My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 22



Maya datang ke rumah sakit lalu mencari ruangan Nia,sesampai di ruangan Nia di rawat maya langsung masuk.


Maya mendekati Nia lalu menangis.


"Nyaa kamu kenapa bisa begini sih" lirih Maya di sela sela tangisan nya.


"Tuan saya akan menginap di sini untuk menemani sahabat saya" ucap Maya yang sudah berhenti menangis.


"Tidak perlu,aku yang akan menjaga nya,kamu pulang saja" balas Jack.


"Tapi tuan saya ingin menemani sahabat saya" Maya tetep kekeh ingin menemani Nia.


"Kamu pulang saja" ucap Jack lalu menatap tajam ke Maya.


"Baiklah saya akan pulang" akhirnya Maya menyerah karena tidak mungkin dia terus terusan berdebat dengan Jack yang tidak ada ujung nya itu.


"Kamu akan di antar sama Arion" ucap Jack.


"Supir tuan ya? nama yang bagus" ucap Maya.


"Iya..." ucap Jack datar.


"Ekhem" Arion berdehem.


"Suara siapa itu" batin Maya lalu Maya menoleh ke belakang dan mendapati Arion dan Frans sedang menatap nya.


Maya kaget ternyata ada orang lain di ruangan Nia di rawat,ya karena Maya terlalu panik dengan Nia hingga tidak tahu kalo ada orang lain selain diri nya,Nia dan Jack.


"Arion antar kan dia pulang" perintah Jack.


"Baik tuan" jawab Arion.


"Serius ini supir nya? ganteng banget " batin Maya saat melihat Arion.


"Ayo" ajak Arion lalu Arion keluar dan di ikuti Maya di belakang nya.


Di mobil kedua nya saling diam lalu Maya mulai membuka bicara.


"Mas sudah berapa lama jadi supir tuan Jack?" tanya Maya kepada Arion.


"Baru sekarang" jawab Arion.


"Maksud nya?" tanya Nia.


"Saya bukan supir" jawab Arion.


"Mana ada supir ganteng kayak gue" batin Arion.


"Lalu kalau bukan supir terus apa dong?" tanya Maya.


"Bukan apa apa" jawab Arion.


"Tapi tadi tuan Jack bilang kalo kamu supir nya" ucap Maya.


"Kamu bisa diam gak!!" bentak Arion.


Maya langsung diam, baru kali ini Maya di bentak bahkan oleh orang yang tidak di kenal,ibu nya saja tidak pernah membentak nya.


Arion yang melihat ekspresi maya berubah pun mulai menyesal karena sudah membentak nya.


"Apa aku terlalu kasar ya? tapi ya sudah lah kan salah dia sendiri banyak bicara" batin Arion.


"Kita jalan kemana? aku tidak tahu jalan ke arah rumah mu" tanya Arion.


"Jalan saja nanti aku kasih arahan" jawab Maya.


Arion tidak membalas ucapan Maya dan langsung melajukan mobil nya.


************


Sudah 2 hari Nia di rawat di rumah sakit,Jack masih setia menunggu Nia sadar.


Jack duduk di samping Nia lalu memegang tangan Nia dan mencium nya.


"Niaa bangun lah" Jack menggenggam tangan Nia.


Tiba tiba Jack merasakan ada gerakan dari tangan Nia.


"Tangan Nia bergerak " ucap Jack dengan nada senang lalu melepas genggaman tangan nya dan mulai mengelus rambut Nia.


Nia membuka mata nya lalu memegang kepala nya.


"Awwss" rintih Nia.


"Kamu sudah sadar?" Jack sangat senang dan langsung memeluk Nia.


"Lepaskan aku" Nia mendorong tubuh Jack namun gagal karena tenaga Nia tidak sebesar Jack,di tambah lagi Jack mengeratkan pelukan nya.


"Lepaskan " Nia memberontak lalu Jack melepaskan pelukan nya.


"Siapa kamu?" tanya Nia dengan raut wajah bingung.


Ekspresi Jack kini berubah saat tahu kalo Nia tidak mengingat nya,lalu Jack memencet tombol bell untuk memanggil dokter.


Setelah beberapa menit akhirnya dokter datang keruangan Nia di rawat dan langsung memeriksa Nia.


"Bagiamana dok,kenapa dia tidak mengingat ku?" tanya Jack.


"Seperti yang sudah saya katakan tuan bahwa Pasien akan mengalami lupa ingatan untuk sementara" jawab dokter.


Jack tidak membalas ucapan dokter lalu menatap Nia sendu berharap kalo Nia akan mengingat nya.


"Nia kamu benar benar tidak mengingat ku?" tanya Jack,Nia hanya menggeleng.


