My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 55



Di kantor.


"Bagaimana ini bisa terjadi! kenapa tidak kalian cegah mereka agar tidak masuk hah?! " suara Frans meninggi.


"Mereka bilang kalau mereka adalah anak buah dari pemilik perusahaan ini tuan,yang di tugaskan untuk mengambil sesuatu di dalam ruangan tuan Presdir" jawab pak satpam sambil menunduk kan kepala.


"Terus kalian percaya gitu? bagaimana bisa kalian langsung percaya begitu saja,kenapa tidak memanggil ku dulu?....Gara gara kalian berkas berkas penting perusahaan hampir di curi oleh mereka!" ucap Frans dengan nada sedikit membentak.


"Kami tidak tahu tuan kalau kejadian nya akan seperti ini,maaf kan kami tuan, jangan pecat kami" dua satpam itu memohon kepada Frans agar diri nya tidak di pecat.


Frans tidak menggubris permohonan dari satpam itu dan langsung pergi ke ruangan nya.


Kutipan: Setelah Eva dan keluarga nya pergi dari kantor ,ada dua orang yang datang ke perusahaan dengan mengaku kalau diri nya adalah anak buah dari Jack yang di utus untuk mengambil sesuatu yang ketinggalan di ruangan nya.


Mereka berdua masuk setelah dapat izin dari satpam...Mereka menggunakan masker, tidak lupa dengan kacamata hitam nya.


Namun aksi pencuriaan itu di gagalkan saat Kevin masuk ke ruangan tuan nya untuk menaruh berkas laporan keuangan.


Kevin mencoba mengejar mereka berdua ,namun karena mereka berlari terlalu cepat jadi Kevin tidak bisa menangkap nya.


Setelah selesai melakukan aksi kejar kejaran,Kevin langsung lapor kepada Frans yang saat itu berjalan melewati nya.


Frans yang mendapat laporan dari Kevin langsung pergi ke ruangan Cctv untuk mengecek kejadian nya.


Dan benar saja yang di katakan oleh Kevin kalau ada dua orang yang masuk ke ruangan tuan nya, mereka mengobrak abrik ruangan itu.


_


Di ruangan sekretaris.


"Brakk!" Frans menggebrak meja kerja nya saat melihat Lusi sedang santai mendengarkan musik dengan Earphone yang menempel di kuping nya.


Frans mencabut Earphone yang menempel di kuping Lusi.." Niat kerja tidak?!" bentak Frans.


"Apa apa an sih,ganggu orang saja" ketus Lusi.


"Ini bukan waktu untuk bersantai! kamu masih baru disini! jadi jangan seenak nya!" ucap Frans tak kalah ketus dari lusi.


"Tapi aku capek,ingin istirahat" balas Lusi.


"Pulang saja kalau capek!" seru Frans.


"Beneran boleh nih Frans kalau aku pulang? " tanya Lusi.


"Tentu saja boleh,dan setelah pulang kamu jangan pernah kembali ke perusahaan ini lagi" ucak Frans lalu tersenyum miring.


"Dasar!" ucap Lusi dengan raut wajah kesal.


Frans tidak menanggapi ucapan Lusi,ia langsung pergi dari ruangan itu.


_


Di sisi lain,Jack dan Nia sedang menunggu kedatangan Eva di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian bell berbunyi.Dengan segera Nia berjalan menuju pintu dan membukak nya.


Terlihat tiga orang sedang berdiri dengan menatap Nia sambil tersenyum.


"Mama,kak Eva!" ucap Nia dengan nada senang.


"Silahkan masuk Ma,kak Eva dan kak Elvano" Nia mempersilahkan masuk mereka.


"Terimakasih sayang" ucap Mama Adelina.


Di ruang tamu.


Nia membawakan minuman untuk tamu nya.


"Silahkan di minum"ucap Nia mempersilahkan.


"Iya, Terimakasih nak" balas Mama Adelina lalu tersenyum ke arah Nia.


"Langsung katakan! ada perlu apa kalian datang kesini!" ucap Jack kepada mereka.


"Sebelum kami mengatakan nya,aku mau Nia duduk di samping ku" ucap Mama Adelina.


