
Nia melihat lihat sekitar nya yang di mana mulai banyak pengunjung yang datang ke pantai.
Sedangkan Jack dan Frans sedang asik main jet sky,mereka balapan di atas air.
Jack menghentikan permainan nya saat melihat Nia di datangi oleh seorang pria.
Pria itu terlihat sedang mengajak Nia berkenalan.
"Nona bisakah kita berteman?" tanya nya.
"Maaf saya tidak kenal dengan anda" tolak Nia dengan lembut.
"Perkenalkan,saya Lio Ricardo" Lio mengulurkan tangan nya.
"Nia" ucap Nia tanpa membalas uluran tangan Lio.
"Sekarang kita sudah saling kenal,boleh kah jika kita berteman?" tanya Lio setelah menarik tangan nya kembali.
"Boleh" jawab Nia lalu tersenyum.
"Anda sangat manis nona" puji Lio.
"Terimakasih tuan" ucap Nia lalu di balas senyuman oleh Lio.
Ekhem*
Mereka menoleh ke arah sumber suara.
"Tuan" panggil Nia.
"Ayo kita pulang" ucap Jack.
"Dia siapa nona?" tanya Lio.
Belum sempat Nia menjawab,tangan nya sudah di tarik oleh Jack.
Setelah jauh dari Lio,Jack melepas tangan Nia.
"Jangan terlalu dekat dengan orang yang baru kamu kenal" ucap Jack tanpa menoleh ke Nia.
"Memang nya kenapa tuan,dia orang nya terlihat baik kok" balas Nia.
Jack hanya diam tidak membalas ucapan Nia.
Nia melirik ke arah Frans lalu hanya di balas gelengan oleh nya.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di villa.
Nia langsung masuk ke kamar nya.
"Aku kira liburan nya bakal seru,ternyata sangat membosan kan" gumam Nia.
"Sudah jam setengah satu,Maya sekarang pasti sedang makan siang,aku video call saja" ucap Nia lalu mengambil ponsel nya.
POV video call.
"Ciee yang liburan" goda Maya.
"Enak gak liburan di sana?" tanya Maya.
"Emm,enak sih" jawab Nia.
"Sebenar nya hubungan mu sama tuan itu apa sih Nya? aku heran deh,kalian itu bukan seperti pembantu dan majikan" ucap Maya.
"Kami hanya sebatas pembantu dan majikan kok May,gak lebih" balas Nia.
"Masaak??" goda Maya.
"Aku kok gak percaya ya" ucap Maya.
"Ya sudah May,terserah mau percaya atau tidak,yang jelas aku sudah jujur sama kamu" balas Nia.
"Ih,jangan ngambek dong Nya,kan gak seru nanti" ucap Maya.
"Aku gak ngambek" ucap Nia lalu tersenyum.
"Nah gitu dong senyum,dari tadi murung terus tuh muka" ucap Maya.
"Lagi ngapain sekarang" tanya Maya.
"Video call sama kamu" jawab Nia.
"Bukan itu maksud nya" balas Maya.
"Tapi kan memang bener May,aku sekarang lagi video call sama kamu" ucap Nia.
"Bener sih,tapi ya sudah lah gak usah di bahas" balas Maya.
"Kita sudah lama ya gak ketemu" ucap Nia.
"Baru juga beberapa hari Nya,sebelum kamu berangkat ke Bali kita kan selalu ketemu saat jam makan siang" balas Maya.
"Itu kan di kantor May" ucap Nia.
"Kan sama saja Nia" balas Maya.
"Hmm iya".
"Kamu pasti kangen ya sama aku" goda Maya.
"Cepetan pulang maka nya,biar kita bisa ketemu lagi" timpal Maya.
"Besok aku pulang" ucap Nia.
"Kok.." belum sempat Maya melanjutkan omongan nya,tiba tiba ponsel Nia mati.
Nia mencari charger di koper nya namun ia tidak menemukan nya.
"Astaga aku lupa bawa charger" Nia menepuk jidat nya.
_
Di sisi lain Jack sendiri sedang duduk di kursi taman belakang villa.
"Pria tadi,siapa dia? aku merasa tidak asing dengan nya" batin Jack.
Terdengar suara langkah kaki dari arah belakang Jack.