Jack mengacak ngacak rambut nya lalu menghela nafas dengan kasar.


"Memang nya kamu siapa?" tanya Nia.


Jack diam sejenak.


"Aku kekasih mu" jawab Jack dengan nada setenang mungkin.


"Ha ha ha ha...." Nia tertawa.


Jack mengkerut kan dahi nya bukan nya menjawab malah tanya balik.


"Kamu mengingat ku?" tanya Jack.


"Tuan majikan ku kan? bukan kekasih ku" jawab Nia.


Antara senang dan malu saat Jack mendengar bahwa Nia tidak lupa ingatan.


"Jadi kamu pura pura lupa ingatan?" tanya Jack yang hanya di balas dengan nyengir kuda oleh Nia.


Jack menatap tajam ke arah dokter.


Dokter yang merasa di tatap tajam oleh Jack pun merasa sedikit takut.


"Keluar..." Jack mengusir dokter itu,tanpa menunggu lama dokter langsung keluar.


Jack beralih menatap Nia lalu tersenyum.


"Deg deg deg..." jantung Nia berdetak kencang.


"Duh kenapa harus senyum kan jadi deg deg an" batin Nia.


Jack mendekati Nia,semakin dekat..


"Tuan mau apa?" Nia mengalihkan wajah nya ke samping.


"Sekarang kamu jelaskan kenapa kamu berbohong dan pura pura tidak mengingatku" seru Jack lalu Jack menjauhkan diri nya dari Nia.


"Maaf kan saya tuan,saya hanya iseng saja kok sueerr" Nia mengangkat tangan nya membentuk angka dua jari.


Jack merasa kesal karena diri nya telah di bohong i.


"Nia aku tidak suka di bohong i" ucap Jack tegas.


"Maaf kan saya tuan" ucap Nia menunduk Nia merasa bersalah sekaligus takut.


Jack hanya diam.


"Lalu kenapa tuan tadi mengaku sebagai kekasih ku?"tanya Nia.


"Aku tidak tahu" jawab Jack dengan nada sedikit gugup.


"Tuan tadi juga berbohong bukan? jadi kita imbang" ucap Nia.


Jack hanya diam tidak membalas ucapan Nia.


Hening...


"Tuan" panggil Nia.


"Apa" jawab Jack.


"Apa bibi tahu keadaan ku sekarang?" tanya Nia.


"Tidak,aku tidak memberi tahu bibi mu" jawab Jack.


"Aku harus pulang bibi pasti sangat khawatir dengan ku" ucap Nia lalu turun dari brankar hendak pergi dari rumah sakit,namun Jack mencegah Nia.


"Satu langkah lagi biaya rumah sakit kamu yang tanggung" ancam Jack.


Nia diam tidak bergerak,Nia melihat sekeliling nya lalu mulai ber pikir.


"Ini kan ruang VIP pasti biaya nya mahal " batin Nia.


Nia masih diam tidak bergerak bahkan sudah seperti patung.


Jack menghampiri Nia lalu menuntun Nia kembali ke atas brankar.


"Kamu tidak usah khawatir,aku sudah menyuruh Maya untuk tidak memberitahu bibi mu tentang keadaan mu sekarang" ucap Jack.


"Jadi Maya datang kesini tuan?" tanya Nia.


"Iya.." jawab Jack.


"Aku ingin menelpon bibi tuan,mana ponsel ku?" Nia mencari ponsel nya namun Nia tidak menemukan nya.


"Ponsel mu sudah ku buang" ucap Jack.


Nia membelalak kan mata nya.


"Tuan kenapa di buang itu kan ponsel saya,ponsel satu satu nya" ucap Nia dengan nada kecewa.


Jack merogoh saku nya mengambil sebuah ponsel.


"Ini ponsel mu" Jack memberikan ponsel itu kepada Nia,namun Nia tidak mengambil nya.


"Ini bukan ponsel ku tuan" ucap Nia.


"Aku memberikan nya untuk mu,ambilah" Jack memberikan ponsel yang ada di tangan nya kepada Nia.


"Saya tidak bisa menerima nya tuan,ini sangat mahal,nanti saya gak dapat gaji dari tuan" ucap Nia.


"Aku tidak akan memotong gaji mu" Jack menarik tangan Nia lalu menaruh ponsel itu di atas tangan Nia.


Nia menerima ponsel itu lalu mulai mengetik nomor ponsel bibi nya.


Nia menelpon bibi nya dan memberi tahu kalo sekarang dia baik baik saja,setelah selesai menelpon bibi nya Nia merasa sedikit lega.


"Terimakasih tuan" ucap Nia lalu tersenyum kepada Jack.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.