"Sini sayang" Mama Adelina menepuk sofa kosong di sebelah nya.


"Iya ma" Nia berlajan mendekat lalu duduk.


"Sebenar nya kedatangan kami kesini untuk menjemput putri ku yang sudah lama hilang" ucap Mama Adelina, sedangkan Eva melihat Nia lalu tersenyum.


Nia bingung dengan perkataan Mama Adelina,karena setahu diri nya di mansion tuan nya tidak ada seorang perempuan selain diri nya.


"Siapa putri anda yang di maksud?" tanya Jack.


Mereka bertiga menatap Nia,seketika Jack tahu yang di maksud oleh mereka.


Sedangkan Nia bingung karena semua nya menatap diri nya.


"Ada apa? siapa Putri mama yang di maksud?" tanya Nia.


"Sayang...Kamu adalah putri mama" lirih ibu Adelina sambil meraih tangan Nia dan menggenggam nya.


"Ma-maksud nya? kenapa aku?" tanya Nia dengan nada gugup.


Mama Adelina langsung memeluk Nia,sambil meneteskan air mata kebahagiaan yang sudah di bendung nya dari tadi.


Nia diam dengan pandangan lurus.


"Sayang,ini mama nak" ucap Mama Adelina lalu melepas pelukan nya.


"Ada bukti?" tanya Nia yang masih menatap lurus ke depan.


"Ini sayang bukti nya" mama Adelina merogoh tas nya lalu mengambil sebuah kertas hasil tes DNA dan memberikan nya kepada Nia.


Nia melihat kertas itu dengan mata berkaca kaca..


"Apa ini benar Ma,aku anak Mama?" tanya Nia dengan air mata yang mengalir deras di pipi nya.


"Iya sayang,,, kamu anak Mama" Mama Adelina mengangguk.


"Dan ini adalah kakak mu" ucap Mama Adelina menoleh ke arah Elvano.


"Mama...Kakak" lirih Nia sambil mengusap air mata nya.


Suasana menjadi haru,Eva juga menangis melihat adegan itu, sedangkan Jack dan Elvano tetap tenang dengan raut wajah yang tidak dapat di artikan.


"Tapi...Bagaimana bisa kalian mendapat kan ini?" Nia menunjukan secarik kertas hasil tes DNA.


"Waktu di Bali,Mama sempat memeluk mu..Kamu masih ingat kan sayang?" tanya Mama Adelina,lalu di balas anggukan oleh Nia.


"Mama sengaja mengambil rambut mu saat itu,karena Mama sudah curiga dari awal ketika kamu menceritakan kehidupan mu,di tambah lagi wajah mu yang sangat mirip dengan Mama,dan itu membuat Mama semakin yakin kalau kamu adalah anak Mama" Mama Adelina menceritakan semua nya.


"Ma, kenapa aku bisa terpisah dari Mama? dan di mana ayah?" tanya Nia setelah mendengar penjelasan dari Mama Adelina.


"Waktu itu kamu mengalami kecelakaan mobil dengan papa mu sayang,akibat dari kecelakaan itu papa mu di temukan meninggal di dalam mobil , sedangkan kamu di kabarkan hilang saat terjadi kecelakaan.. Bertahun tahun Mama mencari mu,namun Mama tidak menemukan mu" Mama Adelina menjelaskan.


"Waktu kamu kecelakaan,apa kamu mengingat nya sayang?" tanya Mama Adelina lalu di balas gelengan oleh Nia.


Nia mencoba mengingat ngingat kejadian beberapa tahun lalu pada saat diri nya masih berusia tiga tahun,namun tiba tiba kepala nya terasa sakit.


Nia memegangi kepalanya dengan meringis kesakitan.


"Nia,kamu kenapa?" tanya Eva.


"Aku tidak apa apa kak" jawab Nia yang sudah tidak merasakan sakit kepala nya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya sang ma6ma.


"Kepala ku tadi tiba tiba pusing Ma,tapi sekarang sudah tidak sakit kok Ma" jawab Nia.


"Beneran tidak apa apa?".


"Beneran Ma" jawab Nia.


"Kamu ikut Mama pulang ya,kita akan tinggal bersama di sana" ajak Mama Adelina.


