My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 10



Jam menunjukan pukul 01:35 kini Jack sudah tertidur setelah melewati perjalanan yang lumayan memakan waktu,dari markas ke mansion Jack memakan waktu setengah jam lebih.


Pagi harinya Nia pergi ke supermarket untuk belanja bulanan,saat di jalan Nia merasa ada yang mengikuti nya,lalu Nia membalikan badan nya untuk memastikan tapi Nia tidak menemukan siapapun."Mungkin hanya perasaan ku saja" ucap Nia dalam hati lalu melanjutkan perjalanan nya,Nia tiba di supermarket dan langsung mengambil troli dan mulai mengambil apa saja yang di butuhkan nya,saat mau membayar belanjaan nya tiba tiba ada seseorang yang mendorong Nia.


"Aku duluan" Andin mendorong Nia sampai mau jatuh dan untung saja Nia segera berpegangan dengan ibu ibu di belakang Nia.


"Enak saja,aku duluan" Nia maju ke depan Andin.


"Aku duluan" Andin menarik tangan Nia hingga mau jatuh untuk yang ke dua kalinya.


"Eh mbak antri dong jangan se enak nya saja,lihat di belakang banyak yang ngantri" ucap ibu ibu di belakang Nia.


" Iya tuh antri dong mbak jangan buat keributan disini".


"Antri dong mbak sana kembali ke belakang".


"Jangan gitu dong mbak kasian mbak itu hampir jatoh,kalo aku jadi mbak nya pasti bakal aku bales".


"Dasar tidak tau malu".


"Iya tuh".


"Iya".


Itulah ocehan yang keluar dari mulut ibu ibu yang juga ikut ngantri,Andin yang di Sudutkan oleh ibu ibu merasa sangat malu,Andin menatap sinis kepada Nia lalu pergi dengan kesal ke barisan paling belakang.


Di sisi lain seseorang mendapat kiriman,Jack melihat video itu dengan rahang mengeras.


"Berani sekali dia menyakiti wanitaku" ucap Jack dengan nada marah.


..."Kalian terus pantau dia dari jauh jangan sampai dia tahu kalo ada yang mengikutinya"...


Pesan Jack kepada anak buah nya,tanpa


sepengetahuan siapa pun Jack menyuruh 2 anak buah nya untuk selalu memantau Nia dari jauh,entah kenapa Jack melakukan itu hanya Jack yang tau.


Kembali ke Nia.


Nia sudah selesai membayar belanjaan nya,Nia berjalan kaki dari supermarket ke rumah bibi nya karena memang tidak terlalu jauh,Nia meneteng belanjaan nya dan tiba tiba ada sepeda motor menyerempet Nia,Nia yang kaget langsung jatuh dan belanjaan nya berserakan di jalan.


"Aduhh" rintih Nia memegangi lutut nya yang terluka,Nia tidak sempat melihat siapa yang menyerempet nya.


"Belanjaan ku" ucap Nia dengan raut wajah sedih,lalu Nia memunguti belanjaan nya dan membawa nya pulang.


Sesampai di rumah bibinya,Nia langsung masuk dan membawa belanjaan nya ke dapur,bibi nya Nia yang melihat Nia merasa kesakitan pun langsung bertanya.


"Nia kamu kenapa?" Tanya bi Asih bibinya Nia.


"Aku tidak apa apa bi tadi di jalan ada yang nyerempet aku" jawab Nia lesu.


Bibi memutar mutar badan Nia lalu menemukan luka di lututnya.


"Ya ampun nak lutut mu terluka" panik bi Asih.


"Tidak apa apa bi ini hanya luka kecil" ucap Nia menahan perih di bagian lututnya.


"Tunggu di sini bibi akan mengambilkan kotak p3k" ucap bibi Asih.


Bibi Asih kembali dengan membawa kotak p3k di tangan nya," Bibi obatin ya nak" tawar bibi.


"Tidak usah bi Nia bisa kok ngobatin sendiri" tolak Nia dengan nada lembut,Nia tidak enak karena merepotkan bibinya.


"Ya sudah nak segera di obati ya,bibi tinggal ke dapur dulu" ucap bibi Asih.


Nia hanya mengangguk.


Di sisi lain Jack mendapat kiriman lagi dari anak buah nya,Jack sangat marah ketika melihat video yang berisi Nia sedang berjalan lalu di serempet dengan sengaja oleh seseorang.


..."Sepertinya dia wanita yang sudah mendorong nona saat di supermarket tuan" ...


Pesan dari anak buah Jack.


..."Kalian tangkap wanita sialan itu dan bawa ke markas,oh iya apa dia terluka?" ...


Pesan yang di kirim Jack.


..."Sepertinya nona sedikit terluka tuan karena nona terjatuh tadi"...


Pesan dari anak buah Jack.


Jack yang melihat pesan itu sangat marah tidak terima jika wanitanya di sakiti oleh orang lain.


"Aku akan memberikan mu pelajaran wanita sialan,kamu sudah berani menyakiti wanitaku" ucap Jack dalam hati dengan penuh amarah.


