
"Kamu!" pekik Jack penuh amarah.
"Itu tidak benar,mereka bertiga bohong! jelas kalau mereka membela dia karena majikan nya sendiri dan memfitnah ku,kalian lihat sendiri kan siapa yang jatuh?" elak Anggun yang masih setia di lantai.
"Kami tidak berbohong tuan,itu memang benar dia jatuh sendiri" bi Ita juga tidak mau kalah.
"Jangan percaya sama dia!.Tente percaya kan sama aku" rengek Anggun.
"Sudah sudah, Anggun kamu berdiri!" ucap Mama Adelina.
_
Mereka sudah kembali ke ruang tamu,sekarang bukan hanya Jack saja yang menatap Anggun dengan penuh kebencian tapi juga Nia.
Mama Adelina yang melihat itu hanya menghela nafas nya.
"Sebenar nya Mama kesini mau membahas pernikahan kalian" ucap Mama Adelina.
Anggun langsung menoleh ke arah Tante Adelina setelah mendengar kalau Jack dan Nia akan menikah.
"Jadi,apa kalian sudah menentukan tanggal nya?" tanya Mama Adelina menatap anak dan calon menantu secara bergantian.
"Sudah Ma" jawab Nia.
"Kapan?" tanya Mama Adelina lagi.
"Tanggal 4 Desember Ma".
"Secepat itu?".
"Iya Ma".
"Acara pernikahan nya akan di adakan di mana ?" .
Nia melirik Jack menanti jawaban dari nya.
"Sayang,kenapa diam"ucap Mama Adelina kepada Nia.
"Acara nya di adakan di salah satu gedung milik ku Ma,acara nya juga akan sangat berbeda dari acara pernikahan orang lain ,jadi jangan terkejut jika nanti dekorasi nya sedikit aneh" sahut Jack yang tahu kalau calon istri nya bingung harus menjawab apa.
"Berbeda? dekorasi yang gimana maksud kamu nak?" tanya mama Adelina penasaran,Nia juga penasaran dengan tempat dan dekorasi yang di maksud calon suami nya.
"Nanti kalian juga tahu,tempat nya seperti biasa di gedung,hanya saja suasana nya akan seperti di dalam hutan" jawab Jack.
"Mama tidak mengerti apa maksud mu,tapi yasudah kita lihat saja nanti,mama penasaran seperti apa tempat dan dekorasi nya sehingga membuat suasana seperti di hutan" ucap Mama Adelina.
"Aku juga penasaran" sahut Nia tanpa sadar.
"Bisa bisa nya kamu penasaran juga sayang,seharus nya kamu tahu seperti apa tempat nya" mama Adelina menepuk bahu Nia.
Sedangkan Anggun sangat kesal karena di abaikan sedari tadi.
"Undangan nya,apa sudah di sebar?" tanya mama Adelina.
"Belum Ma,masih di urus" jawab Jack.
"Ya sudah,kalau begitu Mama pamit pulang ya".
"Kok buru buru sekali ma" ucap Nia.
"Iya sayang,mama sudah di tungguin sama teman arisan mama" balas Mama Adelina.
"Iya Ma,hati hati di jalan".
Setelah kepergian mama Adelina dan Anggun.
Jack melihat ada yang ingin di katakan oleh calon istri nya,namun selalu di urungkan.
"Apa yang ingin kamu katakan!" tanya Jack.
"Sebenar nya ada masalah apa dengan Anggun,sampai sampai kamu sangat membenci nya?" tanya Nia dengan menatap Jack.
"Baiklah aku akan menceritakan apa yang sudah dia perbuat" jawab Jack lalu menceritakan semua yang telah di alami nya,mulai dari aksi pencurian berkas hingga memberi racun di minuman nya.
Nia syok mendengar cerita Jack ,pantesan saja Jack sangat membenci Anggun, ternyata ini alasan nya.
"Ekspresi mu jangan terlalu serius" ucap Jack yang tidak tahan dengan ekspresi Nia.
Dengan sigap Nia mengubah ekspresi wajah menjadi biasa saja.
"Kamu tidak khawatir dengan ku? bagaimana jika aku mati karena racun itu?" tanya Jack yang ingin melihat ekpresi Nia selanjut nya.
"Kalau mati berarti sudah takdir" jawab Nia yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jack.
"Ma-maksud ku bu-bukan begitu kok" ucap Nia terbata bata.
Jack mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Siap siap lah,kita akan pergi hari ini" ucap Jack tanpa menoleh ke arah Nia.
Tanpa menunggu lama Nia langsung pergi untuk bersiap siap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan like ya🤗