My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 42



"Huh, ternyata menghadiri pesta membuat badan ku sangat lelah" Nia menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang.Dengan keadaan tangan telentang dan kaki yang menggantung.


"Ya Tuhan,aku sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan Mama,rasa nya nyaman sekali saat mama memeluk ku,aku berharap jika keluarga kandung ku masih hidup,dan mereka sebaik keluarga Mama" ucap Nia sambil memandang langit langit kamar nya.


Nia berdiri dan mengambil kalung yang di simpan nya dalam laci.


Sambil menggenggam kalung nya dengan menutup mata nya lalu memohon ." Ya Tuhan,jika memang orang tua ku masih hidup,tolong pertemukan lah kami,aku sangat menyayangi mereka meskipun aku tidak tahu dimana mereka sekarang" .


Nia menghela nafas nya panjang lalu membuka mata nya dan memasang kalung nya kembali di leher nya.


"Apa tuan sudah tidur?" batin Nia.


"Mungkin dia sudah tidur,ini sudah malam, lagian tuan juga pasti capek habis dari pesta barusan" batin Nia lagi.


Nia kembali membaringkan tubuh nya,ia mengambil posisi yang nyaman untuk tidur.


Sepuluh menit..


Dua puluh menit....


Nia pun tertidur dengan lelap.


*****


Di sisi lain.


"Bagaimana ini Rak,kita harus memberi tahu tuan mengenai keadaan markas saat ini" ucap Arion dengan gusar.


"Jangan dulu! biarkan tuan menikmati liburan nya!" bantah Raka.


"Kenapa? bagaimana jika keadaan nya akan lebih buruk lagi,lihat para anak buah red flows saat ini banyak yang terluka karena kejadian ini" ucap Arion dengan nada tidak tenang.


"Lebih baik jangan dulu Arion,memang nya kamu tidak kasihan dengan tuan? dia selama ini selalu saja sibuk dengan pekerjaan nya,di tambah lagi tuan sering mendapat masalah dari para musuh musuh nya,biarkan dia menikmati liburan nya tanpa ada gangguan dari siapapun" balas Raka dengan nada sinis.


"Baiklah,tapi aku tidak mau bertanggung jawab jika tuan akan marah besar kepada kita nanti" balas Arion tak kalah sinis nya.


Mereka terdiam beberapa saat.


'Ceklek' pintu terbuka.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Zein yang telah melihat beberapa kerusakan di bagian depan markas.


"Kalian menelpon ku malam malam begini, dan bilang kalau ada yang menyerang markas,coba kalian jelaskan semua kejadian nya kepada ku" ucap Zein.


Arion menghela nafas nya sebelum memulai bicara.


"Kami tidak tahu Zein,tiba tiba terdengar suara keributan di depan,pada saat itu kami sedang ngobrol di ruangan ini,dan sesegera mungkin kami keluar saat mendengar keributan itu,namun saat kami keluar hanya lah ada beberapa anak buah dari red flows yang mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuh nya,dan soal penyerangan itu kami tidak menemukan jejak nya sama sekali" jelas Arion.


"Mereka sangat profesional,siapa mereka?" batin Zein ber tanya tanya.


"Lalu apa kalian sudah memberitahu Jack soal ini?" tanya Zein.


"Tidak,aku tidak mengijin kan nya" sahut Raka.


"Kenapa?" tanya Zein bingung.


"Biarkan tuan menikmati liburan nya tanpa ada yang menganggu" jawab Raka datar.


"Aku sedikit setuju dengan mu,tapi apa Jack tidak akan marah kepada kalian,jika kalian menyembunyikan ini semua dari nya?" Zein bertanya lagi.


"Sama saja,jika Jack marah besar kepada mu,aku tidak bisa membantu mu " balas Zein.


"Tidak masalah,aku siap mendapat sumpah serapah dari nya,yang penting sekarang tuan tidak terganggu sama sekali saat liburan" ucap Raka.


Zein menepuk bahu Raka.


"Aku tahu niat mu baik Rak,tapi jangan sampai kamu menyakiti dirimu sendiri hanya untuk kebahagiaan orang lain" ucap Raka.


"Ini bahkan tidak ada apa apa nya di banding semua yang telah tuan berikan kepada ku" balas Raka.


"Bahkan jika aku harus mengorbankan nyawa ku demi tuan akupun sangat rela" timpal Raka.


"Tuan pasti bangga memiliki anak buah seperti mu Rak" sahut Arion,yang awal nya mereka diam diam kini kembali seperti biasa nya.


"Begitupun dengan mu" balas Raka kepada Arion.


Hening...


"Bagaimana dengan para anak buah yang terluka" Zein mencoba memecah keheningan di antara mereka.


"Semua sudah di urus,mereka sedang di tangani di rumah sakit" balas Arion.


"Syukurlah kalau begitu".


"Malam ini aku akan menginap disini bersama kalian! ada banyak kamar kan?" tanya Zein.


"Tinggal memilih kamar mana yang akan kau tiduri" sahut Raka.


********


Kembali ke Jack.


"Aku merasa ada kejadian buruk yang menimpa markas saat ini,tapi jika memang iya kenapa mereka tidak menghubungi ku dan memberitahu ku" ucap Jack,diri nya sangat yakin dengan firasat nya yang tak pernah meleset sekalipun.


Duduk sambil menyesap rokok nya di tengah malam membuat Jack yang tadi nya merasa ada yang tidak beres dengan markas nya kini mulai melupakan nya.


Dua batang rokok telah habis,Jack sangat ngantuk dan akhir nya ia kembali ke ranjang dan tertidur....


.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.