My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 7



Jack mengendarai mobil menuju mansion,dia masuk ke dalam kamar, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan bercak darah yang menempel di baju.


Setelah selesai malakukan ritual mandi nya.Jack rebahan di atas ranjang,saat berbaring dia merasa ada yang aneh di bawah selimut,lalu Jack membuka selimut dan ternyata.


"Kalung siapa?" tanya Jack kepada diri nya sendiri,dia mengambil kalung itu.


Kalung tersebut memiliki liontin kotak yang berisi foto,Jack mencoba membuka kotak itu.Mungkin sudah terlalu lama tidak pernah di buka sehingga sangat sulit membuka nya.Jack berpikir sejenak mengenai pemilik dari kalung.


"Apa mungkin ini kalung gadis yang ku selamatkan waktu itu" ucap Jack saat berpikir.


Di sisi lain.


Maya dan Nia sedang berjalan beriringan untuk mengantar pesanan pengunjung cafe,Maya melihat leher Nia yang biasa menggunakan kalung,namun sekarang Nia tidak menggunakan nya.


"Nya,tumben kalung nya di lepas" ucap Maya.


"Ha,aku tidak melepas nya kok" balas Nia lalu menggerayai leher mencari kalung nya namun nihil kalung nya tidak ada.


Nia tidak tahu kalung nya hilang di mana,dan itu membuat Nia menjadi panik.


"Di mana kalung ku" panik Nia.


"Coba kamu ingat-ingat,terakhir kali nya kamu menggunakan kalung itu" saran Maya.


"Aku tidak tahu " ucap Nia dengan nada sedih.


Nia dan Maya sudah sampai di meja pelanggan nya lalu meletakkan pesanan pelanggan di meja.


Nia sedih karena kehilangan kalung yang sudah diri nya pakai sejak kecil.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,seperti biasa,Nia pulang berjalan kaki sendirian,di jalan,Nia tidak berhenti memikirkan kalung milik nya yang hilang.


Saat di tengah jalan Nia bertemu lagi dengan 2 preman yang menghadang diri nya kemarin,sungguh tidak ada kapok kapok nya padahal kemarin sudah di hajar oleh Jack.


"Mau apalagi kalian" ucap Nia.


"Kamu sudah membuat kami babak belur di hajar oleh teman mu itu" ucap preman tersebut mengira bahwa Jack adalah teman Nia.


"Aku tidak kenal dengan mereka" ucap Nia.


"Bohong,mana mungkin dia menolong orang yang tidak dia kenal,kamu harus menerima pembalasan dari kami karena kamu kami babak belur" ucap preman tersebut.


Nia tidak menjawab dan langsung lari sekencang mungkin.


Tinnn...


Nia menutup mata.


Pemilik mobil turun menghampiri Nia.


"Jangan berlarian di tengah jalan,kalau kamu tertabrak siapa yang repot" ucap lelaki tersebut,Nia langsung membuka mata nya.


"Tu-tuan,tolong saya" kata Nia memohon.


"Saya di kejar kejar oleh preman kemarin" timpal Nia.


Ke 2 preman itu semakin dekat.


"Serahkan wanita itu kepada kami" ucap salah satu dari mereka.


Jack yang mendengar itu langsung membalikan badan nya dan membuat ke 2 preman tersebut kaget.


"Kamu lagi" ucap preman dengan nada marah karena ingat saat mereka di gebuk i tanpa ampun oleh Jack.


Kedua preman tersebut menyerang Jack sacara bersamaan dan mereka pun berkelahi,namun tenaga Jack lebih besar dari pada mereka.Tidak butuh waktu lama Jack sudah melumpuhkan kedua preman itu.


Jack memanggil anak buah nya lewat telepon.


"Segera kesini" (Menunjukkan alamat).


Jack langsung mengakhiri telepon nya,lalu berjalan mendekati Nia.


Jack memandang sekilas wajah Nia yang tampak ketakutan,lalu Jack merogoh saku nya mengambil kalung yang di temukan di ranjang, Jack menggenggam kalung itu.


"Apa kamu kehilangan sesuatu saat menginap di mansion ku?" tanya Jack kepada Nia.


Nia mengangguk."Saya kehilangan kalung saya tuan,tetapi saya tidak tahu kalung saya hilang di mana" ucap Nia dengan nada sedih.


Jack diam lalu Nia berbicara lagi."Apa tuan menemukan nya?" tanya Nia menyelidik.


Jack menggantung kalung itu di hadapan Nia.


"Apa ini milikmu?" tanya Jack.


"Iya tuan itu kalung saya,,aaahh,syukurlah saya menemukan nya lagi" ucap Nia dengan wajah berbinar.