"Tidak!! Nia akan tetap di sini!" bantah Jack.


"Ma sebenar nya Nia dan .." belum sempat Nia melanjutkan bicara nya,tiba tiba Jack langsung menyahut nya.


"Kami akan segera menikah Tante" ucap Jack.


Nia membulat kan mata nya setelah mendengar ucapan tuan nya.


"Ooh ya? kapan kalian menikah?" tanya mama Adelina,sedangkan Eva yang tahu nya Nia adalah pembantu nya Jack yang sering mengantarkan makan siang ke kantor juga terkejut dengan ucapan Jack yang akan menikahi adik ipar nya itu.


Namun Eva tidak ambil pusing,mungkin saja saat itu Nia tidak mengakui kalau dia adalah kekasih mantan boss nya dan mengaku diri nya sebagai pembantu.


"Secepat nya Tante,Nia yang akan menentukan tanggal nya" ucap Jack.


Sedangkan Nia bingung harus menanggapi tuan nya seperti apa,apalagi semua tatapan menuju diri nya.


"Kapan tanggal nya sayang?" tanya sang Mama.


"Emh itu biar nanti Nia bicarakan dengan" Nia menoleh ke arah Jack.


"Aku tidak setuju dengan rencana pernikahan kalian!" tegas Elvano.


"Loh,kenapa?" tanya Eva dan mertua barengan.


"Aku tidak bisa menjelaskan" ucap Elvano.


"Van,ikut aku!" seru Jack lalu bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan mereka di ruang tamu.


Elvano mengikuti langkah Jack yang menuju ke sebuah ruangan...


"Kenapa? katakan alasan mu tidak menyetujui rencana pernikahan ini!".


"Hei,mana mungkin aku setuju menikahkan adik ku dengan orang seperti mu,jika kalian menikah,sudah ku pastikan adik ku akan terus dalam bahaya,kau pikir aku tidak tahu siapa jati diri mu yang sebenar nya? kamu adalah seorang Mafia yang tidak memiliki sedikit musuh" jawab Elvano.


"Kau pikir aku tidak bisa menjaga nya?" tanya Jack dengan sorot mata yang tajam.


"Aku rasa seperti itu" jawab Elvano.


"Dan mungkin saja jika adik ku tahu jati diri mu yang sebenar nya,dia tidak akan mau menikah dengan mu" ucap nya lagi.


"Kata siapa dia tidak tahu! " balas Jack lalu tersenyum sinis.


"Jadi adik ku sudah tahu?" tanya Elvano kepada Jack lalu hanya di balas anggukan.


"Oke,aku mengijinkan mu menikah dengan adik ku.....Tapi,jika suatu saat nanti adik ku terluka karena mu,aku akan membawa nya pergi jauh dari mu,dan akan aku pastikan kamu tidak akan menemukan nya" ucap Elvano kepada Jack lalu pergi dari ruangan itu meninggalkan Jack.


Di ruang tamu.


"Sayang,coba jelaskan! kenapa kamu tidak setuju dengan rencana pernikahan adik mu dengan nak Jack,bukan nya kamu saling kenal dengan kekasih adik mu,tapi kenapa kamu tidak menyetujui nya,nak Jack orang yang baik loh sayang" tanya sang mama kepada Elvano yang baru saja kembali ke ruang tamu bersama Jack.


"Aku menyetujui nya,hanya saja tadi aku merasa terkejut jadi asal bicara" ucap Elvano.


"Ooh begitu.." ucap Mama Adelina sambil mengangguk ngangguk kan kepala nya.


"Kalau kamu sudah menemukan tanggal nya,tolong beritahu mama ya sayang!" ucap Mama Adelina.


"Iya ma" balas Nia .


"Jadi gimana sayang,kamu ikut mama atau tetap tinggal di sini bersama kekasih mu...Mama ingin sekali kamu tinggal bersama Mama" ucap sang Mama.


"Tante,biarkan Nia tinggal bersama ku disini" sahut Jack.


"Sayang...Kamu tetap tinggal disini bersama ku,iya kan?" tanya Jack kepada Nia.


"Emmm,iya ma Nia akan tetap tinggal disini" jawab Nia.


