Nia yang kecewa.


Nia melangkah kan kaki nya keluar ruangan, berjalan menuju tempat di mana kali pertama melihat sang tuan sedang menyiksa tahanan nya.


Ada dua penjaga di setiap ruangan,Nia tetap melanjut kan langkah nya karena semua penjaga tidak ada yang berani menatap diri nya.


"Nyonya sedang apa?" tanya sang penjaga saat melihat Nia mau masuk ke dalan ruang tahanan.


"Aku ingin masuk,tolong buka pintu nya" ucap Nia.


"Maaf nyonya,tanpa persetujuan dari tuan, kami tidak bisa membuka nya" tolak sang penjaga.


"Biarkan dia masuk".


Refleks Nia langsung mengembalikan tubuh nya melihat siapa yang datang.


"Baik tuan" sang penjaga langsung membuka pintu dengan kunci di tangan nya.


"Jangan menatap ku seperti itu" ucap Jack.


"Maaf tuan" Nia langsung menunduk.


"Ayo masuk" Jack menarik tangan Nia masuk ke dalam ruang tahanan.


Pertama kali yang muncul di Indra penciuman Nia adalah bau sedikit anyir bercampur dengan pewangi ruangan.


"Ruangan ini sudah bersih" ucap Jack.


Nia mengangguk nganguk kan kepala,memang benar ruangan ini sangat rapi dan bersih,meskipun ada sedikit bau darah yang tersisa.


"Duduk lah" seru Jack.


Mereka berdua duduk berdua di satu sofa.


Jangan tanyakan perasaan Nia sekarang,gugup? pasti.


"Bagaimana latihan nya?" tanya Jack tanpa menoleh ke arah Nia.


"Capek tuan,Raka tidak mengizinkan ku istirahat kalau belum selesai latihan dua jam" Nia mendengus kesal.


"Nanti kamu juga akan terbiasa, dua jam hanya waktu yang sebentar" ucap Jack,ia teringat saat diri nya berlatih keras tanpa mengenal waktu,saat siang diri nya harus ngamen di lampu merah,dan saat malam diri nya harus berlatih bela diri,hidup nya penuh dengan kesepian tanpa ada nya keluarga..


"Tuan kenapa?" tanya Nia ketika melihat raut wajah tuan nya berubah.


Jack hanya menggelengkan kepala nya lalu berdiri.


Entah dorongan dari mana Nia berani memegang tangan calon suami nya itu.


" Tuan kenapa?" tanya Nia lembut.


Jack menarik Nia agar berdiri lalu memeluk nya.


Rasa hangat di rasakan oleh mereka masing masing,saat dua badan itu menyatu dalam pelukan.


"Tetaplah bersama ku" ucap Jack dengan nada lembut,namun terdengar menyedihkan di telinga Nia.


Nia tidak mengindahkan ucapan calon suami nya,ia semakin mengeratkan pelukan nya.


Lama mereka berpelukan,kaki Nia terasa pegal,dan akhir nya mereka merenggangkan pelukan nya masing masing.


Jack menuntun Nia duduk kembali di sofa.


Dengan tangan masih berpegangan seoalah olah tidak ingin kehilangan satu sama lain,mereka duduk berdampingan.


Jack melepas pegangan tangan nya,lalu menarik Nia untuk bersandar di bahu nya.


"Nia".


"Iya tuan" balas Nia yang masih bersandar di bahu Jack.


"Jangan memanggil ku dengan sebutan tuan,bukan nya tadi pagi kamu memanggil nama ku? apa kamu lupa?" ucap Jack.


"Maaf ,aku belum terbiasa memanggil nama tuan" lirih Nia.


"Biasakan lah" balas Jack dengan tangan mengelus ngelus rambut Nia.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.