
"Hallo boss,,,,,,target sudah berada di tangan saya" ucap seorang pria lewat telepon.
"....".
"Baik boss" telepon terputus.
"Buat dia sadar,kalau perlu siram dia!" perintah pria itu kepada teman nya.
"Euugh.." Nia membuka mata nya.
"Bagus! aku tidak perlu repot repot membangunkan mu" ucap nya saat melihat Nia sudah sadar.
"Tolong aku... " mohon Nia dengan suara berat.
Kedua pria itu menelan ludah dengan susah payah ,ketika melihat tubuh Nia yang menggeliat dengan tangan dan kaki terikat.
"Dasar jalang! berani sekali kau menggodaku!" bentak nya.
"Tolong aku.....Pa- panas..." lirih Nia,ia benar benar sudah tidak tahan,hawa panas berhasil menyelimuti diri nya,bahkan saat ini tubuh nya sudah di penuhi dengan keringat.
Nia masih dalam keadaan sadar,ia berusaha melepas ikatan tangan nya dengan hati hati agar kedua pria itu tidak tahu.
"Tahan! kita tunggu aba aba dari boss dulu" ucap pria itu kepada teman nya.
Nia bernafas lega saat ikatan tangan nya berhasil lepas.
"Niat nya mau menyiksa dia, tapi malah kita yang tersiksa" ucap pria itu, ia sudah sedari tadi menahan hasrat yang tidak kunjung tersalurkan,begitupun juga Nia saat ini sangat tersiksa karena masih dalam pengaruh obat.
Diam diam Nia melepas ikatan di kaki saat mereka sedang sibuk berbincang,dan berhasil! mereka tidak sadar sama sekali.
Ia melihat tongkat besi berada tidak jauh dari diri nya,dengan langkah pelan dan hati hati Nia mengambil tongkat itu.
Bugh*
Satu dari mereka pingsan karena mendapat pukulan di bagian leher ,mungkin saat ini leher nya sudah patah.
"Berhenti! atau aku akan membuat mu seperti dia!" bentak Nia.
"Hahaha,kamu pikir aku takut hah?".
Braakk* pintu terbuka.
Bugh*
Bugh*
Jack memukul pria itu dengan dengan brutal,setelah di rasa puas ia melihat ke arah Nia yang berjalan sempoyongan ke arah diri nya.
"Aku tahu kamu pasti datang" lirih Nia lalu...
Brukkk*
Jack berhasil menangkap Nia,kedua pria itu di serahkan kepada Elvano yang saat itu baru datang,lalu Jack langsung membawa Nia pergi di ikuti Eva.
"Kalian..!" amarah Elvano memuncak,ia menarik paksa salah satu pria itu agar bangun.
Bugh* Elvano menendang pria itu hingga terpental jauh.
Belum di rasa puas, ia menginjak perut pria itu hingga mulut nya mengeluarkan darah.
Setelah puas,ia menghubungi Frans yang ia tahu sebagi sekretaris sekaligus anak buah dari adik ipar nya.
Sebelum pergi, Elvano mengikat mereka menggunakan tali bekas mengikat Nia tadi.
Flashback on.
Eva sudah lama menunggu Nia kembali,perasaan Eva sudah tidak enak,ia memutuskan untuk menyusul Nia ke ketoilet,tapi naas sesampai di toilet tidak menemukan keberadaan Nia sama sekali.
Dengan perasaan khawatir dan cemas Eva memberitahu Elvano.
Saat itu Jack mendatangi Elvano dan Eva karena sedari tadi tidak melihat keberadaan istri nya sama sekali.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Jack saat melihat Elvano sedang menahan amarah.
"Istri mu hilang".
"Seharus nya kamu menjaga nya,bukan malah asik ngobrol dengan mereka!" sambung Elvano .
Tanpa membalas ucapan Elvano,Jack langsung pergi untuk melihat cctv.
Rahang Jack dan Elvano mengeras bersamaan saat melihat rekaman Cctv.
Sedangkan Eva menutup mulut nya tidak percaya.
Elvano mengikuti Jack menuju ruangan di mana pria itu membawa Nia masuk ke dalam.
Flashback off.
_
Jack membawa masuk Nia ke dalam kamar di mansion,di sana sudah ada dokter yang sudah siap menangani.
Terlihat jelas dari raut wajah dokter itu seperti habis lari maraton,bagaimana tidak saat sedang santai di rumah sakit tiba tiba ia mendapat pesan dari Jack untuk segera datang ke mansion sebelum diri nya pulang,kalau sampai telat,Jack mengancam akan membuat dokter itu di pecat dan tidak akan menemukan pekerjaan lagi.
Jack menatap tajam ke arah dokter , mengisyaratkan agar Nia segera di periksa.
Dengan tangan gemetar dokter itu memeriksa Nia,sungguh ia tidak tahan mendapat tatapan maut dari Jack.
"Saya perlu bicara berdua dengan anda tuan" ucap dokter itu kepada Jack.
"Kalau begitu aku akan keluar" ucap Eva lalu pergi.
"Katakan!" ucap Jack.
"Istri tuan dalam pengaruh obat perangsang dan campuran obat tidur,dan saya khawatir kalau hasrat nya tidak segera tersalurkan akan menjadi sebuah kesalahan fatal,tapi tuan tenang saja,saya sudah menyuntikkan obat penawar,namun obat ini tidak sepenuh nya efektif".
"Namun ada satu cara lain,dan ini adalah cara terbaik yang bisa anda lakukan agar nyonya cepat sembuh" sambung dokter itu.
"Aku tahu apa isi di dalam pikiran mu sekarang,lebih baik kamu pergi dari sini" ucap Jack sambil geleng geleng kepala lalu menatap tajam ke arah dokter itu.
"Baik tuan".
Dokter sudah pergi,Jack mendekat ke arah Nia lalu berkata.
"Aku tidak akan melakukan nya tanpa ada persetujuan dari mu" Jack mengusap ngusap rambut Nia dengan lembut lalu sedikit menjauh untuk menyelimuti Nia.
Jack keluar dari kamar,ia melihat Elvano dan Eva sedang berdiri di samping pintu.
"Hmm, kata dokter adik ku dalam pengaruh...
"Jangan di lanjutkan!" Jack menjeda ucapan Elvano.
"Kenapa? itu adalah hal wajar bagi suami istri" ucap Elvano.
Jack tidak menanggapi ucapan Elvano,ia langsung pergi ke ruang tamu.
Di ruang tamu.
"Mereka sudah ku serahkan ke sekretaris mu" ucap Elvano yang sudah tahu arah pembicaraan Jack.
"Malam ini kalian menginap lah di sini" ucap Jack.
"Tergantung istri ku,kalau dia mau ,kita akan menginap di sini" balas Elvano.
"Aku setuju ,hanya saja aku bingung harus mengatakan apa sama mama nanti" ucap Eva.
"Bilang saja kalian mau menginap di sini,tapi jangan katakan alasan yang sesungguhnya" sahut Jack.
"Kamar kalian di sana" ucap Jack sambil menunjuk ke salah satu ruangan.
"Aku ada urusan dan harus pergi,kalian jaga istri ku" ucap Jack lagi.
"Mau kemana? kamu meninggalkan istri mu yang sedang sakit seperti ini? lagian ini juga sudah malam" tanya Elvano keheranan.
"Aku ada urusan" balas Jack lalu pergi.
"Lihat dia, istri nya lagi sakit malah di tinggal pergi" kesal Elvano.
"Sudah sudah, lebih baik kita ke kamar" Eva mencoba menenangkan suami nya.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.