
Keesokan hari nya.
Nia sedang berlatih di markas di temani oleh Jack Raka dan Arion.
Saat ini Nia beristirahat setelah selesai latihan dua jam.
Jack menghampiri Nia lalu berkata."Seperti nya kamu sangat semangat hari ini".
"Tentu saja aku semangat,ini adalah hari pertamaku latihan setelah libur beberapa hari" balas Nia.
"Setelah ini latihan lagi,waktu istirahat mu tinggal 8 menit" ucap Jack dengan nada santai.
"Haa? Jack jangan bercanda,aku tidak sanggup jika harus latihan lagi" ucap Nia memelas dengan nafas masih ngos ngos an.
"Aku belum bilang latihan apa" balas Jack.
"Memang nya latihan apa?" tanya Nia penasaran.
"Latihan menembak,aku sendiri yang akan mengajari mu kali ini.....Waktu istirahat mu sisa 5 menit lagi".
"Menembak? aku tidak salah dengar kan?"Nia langsung berdiri dari duduk nya.
"Ayo latihan sekarang" ucap Nia lagi.
"Kamu begitu semangat rupa nya,ayo ikut aku!".
Nia pergi mengikuti langkah Jack meninggalkan Raka dan Arion yang di abaikan sedari tadi.
"Kita di anggap angin lewat ya" ucap Arion kepada Raka.
Jack dan Nia sudah sampai di tempat khusus latihan senjata,sebagian anak buah Jack sedang berlatih menembak,memanah dan lain lain.
Nia kagum melihat keahlian para anak buah Jack.
"Mereka sangat hebat ya".
"Tentu saja" balas Jack.
"Mau menggunakan senjata jarak jauh atau dekat dulu?" tanya Jack.
"Bukan nya semua senjata itu sama ya,sejak kapan senjata ada jarak jauh dan dekat" ucap Nia.
"Tentu saja ada,kamu tinggal memilih senjata di sana" Jack menunjuk tempat yang tidak jauh dari diri nya.
Nia melihat lihat semua senjata yang terpajang rapi dan memilih tiga senjata.
"Ini berat sekali" Nia mengangkat tiga senjata sekaligus.
"Apa yang kamu lakukan" ucap Jack.
"Bukan nya kamu menyuruh ku memilih senjata? aku sudah memilih nya" balas Nia.
"Aku menyuruh mu memilih bukan mengangkat nya seperti itu...Karena aku sendiri yang akan membawa nya" ucap Jack.
"Kenapa tidak bilang dari tadi,ini berat" Nia menyerahkan dua senjata yang menurut nya sangat berat, bagaimana tidak berat,ia memilih satu sniper dan svd,senjata sniper awm berkisaran 6 kilo gram,dan svd 4 kilo gram,itu masih kosong belum di isi peluru.
"Pistol nya aku sendiri yang membawa" ucap Nia.
"Kau yakin bisa menggunakan senjata ini? aku rasa tangan mu tidak akan kuat,masih belum di isi peluru sudah seberat ini,bagaimana jika sudah di isi,kamu pilih yang lain saja" Jack meletakan dua senjata itu kembali ke tempat semula.
"Iya juga" Nia kembali memilih senjata,kali ini Nia memilih senjata dengan berat 2 kg.
"Ini tidak terlalu berat,aku mau pakai yang ini saja" Nia menunjuk satu senjata jarak jauh.
_
Awal latihan Nia menggunakan pistol dan mendapat angka 3,Nia tidak menyerah ia terus melakukan nya meskipun beberapa kali tidak mendapat angka sama sekali.
"Yes" ucap Nia saat mendapat angka 8.
Nia mencoba lagi namun peluru sudah habis.
Sesuai perjanjian tadi,jika peluru sudah habis berarti sudah selesai mengunakan senjata itu,sekarang Nia akan menggunakan senjata lain.
Kali ini membutuhkan waktu sedikit lama untuk mengajari Nia ,karena senjata yang Nia gunakan saat ini adalah tipe jarak jauh.
Setelah sekian menit akhir nya Nia paham.
"Aku mengerti" ucap Nia lalu mulai melakukan tembakan pertama.
Jack kagum dengan istri nya, bagaimana bisa Nia langsung mendapat angka 7 di tembakan pertama.
"Hebat kan aku" ucap Nia dengan bangga.
Tidak terasa Nia sudah selesai latihan,Jack mengajak Nia kembali masuk ke dalam markas untuk membersihkan diri.
"Kamu melakukannya dengan baik hari ini,dan seterus nya kamu akan latihan menembak dan senjata lain setelah selesai latihan bela diri,tapi bukan aku yang mengajari mu,melain kan Arion" ucap Jack sambil terus berjalan.
"Baik lah" balas Nia dengan senang hati.
"Kau tahu? aku sangat kagum kepada mu tadi" ucap Jack.
"Benar kah?" pipi Nia memerah mendapat pujian dari Jack.
"Buat apa aku berbohong" balas Jack.
Sesampai di ruangan biasa Jack berkumpul.
"Mandi lah" ucap Jack.
"Kenapa diam,mau mandi bersama?" goda Jack.
"Iiih....Aku cuma bingung karena tidak membawa baju ganti" ucap Nia.
"Aku sudah menyiapkan baju mu di lemari,jadi tenang saja" ucap Jack.
"Sejak kapan kamu menyiapkan nya?" tanya Nia.
"Kemarin,saat kamu bilang hari ini mulai latihan lagi" jawab Jack.
Dengan langkah cepat Nia berjalan menuju lemari untuk mengambil baju dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
*
*
*
Jack dan Nia sedang dalam perjalanan pulang,sampainya di depan gerbang mata Jack menemukan seseorang sedang memperhatikan diri nya.
"Siapa dia?" batin Jack.
Pintu gerbang terbuka,Jack sudah tidak memperdulikan orang itu lagi dan langsung menancap gas memasuki pekarangan Mansion .
Nia tertidur di dalam mobil,Jack tidak tega jika harus membangunkan nya,tanpa ragu ia langsung menggendong Nia dan membawa masuk ke dalam.
Jack membawa Nia ke dalam kamar dan membaringkan nya secara pelan pelan agar Nia tidak bangun, Jack memperhatikan tubuh Nia dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dia baru sadar kalau memiliki istri yang begitu sangat menggoda.
"Ooh, shit" Jack baru menyadari kalau milik nya sudah mengeras.
Tidak ingin membuat diri nya semakin tersiksa,Jack keluar dari kamar.
*******
Keesokan hari nya.
Nia sedang melihat bunga di kebun.
Ting* ponsel Nia berbunyi.
"Pesan dari nomer tidak di kenal,siapa?" .
..."Saya Frans,tuan menunggu anda di hotel xxx,di kamar nomer 28"....
"Kenapa bukan Jack sendiri yang mengirim pesan,tapi ya sudah lah mungkin ponsel nya mati sehingga menyuruh Frans...Tapi ada urusan apa sampai menyuruh ku ke hotel segala" ucap Nia lalu membalas pesan dari Frans.
..."Baiklah,aku akan kesana"....
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.