
Setelah Jack selesai membersihkan tubuhnya,Jack kembali ke mansion nya dan langsung istirahat di kamarnya.
Saat Jack berbaring di atas ranjang nya tiba tiba ada seseorang melempar batu dari luar ke arah jendela,saat Jack hendak mengejar siapa pelakunya dia melihat kertas yang membaluti batu,lalu Jack mengambilnya dan membacanya,kertas itu bertulisan dari darah.
Kertas tersebut bertulisan JACK.
"Kurang ajar" Jack mengusap wajahnya kasar.
Sedangkan di kediaman lain,seseorang tertawa bersama anak buah nya."Kita lihat apa yang bisa di lakukan oleh bocah itu" ucap pria berumur sekitar 45 tahun an lalu tertawa sambil meminum bir bersama anak buahnya.
Beberapa hari berlalu,hari demi hari berjalan secara normal.
Nia bekerja seperti biasanya,sesekali tersenyum karena mengingat kejadian beberapa hari lalu saat dirinya di selamatkan oleh Jack.
Maya yang melihat sahabat nya senyum senyum sendiri merasa heran."Nya kamu kesambet apa, senyum senyum sendiri dari tadi" ucap Maya.
"Kepo loe" Nia meninggalkan Maya sendirian di depan dapur,Maya yang di tinggalkan sendiri hanya mengeryitkan dahinya keheranan kepada sahabatnya.
"Kesambet apaan tuh anak" ucap Maya.
Beberapa saat kemudian Maya melihat 4 orang pria berjalan memasuk i cafe,semua yang ada di dalam cafe menatap kagum kepada Jack,Frans,Arion ,dan Raka.
Andin salah satu pelayan di cafe mendekati tempat yang di duduki Jack dengan gaya centil berharap Jack akan tergoda namun sayang nya Jack menatap Andin jijik.
Arion memanggil Maya dengan mengangkat tangan nya melambai ke arah Maya,Maya yang merasa terpanggil langsung mendekat ke arah mereka,Andin yang melihat itu kesal kepada Maya.
Nia yang baru keluar dari dapur melihat maya sedang mendekat ke arah orang yang beberapa hari ini selalu ada di pikiran Nia,Nia menatap wajah Jack,Jack yang merasa di tatap melihat ke arah sekitar lalu menemukan Nia yang sedang menatapnya lalu tatapan mereka terkunci,Nia tersadar lalu memanglingkan wajah nya ke arah lain.
"Saya ingin di layani dia" Jack menunjuk ke arah Nia,Maya yang tau harus apa langsung menghampiri Nia dan menyuruh nya ke tempat Jack berada.
"Nya,mereka mau di layani kamu" ucap Maya,lalu Nia berjalan mendekati Jack.
Nia memberikan buku menu kepada Jack,Nia gugup karena Jack menatap nya dari tadi.
"Saya mau spaghetti minum nya lemon tea" ucap Jack.
Nia menatap ke 3 anak buah Jack "Kalo kalian mau pesan apa" .
"Samakan dengan boss" ucap mereka bertika barengan.
Nia yang mendengar kata boss merasa bingung,kenapa mereka memanggil boss kepada orang itu,Nia masih belum tau siapa nama Jack dan siapa sebenarnya Jack.
Nia meinggalkan Jack dan ke 3 anak buah nya untuk pergi ke dapur mengambil pesanan.
Andin pergi menyusul Nia ke dapur,"Biar gue yang antar" Andin merebut nampan berisi makanan dari tangan Nia,namun saat Andin berjalan ia di hadang oleh Maya"Eh,eh stop! tadi kamu gak dengar apa kalo mereka mau nya di layani Nia,mereka tuh gak mau di layani sama kamu,sini sini biar Nia saja yang ngantar" Maya merebut nampan dari tangan Andin lalu menyerahkan kepada nia,Andin sangat kesal lalu meninggalkan Maya dan Nia di dapur.
"Kurang ajar tuh anak awas saja bakal gue bales nanti kalian" umpat Andin.
Nia sudah sampai di meja Jack lalu menaruh pesanan Jack dan ketiga anak buah nya di atas meja ,Jack menatap Nia lagi lalu tatapan mereka bertemu dan terkunci.
