
Di pagi hari.Jack masih setia menunggu Nia sadar,sedangkan Bi Asih sudah pulang.
Hingga jam menunjukan pukul 10 siang tapi Nia masih belum kunjung sadar juga,Jack mulai gusar ia sangat khawatir dengan keadaan Nia saat ini.
Jack memanggil dokter ke ruangan Nia di rawat untuk memeriksa keadaan Nia yang belum sadarkan diri itu.
"Bagaimana? kamu bilang kemaren dia akan sadar di pagi hari dan sekarang sudah siang,tapi dia masih belum juga sadar " ucap Jack lalu menatap tajam ke arah dokter.
Dokter itu hanya menggeleng yang arti nya tidak tahu.
"Seharus nya pasien sudah sadar tuan,tuan tunggu dulu sampai beberapa jam jika pasien masih belum sadar juga,tuan bisa memanggil saya lagi" ucap dokter itu.
Jack mengusap wajah nya kasar lalu mengusir dokter itu,tanpa menunggu lama akhir nya dokter itu pergi dengan raut wajah yang sedikit ketakutan.
Jack masih setia menunggu Nia sadar,hingga tak selang berapa lama ada yang membuka pintu.
"Tuan apa Nia sudah sadar?" tanya Maya.
"Belum" jawab Jack singkat.
Maya menghela nafas kasar ia benar benar sedih melihat keadaan sahabat nya itu.
Maya sengaja di liburkan oleh Jack dengan alasan Jack ingin Maya menggantikan diri nya menjaga Nia.
"Aku akan pergi.Kamu jaga Nia,jika Nia sudah sadar segera kabari aku" ucap Jack.
"Baik tuan" balas Maya menunduk.
"Nanti kamu juga akan di temani oleh salah satu anak buah ku,jadi kamu jangan khawatir kalian pasti aman jika bersama nya" ucap Jack sebelum pergi.
"Anak buah?" Maya memincingkan mata nya.
"Ya,apa kamu keberatan?" Jack tanya balik.
"Ti-tidak tuan saya tidak keberatan" jawab Maya.
Jack tak membalas ucapan Maya dan langsung pergi.
Sedangkan Maya masih bingung dengan perkataan Jack tadi (anak buah) masih terngiang ngiang di otak Maya.Maya sempat berpikir negatif namun ia segera membuang nya jauh jauh.
"Mungkin yang di maksud tuan adalah bodyguard,ya itu pasti bodyguard" ucap Maya yang masih berpikir.
"Tapi siapa bodyguard tuan? apa orang nya tua? atau pria hidung belang? hiii amit amit jangan sampai dia pria hidung belang yang suka godain wanita " Maya bergidik.
"Kamu" Maya menunjuk ke arah Arion.
"Ngapain di sini" sinis Maya.
"Kamu juga ngapain di sini?" balas Arion tak kalah sinis.
"Aku jagain sahabat ku lah,kamu juga ngapain di sini,jangan macem macem kamu" ucap Maya lalu menatap tajam ke arah Arion.
"Ha ha ha.....Heh tatapan mu itu loh bukan nya kayak singa ngamuk malah kayak kucing nahan berak ha ha ha..." ucap Arion sambil tertawa.
"Apa kamu bilang? " tanya Maya marah.
Maya mengambil sapu lalu berjalan ke arah Arion,ia kini benar benar sangat marah kepada Arion.
Bugh*
Bugh*
Bugh*
"Ah, ampun ampun.." ucap Arion memohon ampun agar Maya berhenti memukuli nya dengan sapu.Dan akhirnya Maya berhenti memukul Arion.
"Kamu gila ya? " Arion menatap tajam ke arah Maya.
"Kamu yang gila" balas Maya sinis.
"Ha ha ha....." terdengar suara tawa di sela sela mereka berantem,Maya dan Arion berhenti lalu menoleh ke arah sumber suara.
.
.
.
.
.
.
Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.