
Malam telah tiba.
Jack dan para anak buah nya sudah berangkat menuju ke kediaman Lio.
Setelah satu jam setengah menempuh perjalanan,mereka sudah sampai di tempat tujuan nya,tapi mereka memakirkan mobil nya sedikit jauh dari rumah itu.
Jack dan para anak buah nya memakai jaket anti peluru yang di balik nya terdapat banyak saku untuk menyimpan banyak senjata api.
Karena tidak ingin warga yang berada di sekitar rumah itu mendengar suara tembakan,jadi ia memutuskan untuk membawa pistol yang bisa di bilang tidak berbunyi sama sekali saat melakukan penembakan.Tentu nya senjata ini hanya di miliki oleh mafia red flows,karena Jack yang merekomendasikan nya sendiri kepada pabrik senjata.
Semua sudah siap,tinggal menunggu aba aba dari tuan nya
Jack berjalan dengan santai menuju gerbang lalu menembaki dua penjaga yang yang sudah sedari tadi berdiam di samping gerbang.
Setelah di rasa aman.Jack langsung masuk bersama anak buah nya,terlihat ratusan anak buah Lio sedang berkeliaran di halaman rumah mewah itu.
Mereka semua menyadari kalau ada penyusup yang datang.
Jack dan parah anak buah nya mengambil posisi masing masing,lalu menembaki semua anak buah dari Lio dengan tanpa suara yang berisik.
Berkali kali mereka ganti senjata, setelah senjata satu peluru nya habis,mereka langsung mengambil senjata lain nya yang berada di dalam jaket masing masing.
Setelah di rasa beres dengan anak buah yang berada di halaman,Jack langsung masuk bersama anak buah nya,mereka melakukan hal yang sama,yaitu menembaki setiap kali betemu anak buah dari Lio yang terlihat.
Sedangkan di sisi lain,Nia sedang bersantai di sebuah kamar dengan membaca buku.
Tiba tiba seorang pria datang mendobrak pintu.
Pria itu langsung menarik Nia hingga terjatuh ke lantai.
"Awssh" rintih Nia.
"Lio! kenapa kamu melakukan ini" Nia mencoba untuk berdiri namun di dorong lagi hingga kepala nya terbentur ke kaki ranjang.
"Hahaha,kau pikir selama ini aku berbaik hati dengan mu tanpa alasan? kau salah nona,kau itu hanya alat bagiku untuk menghancurkan majikan mu yang sangat kejam itu!".
"Kamu tahu? dia sudah membunuh kekasih ku,orang yang sangat aku cintai.." air mata Lio jatuh saat itu juga,sedangkan Nia takut memandang Lio yang seperti orang kesetanan.
"Dan apa kau tahu ? kalau kau adalah orang yang sangat spesial di dalam hidup iblis itu.Maka dari itu aku sengaja datang jauh jauh dari Meksiko hanya untuk membunuh mu agar si iblis itu juga merasakan apa yang telah aku rasakan selama ini,hahahah" Lio menatap tajam ke arah Nia dengan tertawa tidak jelas seperti orang gila.
"Iblis? siapa yang kau maksut?".
"Majikan mu,yah! majikan mu adalah seorang manusia berjiwa iblis" Lio mendekat dan langsung mencengkram leher Nia dengan sangat kuat.
Nia berusaha untuk berteriak namun sia sia.
Air mata Nia mengalir deras merasakan sakit di leher nya.
Bugh* plak*
Lio terhempas jauh saat Jack mendengang nya dengan sangat keras,dan tanpa ampun Jack memukuli Lio dengan membabi buta.
"Tuan, hentikan!" dengan suara serak Nia berteriak mencoba mengentikan tindakan tuan nya namun tidak di hiraukan sama sekali oleh Jack.
Sedangkan para anak buah Jack diam menyaksikan tindakan tuan nya.
Setelah di rasa puas dengan apa yang di lakukan nya,Jack berhenti lalu menghampiri Nia dan memeluk nya.
"Aku tidak apa apa tuan, terimakasih sudah menolong ku,hiks aku takut tuan,dia ingin membunuh ku" Nia menangis di dalam pelukan Jack.
"Tenang lah,sekarang kamu sudah aman bersama ku" ucap Jack lalu mengusap air mata Nia.
"Aku mohon jangan pergi lagi dari ku" ucap Jack yang semakin mengeratkan pelukan nya.
Sedangkan para anak buah nya diam menyaksikan kejadian langkah,karena baru kali ini seoarang leader mafia yang terkenal kejam sedang memohon kepada seorang wanita.
"Tuan,aku susah bernafas" ucap Nia karena Jack sangat mengeratkan pelukan nya.
Jack melepas pelukan nya lalu memerintah kan anak buah nya untuk membawa Lio ke markas.
Sebelum Lio di bawa oleh anak buah Jack,ia mengambil sesuatu dari saku nya lalu menekan tombol merah.Yaitu sebuah tombol yang biasa di gunakan saat membunuh anak buah nya sendiri.
Nia masih merasa sedikit takut dengan tuan nya,namun di sisi lain diri nya juga merasa aman seperti saat ini.
Jack dan Nia keluar terlebih dahulu,sedangkan Arion,Raka dan Frans masih di dalam kamar yang Nia tempati beberapa hari ini.
Tapi sebelum mereka bertiga membawa Lio ke markas,mereka memberi pelajaran terlebih dahulu karena Lio sudah berani mengusik kehidupan tuan nya.
Lio benar benar sudah tidak berdaya,hidung yang berdarah di tambah bibir nya yang sedikit robek,dan beberapa gigi nya juga lepas akibat dari pukulan Jack dan ketiga anak buah nya.
Setelah puas,mereka langsung menyeret tubuh Lio keluar.
Namun langkah mereka berhenti ketika melihat tuan dan nona nya berdiri di tangga sambil melihat lihat keadaan sekitar nya yang penuh dengan mayat,dengan kondisi seperti tersetrum arus listrik.
Raka menjelaskan semua nya kepada Jack tentang alat yang sudah tertanam di semua tubuh anak buah Lio.
Yang di mana,kalau mereka menyentuh nya maka badan nya juga ikut tersetrum.
"Arion,Frans kenapa Lio di seret menuruni tangga? kasihan dia, pasti badan nya sakit!" ucap Nia saat melihat tangan Frans dan Arion menarik tangan Lio menuruni tangga,hingga membuat badan Lio terpental pental.
"Dia tidak merasakan sakit nona,jadi tenang saja" ucap Arion.
Lalu Nia melihat Lio kembali ,dan benar saja untuk saat ini Lio pasti tidak merasa kesakitan karena diri nya dalam keadaan pingsan.
"Tadi dia tidak separah ini" ucap Nia dengan raut wajah bingung melihat luka Lio yang bertambah.
Jack tidak menanggapi pembicaraan mereka dan langsung pergi di susul Nia di belakang nya.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.