"Yasudah tidak apa apa,tapi kamu harus sering mengunjungi mama ya sayang,sebentar lagi mama akan pindah ke kota ini".


"Pasti ma,Nia akan sering mengunjungi Mama,apalagi kalau mama dekat dari sini" balas Nia lalu tersenyum.


"Yasudah sayang, Mama pulang dulu ya,kapan kapan Mama datang kesini lagi" pamit Mama Adelina.


"Iya Ma" balas Nia lalu mencium punggung tangan Mama nya.


"Kamu jaga putri ku,jangan sampai kamu menyakiti nya" ucap Mama Adelina kepada Jack sebelum pergi.


"Iya Tante" balas Jack.


"Ets,jangan panggil Tante,panggil saja Mama" ucap Mama Adelina lalu di balas anggukan oleh Jack.


"Ingat, Jangan sampai kamu membuat nya terluka sedikit pun!" bisik Elvano kepada Jack lalu ia pergi.


Setelah kepergian mereka.


Suasana menjadi hening.


Beberapa menit kemudian.


"Tuan,kenapa tuan mengaku kalau kita sepasang kekasih kepada mama,kenapa tuan tidak jujur saja kalau aku ini adalah pembantu tuan...Dan tadi tuan juga bilang kita akan segera menikah,dan menyuruh ku untuk menentukan tanggal nya...Tuan kalau sedang bercanda jangan sampai sejauh itu,nanti kalau mereka tahu yang sebenar nya,pasti mereka akan kecewa" ucap Nia.


"Aku tidak bercanda,kita akan segera menikah,kamu yang akan menentukan tanggal nya... Kenapa? kamu tidak senang jika menikah dengan ku?" jawab Jack lalu bertanya.


Deg*


"Tuan tadi bilang,kalau dia serius,tapi aku tidak boleh langsung percaya begitu saja,dulu waktu di Bali tuan juga bilang begitu,tapi kenyataan nya dia tidak membahas nya lagi ,dan sekarang tuan mengulangi kata kata itu ' aku serius ' ,aku tidak akan percaya lagi" batin Nia.


"Kenapa diam?" tanya Jack.


"Katakan! kamu mau menikah dengan ku atau tidak! semua keputusan ada pada diri mu,jika kamu tidak mau,aku juga tidak akan memaksa,namun keluarga mu pasti akan kecewa jika tahu kalau kita sudah membohongi nya dengan mengaku kalau kita adalah sepasang kekasih,apalagi aku sudah bilang rencana pernikahan kita" ucap Jack.


Nia diam mencerna perkataan tuan nya,ada benar nya juga yang di bilang tuan nya kalau keluarga nya pasti akan kecewa jika tahu yang sebenar nya.


"Apa tuan serius ingin menikah dengan ku?" tanya Nia.


"Apa tampang ku terlihat sedang bercanda?" Jack tanya balik.


Nia hanya membalas dengan gelengan.


"Tapi tuan,kita tidak saling mencintai,bagaimana bisa kita menikah?" tanya Nia.


"Aku tidak mengijinkan mu untuk bertanya,tugas mu sekarang adalah menjawab pertanyaan ku tadi!" tegas Jack.


"Ba-baiklah aku mau" balas Nia dengan gugup.


"Mau apa?" tanya Jack sambil menatap Nia.


"Mau menikah dengan tuan" jawab Nia dengan pipi yang sudah memerah.


Jack tersenyum puas dengan jawaban Nia.


"Tentukan tanggal nya sekarang!" tegas Jack.


"Tu-tuan saja yang menentukan tanggal nya" ucap Nia dengan wajah sedikit menunduk.


"Baiklah aku yang akan menentukan nya...Dua Minggu lagi kita akan melangsungkan acara pernikahan" ucap Jack.


"Hah?! secepat itu?" tanya Nia


"Kenapa? bukan nya tadi kamu yang menyuruh ku untuk menentukan tanggal pernikahan kita,dan sekarang aku sudah menentukan nya" ucap Jack.


"Tapi tuan,itu sangat mendadak sekali" bantah Nia.


"Aku tidak suka di bantah!" ucap Jack lalu pergi meninggalkan Nia sendiri di ruang tamu.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.