My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 6



Di ruangan Jack.


Mereka ber empat sudah berkumpul di ruangan Jack.


"Kalian tangkap Heri dan Arin,bawa mereka ke markas,mereka sudah berani bermain dengan ku" perintah Jack.


"Kapan kami menangkap mereka tuan?" tanya Arion.


"Secepat nya" ucap Jack.


"Mereka habis ngapain tuan ?" tanya Frans.Karena penasaran, tidak mungkin hanya masalah di perusahaan tadi siang membuat tuan nya marah besar sampai mau menangkap mereka.


Jack tidak menjawab lalu melirik Arion yang berarti Arion di suruh menjelaskan.


"Jadi mereka membayar 4 orang preman untuk mencelakai tuan" ucap Arion menjelaskan.


"Wow berani sekali mereka kepada tuan kita" ucap Frans."Lalu mereka sekarang di mana?" tanya Frans kepada Arion.


"Mereka siapa?" Arion tanya balik karena bingung mereka siapa yang di maksud.


"Ya preman nya lah, siapa lagi" balas Frans.


"Tentunya mereka pulang" ucap Arion.


"Mengapa mereka di bebas kan,biasa nya langsung di habisi di ruang tahanan" ucap Frans dengan nada polos.


Tuk..


Arion menjitak kepala Frans.


"Woi apa salah ku kok main jitak " ucap Frans memegangi kepalanya.


"Kamu bodoh atau apa Frans tentunya mereka sudah pulang ke Tuhan nya" ucap Arion kesal.


"Oooohh..." Frans hanya ber oh riaah.


"Hahahahaha......" mereka tertawa bersama melihat kepolosan Frans,sedangkan Frans diam saja karena bingung mengapa mereka tertawa,lalu Frans kaget melihat Jack yang juga ikut tertawa.


Mereka langsung berhenti ,lalu menatap Jack yang sedang tertawa,karena baru kali ini mereka melihat Jack tertawa.Saat Jack sadar sedang di perhatikan.Jack langsung diam.


Lalu mereka bertiga kembali tertawa karena melihat reaksi Jack.


Di sisi lain.


Nia tidak bisa tidur karena memikirkan pria yang menolong kemarin .Lalu mulai membayangkan wajah tampan nya.


"Dia tampan sekali, sayang nya dia sombong" ucap Nia tanpa sadar.


"Aahhh,aku bicara apa tadi? tidak,tidak aku tidak boleh memikirkan nya" ucap Nia.


Ke esokan harinya.


Nia sudah bersiap siap untuk berangkat bekerja.


"Bii,Nia berangkat dulu ya" pamit Nia ke pada bibi nya.


"Iya nak hati hati di jalan,nanti kalau pulang jangan jalan kaki ya nak lebih baik naik ojek daripada membahayakan kamu nanti nya" ucap bi Asih kepada Nia.


"Iya bi" Nia mengiyakan ucapan bibi nya, padahal Nia tidak mau memakai jasa ojek karena lebih baik uang nya di tabung,itu yang ada di pikiran nya Nia.


Nia sudah berangkat bekerja,seperti biasa Nia akan menghampiri Maya terlebih dahulu untuk berangkat bersama.


"Nya,kemarin kemana saja?" tanya Maya.


Lalu Nia pun menceritakan semua yang terjadi ,mulai di hadang preman lalu di tolong pemuda tampan.


"Kamu nginap?" tanya Maya dengan nada sedikit kaget.


"Di rumah laki laki??"timpal Maya karena hampir tidak percaya dengan ucapan Nia yang katanya menginap di rumah seorang laki laki.


"Oooh... Syukurlah" ucap Maya.


Setelah lama berjalan kaki akhirnya Nia dan Maya sampai di Cafe tempatnya bekerja.Semua berjalan seperti biasanya.


Di sisi lain.


Anak buah Jack sudah berhasil menangkap Heri dan Arin,sekarang mereka ada di ruang tahanan di markas Jack.


Jack berjalan ke arah ruang tahanan,seperti biasa Jack membawa Ares ke ruang tahanan untuk menemani nya bermain.


Pintu terbuka memperlihatkan pasangan sejoli tersebut terkurai lemas di lantai dengan tangan di ikat dan mulut di lakban.


Arin dan Heri belum lama menjalin hubungan kekasih,dan itu semua sudah di ketahui oleh Jack, mengapa Jack bisa tahu? tentu Jack tahu karena pernah melihat mereka bermesraan di kantor,dan Jack juga pernah melihat Arin dan Heri menginap di sebuah hotel dan hanya memesan satu kamar.


Saat sadar ada yang masuk ke ruangan tahanan,sontak Heri dan Arin kaget.


"Emmmm...emmmmmm" Heri dan Arin tidak bisa berteriak,lalu Jack membuka lakban di mulut mereka secara kasar sehingga membuat mereka berteriak kesakitan.


"Apa yang tuan lakukan kepada kami" ucap Heri memberontak.


"Hanya ingin bersenang senang" ucap Jack lalu tersenyum ke arah mereka,bukan senyum manis melainkan senyum menyeramkan.


Heri dan Arin yang melihat senyuman Jack langsung ketakutan dengan badan yang bergetar,apalagi saat melihat Jack memainkan pisau kecil di tangan nya.


"Sekarang aku akan bertanya kepada kalian" ucap Jack.


"Apa tuan" jawab Heri dengan nada bergetar.


"Untuk apa kalian mengirim 4 preman untuk menyerangku, kalian tahu? kalian sudah bermain dengan orang yang salah" ucap Jack.Nada mermehkan.


"Maksud tuan apa,kami tidak mengirim siapapun kepada tuan" ucap Heri panik.


"Baik lah aku tidak perduli kamu mau mengakui nya atau tidak,aku tidak punya banyak waktu lagi untuk meladeni kalian" ucap Jack lalu melempar pisau kecil nya ke arah Heri dan tepat menusuk dada nya sehingga membuat Heri berteriak kesakitan, Jack menekan pisau itu di atas dada Heri lalu mencabutnya dengan kasar.


Jack menjauh untuk menggambil pedangnya lalu mulai mendekati Heri dan langsung menebas kepala Heri hingga kepalanya mengelinding di lantai,Arin yang melihat semua itu pun langsung pingsan karena tidak kuat dengan apa yang di lihatnya.


Jack berjalan ke luar dari ruang tahanan,tepat di hadapan anak buah nya Jack berbicara.


"Kalian beri pelajaran kepada si ja*ang itu,kalian bebas mau melakukan apapun lalu bereskan mayat yang ada di dalam tahanan" suruh Jack.


Visual raka.



Visual Arion.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak agar author lebih semangat untuk melanjutkan episode berikutnya ♥️.