Jack menoleh ke sumber suara.
Nia terpesona dengan ketampanan Jack,apalagi Jack sedang menatap nya, dan itu membuat Nia jadi salah tingkah.
"Em,aku mencari tuan dari tadi, ternyata tuan ada disini" ucap Nia sedikit gugup.
Nia pun duduk sedikit jauh dari Jack.
Jack menatap tajam ke arah Nia.
"Duduk di samping ku!" seru Jack.
Nia langsung berdiri dan pindah posisi duduk di samping Jack.
Hening...
"Nia" Jack membuka bicara.
"Iya tuan" balas Nia.
"Apa pendapat mu tentang seoarang pembunuh?" tanya Jack.
"Kenapa tuan bertanya seperti itu?" Nia tanya balik.
"Aku meminta pendapat mu,bukan memintamu untuk kembali bertanya" ucap Jack dingin.
"Aku tidak tahu tuan, harus memberi pendapat apa" balas Nia dengan pandangan lurus ke depan.
"Ada yang ingin aku tanyakan kepada mu" ucap Jack.
"Apa tuan?" tanya Nia lalu menatap Jack.
"Jika ada seseorang yang melamar mu ,secara tiba tiba,apa kamu mau menerima nya?" tanya Jack.
"Tergantung siapa orang nya" jawab Nia.
"Bagaimana jika orang itu adalah aku?" tanya Jack sambil menatap Nia.
"Mm maksud tuan" ucap Nia dengan gugup,bahkan jantung nya kini sudah berdetak tidak beraturan.
"Jika aku yang melamar mu,apa kamu mau menerima nya?" Jack mendekatkan wajah nya ke wajah Nia.
Nia memundurkan wajah nya.
"Tuan jangan bercanda" ucap Nia gugup.
"Aku serius!" tekan Jack.
Drtt*drtttt
Jack menjauh dari Nia saat mendapat telepon dari seseorang.
"Huft" Nia menghela nafas nya panjang.
"Tadi tuan bilang kalau dia serius,ya tuhan mimpi apa aku semalam " batin Nia sambil memegangi dada nya.
Beberapa menit kemudian.
Nia melihat Jack yang berjalan ke arah nya.
"Kemasi barang mu,kita pulang hari ini" ucap Jack.
"Hah,secepat itu?" tanya Nia.
"Ya ! ada urusan yang harus segera aku tangani di sana" jawab Jack,setelah itu ia pergi meninggalkan Nia.
Setelah kepergian Jack..
"Bahkan dia tidak membahas lagi ucapan yang tadi" gerutu Nia lalu berdiri.
Saat Nia berjalan masuk,ia berpapasan dengan Frans.
"Tuan,tunggu!" Nia menghentikan langkah Frans.
Frans menghentikan langkah nya,lalu berbalik menghadap Nia.
"Panggil saja Frans!" tekan Frans.
"Emm, Frans sebenar nya ada apa? kenapa tuan mendadak ingin pulang hari ini" tanya Nia.
"Aku tidak tahu" jawab Frans.
"Baiklah kalau begitu" ucap Nia lalu pergi meinggalkan Frans.
Beberapa jam kemudian mereka berangkat ke bandara.
******
Di bandara.
Jack masuk ke dalam pesawat di ikuti Nia dan Frans di belakang nya.
Saat di dalam hanya ada sekitar sepuluh penumpang.
Nia duduk bersebelahan dengan Jack,sedangkan Frans duduk di belakang tuan nya.
Pesawat sudah take off.
Nia masih bingung dengan penumpang nya yang hanya sedikit.
Tujuh dari penumpang menggunakan baju yang sama yaitu serba hitam.
"Kalau lihat di tv penumpang pesawat sangat banyak,tapi kenapa pesawat ini penumpang nya hanya berjumlah sepuluh orang?" batin Nia.
" Aku tahu isi pikiran mu " ucap Jack yang sedari tadi memperhatikan Nia.
"Mereka semua adalah anak buah ku" ucap Jack lagi.
"Tuan,sebenar nya anda siapa?" tanya Nia sedangkan Jack hanya diam tidak menjawab.
"Tuan kenapa diam?" tanya Nia.
"Aku bukan siapa siapa" jawab Jack.
.
.
.
.
.
.
Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.