Lalu Jack memberikan nya kepada Nia,selang beberapa menit anak buah Jack sudah datang dan langsung membawa ke 2 preman tersebut.


"Tuan,terima kasih anda sudah menolong saya beberapa kali,saya tidak tahu harus membalas nya dengan apa" lirih Nia.


Jack hanya diam menatap wajah Nia dengan tatapan yang tidak dapat di artikan, Nia yang merasa di tatap langsung menundukkan kepala karena malu.


"Tuan mengapa menatap saya seperti itu,apa ada yang salah dengan wajah saya" ucap Nia sambil memegangi pipinya yang sudah merah.


"Yasudah tuan saya harus pulang,bibi sudah menunggu di rumah" ucap Nia berpamitan.


"Aku akan mengantarmu" ucap Jack.


"Tidak perlu tuan,saya bisa pulang sendiri" ucap Nia.


"Saya tidak suka penolakan,ayo masuk mobil" ucap Jack berjalan kearah mobilnya.


Nia hanya pasrah karena kini badannya kelelahan habis berlarian di tambah lagi habis bekerja di cafe yang selalu ramai pengunjung, Nia mengikuti Jack dan langsung masuk mobil.


Di perjalanan hanya hening.


"Tuan berhenti di situ ,rumah saya sudah dekat" ucap Nia karena tidak mungkin mobil Jack bisa masuk ke gang sempit jalan ke rumah bibi nya.


Jack pun berhenti,Nia langsung turun dari mobil Jack,belum sempat Nia berterimakasih Jack sudah melajukan mobil nya.


"Ck,sombong sekali dia" ucap Nia kesal.


Nia sudah sampai di rumah bibinya,dan seperti biasa,bibi nya menyapa Nia saat pulang, Nia masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh yang sudah lengket karena keringat,selesai mandi Nia pergi ke dapur untuk makan malam,Nia makan malam sendirian karena bibinya sudah makan duluan sebelum Nia pulang.


Selesai makan Nia kembali ke kamarnya untuk tidur.Tidak butuh waktu lama Nia sudah tertidur,mungkin karena efek kelelahan membuat Nia cepat tertidur.


Di markas Red flows.


Jack sudah sampai di markas, lalu berjalan ke arah ruangan nya.Di ruangan Jack sudah ada Raka.


"Di mana Arion?" tanya Jack.


Raka menjawab."Di ruangan nya tuan,sedang bersama komputer kesayangannya".


Di ruangan Arion.


"Haaaciim,sepertinya ada yang sedang membicarakan aku" ucap Arion setelah bersin.


Jack keluar dari ruangan nya menuju ruang tahanan,seperti biasa Jack selalu membawa Ares untuk menemaninya.


"Ceklek" pintu terbuka, memperlihatkan ke 2 preman yang sedang pingsan dengan tangan dan kaki di ikat.


Jack menunggu preman tersebut sadar karena tidak seru jika bermain dalam keadaan pingsan.


Karena sudah terlalu lama menunggu preman t yang tidak sadar sadar,Jack menyuruh anak buah nya mengambil air se ember.


Byurr....


Jack menyiram mereka dengan air sehingga membuat mereka tersadar.


"Kurang ajar kamu bang*at,dasar pengecut beraninya dengan tangan kami yang sedang di ikat" ucap salah satu dari mereka.


"Lepaskan ikatan mereka" suruh Jack kepada anak buah nya.


Mereka sudah lepas dari ikatan di tangan dan kaki ,lalu Jack mendekat i mereka dan mengeluarkan Ares dari sakunya, Jack menggores ke dua pipi preman tersebut.


Sreettt*


Sreetttt*......Aaahk....


"Breng**k kurang ajar kau bang*at" bentak preman tersebut.


Lalu Jack beralih kepada satu preman lain lalu mengukir nama nya di tangan preman tersebut dengan pisau kesayangan nya.


Tidak berhenti sampai di situ Jack mencongkel mata kedua preman tersebut lalu memasukkan nya ke mulut secara paksa dan "Hueeekkkk" preman tersebut muntah karena tidak tahan dengan rasa mual setelah menelan matanya sendiri.


Setelah selesai Jack langsung menebas kepala ke dua preman tersebut dan menggelinding di lantai,anak buah Jack yang melihat itu langsung mualll dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain karena tidak kuat melihat mayat yang mati menggenaskan.


Setelah selesai Jack keluar dari ruang tahanan dan menyuruh anak buah nya membereskan sisah nya.


"Kalian bersihkan ruang tahanan dan bakar mayat mereka" perintah Jack kepada anak buahnya.


Jack berjalan ke ruang pribadinya untuk membersihkan tubuh yang penuh dengan cipratan darah preman tadi..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak agar author lebih semangat melanjutkan episode selanjutnya♥️.