
Di pagi hari Nia terbangun dari tidur nya.
Seperti biasa Nia akan memasak sarapan pagi untuk tuan nya.
Namun bahan bahan dapur sudah habis, tersisa hanya beberapa sayur yang sudah membusuk.
"Semua bahan sudah habis,mau ke supermarket masih nanti buka nya" Nia mendengus kesal.
"Belanja di pasar saja kalau gitu,di sana kalau masih pagi sayur nya pasti segar segar" ucap Nia dengan tersenyum manis nya.
Beberapa menit kemudian.
"Tas sudah siap,ATM juga sudah ada,tinggal mampir ke bank untuk mendapatkan uang cash" ucap Nia sembari berjalan keluar dari mansion tuan nya.
"Selamat pagi pak" sapa Nia kepada tukang kebun.
"Pagi non" balas pak Yanto.
"Silahkan nona" supir membukakan pintu mobil untuk Nia.
"Terimakasih pak" Nia masuk dengan senyum manis nya.
Pak Yanto bingung mengenai siapa sebenar nya wanita cantik yang menyapa nya tadi,karena baru kali ini pak Yanto melihat nya.
Di dalam mobil.
"Nona mau di antar kemana?" tanya supir.
"Kita ke bank dulu ya pak,nanti setelah dari bank kita ke pasar" ucap Nia.
"Baik nona".
_,
"Biar saya bantu nona" supir menawarkan diri nya karena merasa kasihan melihat nona nya kesulitan membawa barang belanjaan di tangan nya.
"Tidak usah pak, saya bisa kok membawa nya sendiri" tolak Nia secara lembut.
"Tapi nona,itu sangat berat".
"Tidak apa apa pak,saya masih kuat membawa nya" ucap Nia lalu masuk ke dalam mansion meninggalkan si supir.
Di dapur.
"Hosh-hosh...." nafas Nia tersenggal senggal.
"Ini berat sekali" gerutu Nia.
"Ooh syukurlah,masih jam setengah tujuh" Nia bernafas lega setelah melihat jam di dinding.
"Mari kita memasak!" Nia bersemangat mengambil bahan bahan yang akan di masak nya.
_
"Akhir nya selesai juga" Nia memandangi masakan nya yang sudah tertata rapi di meja makan.
"Tumben tuan belum turun" ucap Nia.
Lama Nia menunggu tuan nya namun belum juga turun turun.
"Sudah setengah jam aku menunggu ,tapi tuan belum juga turun" lirih Nia.
Nia berinisiatif menyusul tuan nya.
Dia berjalan menaiki tangga,hingga sampailah di depan pintu kamar tuan nya.
Tok.... tok.... tok....
"Apa tuan di dalam?" namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam.
Nia menghela nafas nya dengan kasar lalu kembali pergi ke dapur.
_
Di markas.
"Semua nya berjalan sesuai dengan rencana tuan" ucap Raka.
"Bagus!".
"Apa yang akan tuan lakukan kepada nya?" tanya Raka.
"Lihat saja nanti" Jack tersenyum miring.
"Ikut aku" Jack pergi di ikuti Raka.
"Siap kan cambuk untuk ku".
"Aku tunggu di ruang tahanan" ucap Jack lagi.
"Baik tuan" Raka mengangguk lalu melakukan perintah tuan nya.
Di ruang tahanan.
Sreetth*
Jack menggores tangan nya dengan pisau kecil yang selalu menemani nya.
Tes..Tess....
"Ternyata kau masih sangat tajam" Jack tersenyum sambil mengusap darah nya di pisau.
Ceklek* pintu terbuka
"Berikan cambuk nya!".
"Ini tuan" Raka memberikan cambuk yang di bawa nya kepada Jack.
Cambuk sudah di tangan Jack,ia berjalan mendekati Lio yang terkulai lemas di lantai dalam ke adaan tengkurap.
Ia tersenyum miring melihat tahanan nya yang sudah tidak berdaya.
Cetar*
Cetar*
"Ahhhkkk,hentikan ! bunuh saja aku" Lio berteriak histeris merasakan sakit di punggung nya.
Cetar*
Cetar*
Cetar*
Jack berhenti karena melihat tahanan nya tidak bergerak,yang tanda nya dia sedang pingsan.
"Raka! bawa dia ke atap,biarkan punggung nya terkena sinar matahari".
"Baik tuan" ucap Raka.
"Anda menang sangat kejam tuan" batin Raka sambil geleng geleng kepala.
"Kenapa masih diam! bawa dia ke atap,suruh beberapa anak buah menjaga nya,jika sudah sadar,kembalikan dia ke ruangan ini" ucap Jack lalu pergi.
"Seandai nya kamu tidak mengusik kehidupan tuan kami,pasti sekarang kau tidak akan seperti ini,malang sekai nasib mu" ucap Raka yang merasa iba.