"Ekhem,ekhem" Arion berdehem saat melihat boss nya tatap tatapan dengan wanita,Nia yang sadar langsung memutus tatapan nya dan pergi dari meja Jack.
"Duh jantung ku" Nia memegangi dadanya yang deg deg an dari tadi.
Maya yang melihat Nia pergi dari meja Jack langsung menghampiri Nia "Ciee pipinya merah,ha ha ha...... Abis di apain tuh" ucap Maya.
"Apaan sih,sudah sana kerja " ucap Nia lalu pergi meninggalkan Maya.
POV Jack.
"Boss siapa cewe tadi?" tanya Arion kepada Jack.
"Bukan siapa siapa" jawab Jack.
Jack yang mendengar ucapan Arion langsung menatap tajam Arion.
Hening.
Setelah selesai akhirnya mereka pun pergi meninggalkan cafe.
Hari sudah malam jam menunjukan pukul 9 malam,Nia dan Maya pulang seperti biasa nya.
Nia sudah sampai di rumah bibinya,dan masuk lalu mandi setelah mandi Nia makan malam seperti biasa nya bibi sudah makan malam duluan jadi Nia makan malam sendirian.
Setelah selesai makan malam,Nia berjalan ke kamar nya,Nia berbaring di atas ranjang lalu sesaat memikirkan Jack" Siapa nama dia,aku lupa menanyakan nama nya" ucap Nia sambil menatap langit langit di kamar nya "Ah bodoamat,ngapain juga aku memikirkan nya".
Nia berusaha untuk tertidur tapi tidak bisa karena di pikiran nya selalu terbayang wajah Jack,lalu Nia akhirnya bisa tertidur.
Sedangkan di mansion Jack ada Arion,Raka dan Frans sedang berkumpul di mansion Jack,Jack mengumpulkan nya untuk membahas siapa yang sudah menerornya kemaren.
Saat mereka sedang berkumpul tiba tiba terdengar suara ledakan petasan dari arah luar,Jack keluar di susul Arion,Raka dan Frans mereka melihat 2 orang pria berboncengan di sepeda motor,Arion memperhatikan wajah dari preman tersebut namun karena agak gelap jadi tidak begitu jelas, sedang kan Raka dan Frans memperhatikan motor yang di kendarai oleh pria tersebut.
Arion ingin mengejar mereka namun tidak di boleh kan oleh Jack.
"Biarkan saja ,kita lihat seberapa jauh permainan mereka " ucap Jack lalu berjalan masuk ke mansion nya di susul Arion,Raka dan frans.
Di dalam mansion Jack"Kalian selidiki siapa mereka" perintah Jack, lalu di angguki oleh ke 3 anak buah nya.
"Ya sudah kalian boleh pergi" ucap Jack.
Lalu akhirnya Arion,Raka dan frans keluar meninggalkan mansion Jack dan pergi ke markas untuk menyelidiki siapa yang sudah meneror boss nya beberapa hari ini.
Saat di jalan mobil yang di kendarai Arion,Raka dan Frans di hadang oleh beberapa pria bermotor,Arion,Raka dan Frans turun dari mobil,mereka melihat salah satu pengendara motor yang tidak asing baginya,dan ternyata itu motor yang di kendarai oleh 2 orang pria yang melemparkan petasan di depan rumah Jack.
Raka tersenyum miring melihat motor itu,lalu mereka bertiga bertarung melawan 6 orang masing masing menghadapi 2 orang dan akhirnya pertarungan di menangkan oleh Arion,Raka dan Frans,Frans memanggil anak buah red flows ke lokasi ia berada untuk membawa ke 6 pria tersebut.
"Ck ,ternyata kalian begitu lemah,badan saja yang besar ternyata otot nya sekecil sapu lidi" ucap Arion lalu berjalan ke mobilnya untuk mengambil tali dan mengikat mereka agar tidak kabur.
Beberapa saat kemudian anak buah red flows datang dan membawa ke 6 pria tersebut ke markas untuk di eksekusi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya agar author lebih semangat untuk melanjutkan episode selanjutnya ♥️.