
Keesokan hari nya.
Nia sudah menunggu kedatangan sang mama di ruang tamu.
Mata Nia menangkap sosok yang sangat ia kenali sedang turun dari tangga menuju diri nya.
"Loh Jack , kok belum berangkat ke kantor?" tanya nya.
"Aku tidak ke kantor hari ini" jawab nya lalu duduk.
Nia hanya menanggapi dengan anggukan." Mungkin Jack lelah makanya tidak ke kantor hari ini" batin Nia.
Bell berbunyi menandakan ada tamu yang datang,Nia sudah bersiap siap untuk membuka kan pintu namun di larang oleh Jack,'biar pelayan saja yang membuka' kata nya.
Dengan langkah kaki yang cepat bi Ati membuka pintu untuk memenuhi perintah tuan nya.
Pandangan kedua nya tertuju kepada wanita yang berjalan di samping mama Adelina.
Dengan gaya sok angkuh wanita itu juga menatap Jack dan Nia dengan ekspresi terkejut.
"Maaf sayang, mama terlambat,tadi jalanan nya macet" ucap Mama Adelina sambil memeluk Nia sebentar lalu mepelas nya.
"Iya ma aku ngerti kok" balas Nia.
"Silahkan duduk" Nia mempersilahkan kedua nya duduk.
Sedangkan Jack tak henti henti nya menatap wanita yang berada di samping calon mertua nya dengan penuh kebencian dan kilatan amarah.
"Oh ya sayang, perkenalkan ini Anggun anak teman nya Mama" ucap Mama Adelina.
"Kenapa mama membawa nya ke sini?" tanya Jack tidak suka.
"Jack" Nia mencoba untuk menghentikan ucapan Jack.
"Kebetulan dia ada di kota ini juga untuk mengurus perusahaan nya, Anggun ingin berkenalan dengan Nia anak Mama,jadi tidak salah dong kalau mama mengajak nya kesini juga" Mama Adelina menjawab pertanyaaan dari sang calon menantu nya.
"Apa kalian sebelum nya pernah bertemu?" tanya mama Adelina.
"Kami pernah bertemu dengan Anggun waktu di Bali ma" Nia menjawab dulu sebelum Jack yang yang menjawab,karena tidak ingin memperburuk suasana.
"Ooh ya? bagus dong kalau gitu" ucap Mama Adelina.
"Lain kali jangan membawa nya kesini lagi" ucap Jack lalu melayangkan tatapan tidak suka ke arah Anggun.
"Kenapa nak? apa kalian sebelum nya punya masalah?" tanya mama Adelina kepada Jack.
"Ehm,tidak kok ma,tidak ada masalah kok" Nia mencoba menghentikan ucapan Jack.
"Syukur lah kalau begitu".
"Ekhem".
Semua mata menuju ke arah Anggun kecuali Jack yang hanya fokus melihat ke arah samping,siapa lagi kalau bukan Nia.
"Aku mau pinjem toilet sebentar" ucap nya.
"Ayo aku antar" sahut Nia,namun tangan nya di tahan oleh Jack.
"Biarkan aku mengantar nya" Nia berbisik di telinga Jack.
Jack mengalah,ia membiarkan Nia pergi mengartar Anggun,meskipun ada perasaan tidak tenang.
Nia langsung mengantar Anggun ke toilet tanpa memperdulikan tatapan dari calon suami nya.
"Segitu benci nya dia sama Anggun,tidak mungkin hanya karena masalah bi Bali kan?" batin Nia sambil terus berjalan di ikuti Anggun di samping nya.
"Nyonya" panik ketiga pelayan yang melihat Nia di dorong sampai jatuh.
Ketiga nya menghampiri Nia untuk membantu nya berdiri.
"Nyonya tidak apa apa?" tanya Ati.
"Pinggang ku sakit" rintih Nia.
"Weni,beritahu tuan!" perintah Ati.
"I-iya sebentar" Weni langsung pergi.
"Jangan di bantu" Anggun menghempaskan tangan Ati dan Ita yang sudah memegang majikan nya.
"Aaahkk...Sakit" tiba tiba Anggun menjatuhkan diri nya sendiri ke lantai saat Nia sudah berdiri.
"Ada apa?" tanya mama Adelina yang datang bersama Jack.
"Tante,aku di dorong sama dia, padahal tadi nya aku hanya ingin membantu nya berdiri saat jatuh" rengek Anggun.
"Itu tidak benar ! dia jatuh sendiri,aku tidak mendorong nya, justru dia yang mendorong ku sampai jatuh" sahut Nia .
Mama Adelina tampak bingung harus percaya kepada siapa.
"Bi,jelaskan kejadian nya" Jack menatap ketiga pelayan yang berada di samping Nia.
"Kami melihat nyonya di dorong sampai jatuh tuan,saat kami ingin membantu nyonya tiba tiba tangan kami di hempaskan sama dia,kalau soal nyonya mendorong nya itu tidak benar tuan,dia yang menjatuhkan diri nya sendiri ke lantai" bi Ati menjelaskan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like ya🤗.