Raka mengangkat tubuh Lio lalu menjatuhkan nya ke lantai.
Di bentur bentur kan kepala Lio ke lantai hingga mengeluarkan cairan kental dari kepala nya.
"Maaf,aku tidak sengaja" ucap Raka lalu mengulangi hal yang sama yaitu mengangkat tubuh Lio dan menjatuhkan nya lagi.
"Kau berat sekali" ucap Raka setelah menjatuhkan badan Lio.
"Hei,kalian kenapa diam saja,bantu mengangkat nya!" ucap Raka ketus kepada dua anak buah yang sedang menjaga pintu tahanan.
"Ba,baik" ucap mereka barengan.
"Kalian dengar kan tadi apa kata tuan?" tanya Raka.
Mereka berdua mengangguk.
"Segera laksanakan!" perintah Raka .
Satu jam kemudian..
"Tuan,dia sudah sadar" ucap Raka.
"Sudah di pindah kan?" tanya Jack.
"Sudah tuan" jawab Raka.
"Ikut aku" Jack pergi.
Di ruang tahanan.
"Selamat siang tuan Lio" sapa Jack.
Lio mengalihkan pandangan nya ke samping.
"Bunuh saja aku,dari pada harus di siksa seperti ini" ucap Lio tanpa menoleh lawan bicara nya.
"Aku pasti akan melakukan nya"balas Jack dengan seringai licik nya.
"Raka,lepas ikatan nya" perintah Jack.
Tanpa menjawab perintah dari sang tuan, Raka langsung mendekati Lio dan melepas ikatan di tangan dan kaki nya.
"Mana tangan mu!" seru Jack kepada Lio.
"Mau apa kau?!".
"Mau cepat mati atau tidak?" tekan Jack dengan tatapan tajam.
Jack menarik tangan Lio lalu menindih nya dengan kaki.
"Berteriak lah sekencang mungkin,aku suka mendengar nya" ucap Jack.
"Hmm" Lio berdehem,ia tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Jack setelah nya,diri nya benar benar pasrah.
Krekk*
Sretth* Krekk*
"Aaahhhkkkk" teriak Lio merasakan sakit di bagian jari nya.
Jack tersenyum mendengar teriakan dari mulut tahanan nya, dengan sengaja ia mengambil ibu jari tangan milik Lio lalu memasukan ke dalam mulut tahanan nya yang sedang berteriak.
Seketika teriakan Lio berhenti dan berganti dengan suara muntah.
Jack tersenyum puas melihat itu.
"Aku hanya melakukan ini kepada tangan kiri mu tapi tidak dengan tangan kanan mu,karena hanya tangan kirimu yang mencekik leher nya,tapi aku akan tetap memberi hukuman kepada tangan kanan mu" ucap Jack lalu mematahkan tangan kanan Lio.
"Aahhkkkk" Lio berteriak histeris.
"Aku juga tahu kalau kamu adalah dalang dari penyerangan markas waktu aku di Bali " ucap Jack.
"Memang benar itu aku" balas Lio dengan suara lemah.
"Karena perbuatan mu.Puluhan anak buah ku masuk ke rumah sakit,dan sekarang kau juga harus menanggung nya" ucap Jack lalu ia mengambil pistol dari saku..
"Sebagian banyak anak buah ku mengalami luka tembak di bagian lengan,kaki,dan perut....Aku juga akan melakukan hal yang sama kepada mu" ucap Jack.
"Kau!" Lio membentak Jack.
"Aku paling tidak suka dengan orang yang sudah berani membentak ku!" ucap Jack lalu menatap tajam ke arah tahanan nya.
Dorr*
Dorr*
Dorr*
Tiga peluru bersarang di lengan,kaki dan perut Lio.
"Hentikan Jack,bunuh saja aku" ucap Lio dengan suara yang semakin melemah.
"Tenang,masih ada satu lagi,setelah ini penderitaan mu akan segera berakhir" ucap Jack dengan seringai licik nya.
Jack mengambil Ares (pisau) dari saku nya.
"Kau sudah mencekik leher nya,jadi aku akan mengakhiri hidup mu dari bagian ini" Jack menunjuk leher Lio.
Lio tidak membalas ucapan Jack lagi,tubuh nya benar benar tidak berdaya.
Tidak melihat perlawanan dari Lio,membuat Jack semakin bersemangat untuk segera menggorok leher tahanan nya.
Darah mengalir deras dari leher tahanan,Jack belum puas karena kepala nya tidak putus putus..
Jack mengambil golok yang berada di ruangan itu dan...
Jrekk*
Badan Lio terpisah dari badan nya.
Jack tersenyum puas melihat kepala Lio yang menggelinding ke arah nya.
"Raka,bakar mayat nya" ucap Jack.
"Baik tuan" balas Raka.
Jack berjalan beberapa langkah keluar,namun ia kembali masuk untuk mendendang kepala Lio.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.