
Beberapa jam kemudian..
"Sungguh malang sekali nasib mu" ucap Jack dalam hati.
"Tuan,Nia sudah sadar" ucap Maya pada saat melihat Nia membuka mata nya.
Jack bernafas lega lalu berdiri dan mendekati Nia.
"Tuan,dimana bibi?" tanya Nia dengan menahan tangis.Sungguh melihat keadaan Nia saat ini membuat hati Jack sangat sakit.
Jack hanya diam dan itu membuat Nia tidak dapat menahan tangis nya lagi.
Di saat Nia menangis tiba tiba Maya mendapatkan sebuah pesan yang isi nya adalah kabar kalau bibi nya Nia sudah di temukan,namun sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
******
Sudah dua hari Nia mengurung diri nya di kamar dan sering menangis setelah kepergian bibi nya.
"Kenapa? kenapa harus secepat ini" ucap Nia di sela sela tangis nya.
Ceklek* pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria dengan membawa nampan berisi makanan di tangan nya, ia berjalan ke arah Nia.
"Aku membawakan makanan untuk mu,aku harap kamu tidak menolak nya lagi" ucap Jack karena dua hari ini Nia selalu menolak makanan yang di berikan kepada nya.
"Aku tidak mau tuan, terimakasih" lagi lagi Nia menolak,namun kali ini Jack tidak akan menyerah begitu saja,ia akan memaksa nya karena tidak tahan lagi melihat kondisi Nia yang bisa di bilang sangat mengkhawatirkan.
"Kamu akan mati jika tidak makan" ucap Jack dengan nada memprovokasi.
"Tidak masalah tuan,justru aku menginginkan kematian segera menjemput ku" balas Nia lalu tersenyum.
"Ck,ternyata kau sudah bosan hidup " ucap Jack lalu meletakkan nampan berisi makanan itu di meja yang berada tidak jauh dari ranjang tempat Nia duduk.
"Aku sudah tidak punya siapa siapa lagi tuan,jadi untuk apa aku hidup sekarang" ucap Nia dengan pandangan lurus.
"Kamu masih punya saya,bahkan saya rela tidak pergi ke kantor selama dua hari ini hanya untuk menemanimu,tapi apa balasan mu? setiap aku memberimu makan,kamu selalu menolak nya" balas Jack sinis.
Tiba tiba ada perasaan bersalah setelah mendengar perkataan Jack.Memang benar selama dua hari ini Jack tidak pergi ke kantor.
"Maafkan saya tuan" ucap Nia menunduk.
"Hanya kata maaf tidak cukup" ucap Jack datar.
"Lalu? harus dengan cara apa tuan?" tanya Nia.
"Ini makan!" Jack memgambil nampan berisi makanan itu lalu menyerahkan nya kepada Nia.
Tanpa basa basi Nia langsung memakan nya.
Beberapa menit kemudian makanan Nia sudah habis.
Jack mendekati Nia dan mulai berbicara.
"Seharus nya kamu tidak boleh lemah karena hal ini".
"Tunjukan bahwa kamu adalah wanita yang kuat,dan jangan coba coba mempunyai keinginan segera mati,karena kamu tidak tahu betapa banyak nya orang yang memohon mohon untuk lepas dari kematian nya,tapi permohonan dia tidak di hiraukan sama sekali".
"Jika kamu mengalami masalah,apapun itu masalah nya tetaplah bersikap tenang dan dewasa" ucap Jack lagi.
"Tuan bisa berbicara seperti itu karena tidak pernah kehilangan orang yang tuan sayangi bukan?" balas Nia.
Jack menghela nafas nya sebelum bercerita.
"Aku pernah berada di posisi mu saat ini,bahkan bisa di katakan jauh lebih buruk".
"Aku pernah mempunyai keluarga yang lengkap.Aku juga mempunyai kakak laki laki yang hanya beda dua tahun dari ku, kami hidup damai dan bahagia saat itu,namun semua kebahagiaan itu hilang setelah mereka datang dan membunuh satu per satu keluarga ku di depan mata kepala ku sendiri" Jack mengepalkan tangan nya.
"Setelah mereka berhasil membunuh kedua orang tua ku,mereka mengincar ku dan kakak ku dan untung nya kami berhasil melarikan diri dari mereka".
"Seminggu setelah kejadian itu,kami tinggal di kolong jembatan bersama anak anak di sana,kami makan dari hasil ngamen di lampu merah".
Jack menghela nafas lagi sebelum melanjutkan cerita nya.
"Saat itu kami selesai ngamen,dan berinisiatif untuk pulang.Namun saat kakak ku nyebrang dia tidak melihat kalau lampu sudah kembali hijau,dan tepat di hadapan ku lagi aku melihat kakak ku yang bersimbah darah di tengah jalan,dia tertabrak mobil.Aku ingin sekali berlari ke arah kakak ku,namun keberuntungan tidak berpihak kepada ku karena tiba tiba mereka yang membunuh kedua orang tua ku menemukan ku dan membawa ku pergi".
"Jika kamu bertanya kenapa aku bisa lepas dari mereka! aku tidak akan menjawab nya" ucap Jack.
"Hiks hiks huhuhu" Nia menangis ternyata tuan nya lebih menderita dari diri nya.
"Hei kenapa menangis" Jack menepuk bahu Nia.
"Aku tidak menyangka kalau kehidupan tuan di masa lalu sangat lah buruk" ucap Nia sambil menghapus air mata nya.
"Ya! bahkan aku masih berharap kalau kakak ku masih hidup" ucap Jack,terlihat mata Jack yang mulai berkaca kaca.
Nia melihat tuan nya menangis dan tanpa sadar tangan nakal nya menghapus air mata yang mengalir di pipi Jack.
Nia menarik tangan nya kembali setelah sadar apa yang telah dia lakukan.
Setelah kondisi Jack terlihat lebih tenang dari sebelum nya,Nia berinisiatif ingin bertanya namun ia urungkan karena menurut nya ini bukan lah waktu yang tepat.
"Aku tahu isi pikiran mu, tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan" ucap Jack.
"Dia bahkan bisa membaca pikiran ku" batin Nia.
"Kenapa tuan tidak mau menceritakan,cara tuan bebas dari mereka?" tanya Nia sedikit ragu ragu.
"Bagiamana bisa aku menceritakan kepada mu kalau aku bebas dengan cara membunuh mereka dengan cara yang bisa di bilang mustahil di lakukan oleh anak seusia 5 tahun" batin Jack.
"Aku tidak akan menceritakan nya" balas Jack.
Nia tampak kecewa dengan jawaban tuan nya,padahal diri nya ingin tahu cara tuan nya membebaskan diri.
******
Satu hari setelah Jack menceritakan masa lalu nya, Nia sudah bisa kembali menjalan kan aktifitas nya seperti semula.Mulai memasak dan mengantarkan makan siang kekantor tuan nya.
.
.
.
.
Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.