My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 41



Hari menjelang malam. Terlihat Nia yang sangat anggun dengan balutan dress yang sangat indah.



(Anggap saja seperti ini).


Jack berjalan beriringan dengan Nia,dan Frans yang sedang membuntuti nya di belakang.Banyak pasang mata yang tertuju pada mereka.


Melihat ketampanan Jack dan juga kecantikan yang di miliki Nia ,membuat semua yang hadir di pesta itu merasa kagum.


Sebenar nya acara ijab kabul nya sudah di laksanakan tadi pagi,dan sekarang hanyalah ada pesta.


"Selamat datang tuan Jack, senang bisa bertemu lagi dengan anda" sapa Elvano yang tak lain adalah suami dari Eva.


Mata Elvano beralih menatap Nia seoalah olah wajah nya tidak asing bagi nya.


"Siapa nona yang bersamamu tuan Jack?" tanya Elvano dengan melirik ke arah Nia, sedangkan Nia hanya tersenyum.


"Perkenalkan dia Nia kekasih ku" jawab Jack lalu merangkul pinggang Nia.


Nia membuatkan bola mata nya,lalu menoleh ke arah tangan tuan nya yang sudah menempel di pinggang nya,ingin rasa nya ia menegur tuan nya,namun di satu sisi ini bukan lah waktu yang tepat.


"Nia,perkenalkan dia Evlano Anderson suami Eva" Jack memperkenalkan Elvano kepada Nia.


"Senang bertemu dengan anda tuan" sapa Nia kepada Elvano.


"Senang juga bertemu dengan mu nona" balas Elvano.


Nia hanya membalas dengan senyuman.


Deg*


"Dia sangat mirip dengan ibu saat tersenyum" batin Elvano.


"Niaa" panggil Eva saat melihat Nia,ia baru saja bergabung dengan mereka karena dari tadi diri nya sibuk ngobrol dengan ibu mertua nya.


Nia menoleh ke sumber suara. "Kak Eva?" mereka berpelukan dalam waktu singkat.


"Wah siapa gadis ini,cantik sekali" puji ibu yang bersama Eva yang tak lain adalah mertua nya.


"Perkenalkan nama saya Nia tante" dengan sopan Nia memperkenalkan diri nya,lalu tersenyum.


"Kamu sangat menggemaskan sekali" sambil mentoel hidung Nia."Jangan panggil tante dong,panggil saja Mama" ucap ibu Adelina atau ibu mertua nya Eva.


"Emm iya ma ma" ucap Nia gugup.


"Wah ibu sama Nia sangat mirip ya " sahut Eva.


"Iya kah?" tanya ibu Adelina.


"Iya Bu,lihat lah kalian sangat mirip sekali" sahut Elvano.


"Sayang kamu mengigatkan ku kepada putri ku" ibu Adelina memeluk Nia dan tanpa sengaja ia menangis saat memeluk nya.


Nia mengelus ngelus punggung ibu Adelina." Ma,kenapa nangis? memang nya putri mama di mana?" tanya Nia.


Ibu Adelina melepas pelukan nya." Putri ibu sudah tiada" jawab ibu Adelina berusaha tegar, lalu menghapus air mata nya.


"Maaf kan Nia ma" Nia merasa tidak enak karena kedatangan nya malah membuat orang sedih seperti ini.


"Kamu tidak bersalah nak" ucap ibu Adelina lalu tersenyum, sedangkan Eva berusaha menenangkan ibu mertuanya dengan mengelus ngelus punggung ibu Adelina.


"Kamu disini sama siapa nak?" tanya ibu Adelina.


"Sama saya tante" sahut Jack,yang juga berada di situ dari tadi.


"Ah maafkan Tante tidak melihat mu" ucap Bu Adelina saat melihat Jack yang berada tidak jauh dari mereka.


Jack hanya menanggapi dengan senyuman.


"Kami sepasang kekasih Tante" jawab Jack.


Lagi lagi Nia merasa risih dengan tuan nya,yang tiba tiba merangkul pinggang nya di depan banyak orang.


"Tuan" panggil Nia yang merasa malu.


"Ah,jangan malu malu seperti itu nak,kalian adalah pasangan yang serasi" ucap ibu Adelina kepada Nia.


Lalu pandangan ibu Adelina beralih kepada Frans dan tersenyum.


Lama mereka ngobrol sambil menikmati pesta.


"Nak,kamu tinggal di mana?" tanya ibu Adelina.


Dengan gugup Nia menjawab."Saya tinggal bersama.." Nia mengigit bibir bawah nya marasa malu.Dia berharap kalau tuan nya lah yang menjawab.


Melihat Nia menatap diri nya,membuat Jack tahu harus melakukan apa.


"Kami tinggal bersama Tante" sahut Jack.


"Kenapa tinggal bersama? kalian kan belum menikah" tanya Bu Adelina yang merasa heran dengan sepasang kekasih di depan nya.


"Kami tinggal bersama karena ada alasan nya kok ma" sahut Nia.


"Kenapa sayang?" tanya ibu Adelina.


Nia bingung harus menjelaskan apa,ia melirik ke arah Jack.


Jack mengangguk,lalu Nia mulai menceritakan kisah hidup nya.


"Aku hanya sebatang kara ma,tidak punya tempat tinggal" ucap Nia lalu berusaha untuk tersenyum.


"Orang tua kamu kemana sayang?" tanya Bu Adelina dengan nada lembut.


"Aku tidak tahu ma,saat umur tiga tahun aku sudah bersama dengan bibi,dan sekarang bibi sudah tiada karena sebuah insiden yang merenggut nyawa nya" Nia menceritakan nya dengan menahan tangis karena mengingat bibi nya yang sudah tiada.


Deg*


"Berapa umur mu sekarang?" ibu Adelina mengalihkan pembicaraan nya.


"Sebentar lagi akan menginjak dua puluh tahun ma" jawab Nia.


"Kamu benar benar mengingatkan ku pada putri ku sayang" ucap ibu Adelina dengan nada lembut.


Tak terasa mereka ngobrol terlalu lama.


Hingga pesta selesai.Dan akhir nya Jack,Nia dan Frans berpamitan pulang dengan sepasang pengantin baru itu.Tak lupa juga mereka berpamitan dengan ibu Adelina dan juga kedua orang tua nya Eva.


Sebelum pulang Nia berpelukan dengan Eva dan juga ibu Adelina.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.