
Di sisi lain,sudah dua hari Cindy mencoba menghubungi Sedi namun tidak bisa,Cindy mulai cemas pikiran nya kemana mana.
"Ada apa dengan Sedi kenapa dua hari ini tidak bisa di hubungi? apa Sedi ketahuan habis nabrak orang terus di lapor kan ke polisi" ucap Cindy yang mulai merasa cemas.
Cindy takut kalo memang benar Sedi di tangkap polisi,lalu bilang kalo diri nya lah yang menyuruh,pasti Cindy juga ikut di seret masuk ke penjara.
"Ada apa dengan mu,kenapa terlihat sangat panik?" tanya Bram yang baru saja masuk ke ruangan Cindy berada.
"Orang suruhan ku sudah dua hari ini tidak bisa di hubungi paman" jawab Cindy.
"Habis kamu suruh apa memang nya?" tanya Bram.
"Aku menyuruh nya menabrak seorang wanita paman,gara gara wanita itu Jack sekarang tidak mau lagi dengan ku" jawab Cindy kesal.
"Siapa wanita itu?" batin Bram.
"Siapa nama wanita yang kamu maksud? tanya Bram.
"Kalo gak salah nama nya Nia paman,memang nya kenapa?" jawab Cindy.
"Tidak apa apa" jawab Bram.
"Paman,kalo aku lihat lihat sepertinya Jack mencintai nya" ucap Cindy.
"Apa kamu yakin?" tanya Bram.
"Aku sangat yakin" jawab Cindy.
Bram yang mendengar itu merasa senang,mungkin ini bisa di jadikan kelemahan untuk menghancurkan Jack.
"Ini adalah kabar bagus,kalo memang benar Jack sedang mencintai seseorang,aku bisa memanfaat kan wanita itu untuk menghancurkan Jack" batin Bram lalu tersenyum miring.
"Paman" panggil Cindy.
"Hmm" jawab Bram.
"Paman kenapa senyum senyum sendiri?" tanya Cindy.
"Tidak ada.Paman akan pergi sekarang" jawab Bram,lalu Bram berdiri dan pergi meninggalkan Cindy di ruang keluarga.
Bram pergi ke markas nya untuk menemui tangan kanan nya yaitu Yan.
Sesampai di markas Bram di sambut oleh beberapa anak buah nya dan langsung masuk.Bram datang ke markas untuk menemui Yan.
Bram sudah berada di suatu ruangan bersama yan.
"Yan,aku mempunyai sebuah rencana baru untuk menghancurkan Jack" ucap Bram.
"Apa rencana mu Bram?" tanya Yan.
"Kita bisa menghancurkan nya lewat orang yang yang sangat dekat dengan nya " jawab Jack.
"Bram sebaik nya kamu berhenti berurusan dengan mereka,mereka sangat kuat Bram" ucap Yan.
"Braakk" Bram menggebrak meja nya.
"Ada apa dengan mu,kenapa sangat takut sekali berurusan dengan nya,kita lebih tua dari nya dan tentu nya kita jauh lebih berpengalaman dari pada laki laki itu" ucap Bram.
"Memang kita lebih tua darinya Bram,tapi kekuatan dan nyali tidak memandang umur dan aku yakin kalo kita berusaha menghancurkan mereka maka kita sendiri lah yang akan hancur nanti nya" balas Yan sinis.
Bram sangat marah ke pada Yan yang terus terusan meremeh kan dirinya.
Bram berdiri dan langsung mencengkram kerah baju Yan.
"Mau pukul? silahkan,tapi asal kamu tahu,aku melakukan ini demi keselamatan mu juga,aku tidak mau kamu hancur hanya karena berurusan dengan laki laki itu" ucap Yan.
Bram melepas kan cengkraman nya lalu mulai berpikir sejenak,tapi kini tekat nya sudah bulat ingin menghancurkan Jack.
"Kamu tenang saja Yan,aku akan baik baik saja" ucap Bram tegas.
"Terserah kamu Bram,tapi untuk soal ini aku tidak mau ikut campur,aku masih sayang nyawaku " ucap Yan lalu pergi meninggalkan Bram.
Di sisi lain Nia sedang berada di taman rumah sakit bersama Jack, sesekali mereka tertawa ,ntah kenapa Jack sangat bahagia sekali jika bersama dengan Nia.
Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.
Banyak pasang mata yang iri melihat kedekatan mereka.
Hari sudah sore
Hingga tiba tiba ada seorang wanita datang kepada Jack.
"Sayang kamu ngapain di sini,sama wanita penyakitan lagi" ucap Cindy lalu menatap sinis ke arah Nia.
"Kamu kan wanita yang pernah menabrak ku di supermarket" ucap Nia.
"Sayang apa kamu mengenal nya?" tanya Jack kepada Nia lalu tersenyum miring kepada Cindy.
Nia membulatkan mata nya saat mendengar Jack memanggil diri nya dengan sebutan sayang.
"Sayang kenapa kamu memanggil wanita penyakitan ini dengan sebutan sayang?" tanya Cindy yang mulai kesal.
Jack menatap Nia seolah oleh ingin Nia mengatakan sesuatu.
Nia mengerti harus melakukan apa sekarang.
"Sayang ayo kita kembali ke ke ruangan ku" Ajak Nia lalu tersenyum kepada Jack.
"Ayo sayang" jawab Jack lalu mendorong kursi roda Nia masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangan dimana Nia di rawat.
Sesampai di ruangan Nia di rawat Jack membantu Nia naik ke atas brankar.
"Tuan" panggil Nia.
"Hmm" Jack hanya berdehem.
"Tuan kenal dengan wanita tadi?" tanya Nia.
"Aku mengenal nya" jawab Jack.
"Oooh.." Nia hanya ber oh riaah.
"Tadi kamu bilang dia pernah menabrak mu di supermarket,coba kamu ceritakan kejadian waktu itu" ucap Jack.
"Jadi gini tuan,aku kan mendorong troli tapi tiba tiba ada seseorang menabrak ku dan orang itu adalah dia tadi,trus dia marah marah dan mau menampar ku.." belum sempat Nia melanjutkan cerita nya.
"Dia menampar mu?" tanya Jack.
"Tuan aku belum selesai cerita nya" ucap Nia.
"Ya,lanjutkan" ucap Jack.
"Pada saat dia ingin menampar ku tiba tiba ada seorang laki laki mencegah tangan nya,nah setelah itu mereka bertengkar tuan" cerita Nia.
"Kenapa mereka bertengkar?" tanya Jack.
"Laki laki itu menyuruh wanita tadi untuk menjelaskan semua kepada orang yang nama nya Jack kalo kejadian 4 tahun yang lalu adalah sebuah jebakan dari wanita tadi,tapi wanita tadi malah kabur" cerita Nia.
"Apa kamu kenal dengan laki laki itu?" tanya Jack.
"Iya tuan,nama nya Zein,aku mengenal nya saat aku bekerja di cafe milik nya" jawab Nia.
Jack diam lalu berpikir.
"Aku sudah mengira kalo yang di maksud Nia adalah Zein,tapi kenapa Zein berbicara seperti itu bukan nya itu adalah rencana nya untuk merebut Cindy dari ku,aku harus menyelidiki nya" batin Jack.
"Tuan" panggil Nia.
"Apa" jawab Jack.
"Tuan kenapa diam,apa tuan mengenal Zein?" tanya Nia.
"Ya ,aku mengenal nya" jawab Jack.
"Berati Jack yang di maksud Zein adalah tuan?" tanya Nia.
"Iya" jawab Jack.
"Kamu kenapa jadi banyak tanya sekarang" ucap Zein.
"Tuan tidak suka ya,baiklah aku akan diam" ucap Niaa,lalu Nia diam hingga beberapa menit.
"Kenapa diam,bicaralah aku lebih suka kamu yang banyak bicara" ucap Jack.
"Iya tuan" ucap Nia.
"Tuan aku ingin pulang" ucap Nia sambil menunduk.
"Kamu belum sembuh total Nia,tetaplah disini sampai kamu benar benar sembuh" ucap Jack.
"Aku tidak apa apa tuan,gak ada yang sakit kok" ucap Nia.
"Kamu yakin tidak sakit?" ucap Jack lalu memegang kepala Nia yang masih di perban.
"Awss" rintih Nia.
"Kamu masih sakit,belum boleh pulang" ucap Jack.
"Bagiamana gak sakit orang kepala ku di tekan" batin Nia.
.
.
.
.
.
Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.