Kini Nia sudah selesai mengobati luka nya,Nia berjalan ke dapur untuk sarapan bersama bibi nya.


"Nak kamu hari ini tidak usah bekerja dulu ya,tunggu sampai kaki kamu sembuh" ucap bibi Asih.


"Tidak bisa bi aku harus tetap bekerja,ini juga sudah tidak sakit kok bi jadi jangan khawatir" balas Nia,bibi Asih hanya pasrah Karena percuma Nia sangat sulit di nasehati.


Nia sudah sampai di depan rumah Maya,Maya menyapa Nia dengan senyuman nya,namun senyuman Maya tiba tiba hilang saat melihat Nia menahan rasa sakit.


"Nya kamu kenapa?" tanya Maya.


"Aku tidak apa apa May,ayo berangkat" jawab Nia,Maya tidak percaya pada Nia.


"Jangan bohong nya kamu terlihat seperti kesakitan" ucap Maya menyelidik.


"Tadi aku di serempet orang,tapi aku tidak apa apa kok" ucap Nia.


"Apaa!!,mana lukanya mana?" Maya kaget lalu mulai memperhatikan badan Nia untuk mencari luka.


"Di lutut,hanya luka kecil kok" jawab Nia lalu tersenyum.


"Syukurlah aku sangat khawatir dengan mu Nya" ucap Maya merasa lega karena sahabatnya tidak apa apa.


"Ya Sudah ayo berangkat ini sudah hampir jam 9" ajak Nia.


Akhirnya mereka berdua jalan ke cafe,sesampai di cafe Nia tidak melihat keberadaan Andin.


"May andin hari ini kenapa ya kok tidak hadir?" Tanya Nia kepada Maya.


"Udah lah Nya tidak usah mikirin dia mau hadir kek enggak hadir kek biarin saja,toh dia juga jahat sama kamu" jawab Maya.


"May gk boleh gitu,kasian Andin" ucap Nia.


"Duh Nya jangan terlalu baik jadi orang,udah tahu dia sering nindas kamu,tapi kamu masih saja baik" ucap Maya.


Memang Andin selalu saja mencari kesalahan Nia agar Nia di pecat namun usaha Andin selalu gagal karena beberapa kali kepergok oleh Maya dan Nia.


Nia hanya diam mencerna apa kata Maya tadi.


Semakin siang cafe semakin ramai pengunjung dan itu membuat para pelayan kuwalahan.


Hari sudah sore.


Saat Nia sedang berjalan mengantar kan pesanan tiba tiba ada seseorang yang tidak sengaja menabrak Nia hingga nampan yang di bawa Nia jatuh.


"Aduh gimana ini" ucap Nia panik lalu menatap pria yang menabrak nya.


Pria itu terpesona dengan kecantikan Nia,dia menatap Nia tanpa berkedip." Cantik sekali wanita ini,wajahnya sangat menggemaskan saat panik" ucap pria itu dalam hati sambil senyum senyum sendiri.


Nia melambai lambaikan tangan nya di depan wajah pria itu namun tidak ada respon sedikit pun." Tuan" panggil Nia dan akhirnya pria itu tersadar dari lamunan nya.


"Eh,apa" ucap pria itu.


"Tuan kenapa melamun,terus senyum senyum sendiri lagi,oh iya tuan bagaimana ini,tuan tadi menabrak saya hingga nampan yang saya bawah terjatuh,bagaimana kalo ibu manager tahu kejadian ini pasti saya akan di pecat" ucap Nia yang masih merasa panik.


Belum sempat pria itu menjawab tiba tiba ada suara yang tidak asing bagi Nia dan ternyata itu ibu manager di cafe ini.


" Apa yang terjadi Nia!!, Kamu harus ganti rugi ini semua kalo kamu tidak mau ganti rugi kamu akan saya pecat!" bentak Bu manager.


Seketika Nia membeku,mau bayar pakai apa Nia nantinya,makanan yang di jatuh kan Nia sangat lah mahal,tapi kalo Nia tidak ganti rugi maka Nia akan kehilangan pekerjaan nya.


"Tidak ada ganti rugi dan tidak ada yang akan di pecat" sahut pria yang menabrak Nia tadi.


" Tu-tuan kapan tuan datang?" tanya Bu manager.


" Apa? Tuan?, sebenarnya siapa pria ini" Gumam Nia dalam hati.


"Saya di sini dari tadi,dan kamu Yasmin apa kamu selalu seperti ini jika ada pelayan melakukan kesalahan?" Tanya Zein.


"Mereka pantas mendapatkan nya tuan" ucap Yasmin menunduk.


"Mereka tidak pantas di perlakukan seperti itu Yasmin,bagaimana kalo kamu yang ada di posisi Mereka,apa yang akan kamu lakukan" ucap Zein.


Nia hanya diam bingung kenapa Bu manager memanggil pria itu dengan sebutan tuan,dan akhirnya nia berani buka mulut dan bertanya.


"Tuan siapa anda sebenarnya,kenapa Bu manager sangat menghormati anda?" tanya Nia.


"Saya pemilik cafe ini nona" jawab Zein dengan tersenyum kepada Nia.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE berikutnya ♥️.