My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 17



Jack berada di kamar sedang memikirkan siapa wanita yang bersama Bram, Jack seperti pernah bertemu dengan nya tapi di mana,Jack berpikir keras tentang wanita yang bersama Bram.


"Siapa wanita itu kenapa aku merasa tidak asing " gumam Jack dalam hati.


"Aku harus menyelidiki nya" ucap Jack.


Selang beberapa menit Nia memanggil Jack untuk makan malam.


"Tuan,makan malam sudah siap!" seru Nia dari luar kamar Jack sambil bersender di pintu.


Jack berjalan ke arah pintu dan membuka nya,Nia hampir jatuh saat Jack membuka pintu namun segera di tangkap oleh Jack.


Nia menatap Jack " tuan kalo di lihat dari dekat tampan juga ya" batin Nia.


"Ada apa dengan jantungku?" batin Jack bertanya saat merasakan jantung nya berdetak lebih cepat dari sebelum nya.


Beberapa detik padangan mereka bertemu namun Nia segera mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Jack memposisikan Nia berdiri.


"Tuan maafkan saya" ucap Nia.


Jack mengabaikan Nia lalu langsung berjalan menuruni anak tangga ke arah dapur dan di ikuti Nia di belakang.


Saat berjalan Jack tiba tiba berhenti,Nia yang tidak fokus refleks menabrak Jack,Nia terpleset dan ingin terjatuh namun lagi lagi Jack menangkap Nia.


"Duh ceroboh sekali kamu Nia kenapa harus menabrak tuan lagi sih" batin Nia sambil menatap wajah Jack.


"Eh,Tu-tuan lepaskan saya" ucap Nia.


"Brukkk".


"Aawwsss" rintih Nia.


"Tuan kenapa menjatuhkan saya" kesal Nia lalu berdiri.


"Kamu sendiri yang meminta saya untuk melepaskan nya" balas Jack.


"Tap.." ucapan Nia terpotong saat tangan Jack menarik Nia.


Sesampai di meja makan Jack mengajak Nia makan malam bersama nya,awal nya di tolak oleh Nia karena Nia merasa tidak pantas, tapi akhir nya Nia mau karena Jack mengancam akan memotong gaji Nia.


Mereka sudah selesai makan malam, Jack sudah pergi ke lantai atas dan Nia berada di dapur sedang membereskan meja makan lalu mencuci piring.


Saat Nia mencuci piring tiba-tiba ada suara petir sangat keras.


"Pyaaarrr" Nia tidak sengaja menjatuhkan piring dan segera berjongkok menutup kuping nya.


"Ibu,Nia takut hiks,kenapa ibu ninggalin Nia hiks hiks,bibii Nia takut hiks" Nia menangis sambil menutup kuping nya.


"Duaarr" suara petir.


"Ibu.." teriak Nia.


Jack yang mendengar teriakan dari Nia lagsung turun ke bawah menghampiri Nia.


"Nia kamu kenapa?!" Jack panik lalu menghampiri Nia dan memeluk nya.


"Hiks hiks tuaan saya takut" Isak Nia.


"Jangan takut ada saya disini" ucap Jack lalu membantu Nia berdiri,saat berdiri terdengar suara petir lagi.


"Duaar".


Nia langsung memeluk Jack.


"Kenapa lagi dengan jantungku,kenapa saat dekat dengan nya jantung ku berdetak tidak beraturan?" batin Jack bertanya tanya.


"Sudah kamu jangan takut ada aku di sini" Jack mengelus rambut Nia.


Nia sedikit tenang lalu melepas pelukan nya.


"Malam ini nginaplah di sini,jangan pulang di luar hujan nya deras" ucap Jack lalu di balas anggukan oleh Nia.


"Tidur lah ini sudah malam" timpal Jack.


Lalu Nia berjalan ke kamar pembantu,tapi langkah nya terhenti saat Jack memanggil nama nya.


"Nia..".


"Mau kemana?" tanya Jack.


"Ke kamar pembantu tuan" jawab Nia.


"Tidurlah di kamar tamu" suruh Jack.


"Iya tuan" Nia berjalan ke arah kamar tamu di ikuti Jack di belakang.


Sampai di depan kamar tamu Nia menoleh ke belakang.


"Tuan kenapa mengikuti saya?" tanya Nia.


"Saya hanya memastikan kamu tidak salah masuk kamar" jawab Jack.


"Iya" ucap Jack.


Nia masuk ke kamar lalu menutup pintu ,belum sempat Nia mengunci pintu tiba tiba lampu mati.


"Tuaan".


"Tuan di mana" panik Nia.


Jack yang masih di depan kamar Nia langsung masuk ke kamar Nia.


"Nia kamu di mana" ucap Jack sambil meraba sekeliling nya.


"Tuan saya di sini" sahut Nia .


Jack merogoh saku nya dan mengambil ponsel nya lalu menghidup kan senter.


Jack mencari Nia di dalam kamar,namun Jack tidak menemukan Nia.


"Nia kamu di mana!" seru Jack.


"Saya di sini tuan" sahut Nia dari balik pintu.


Jack menutup pintu nya dan mendapati Nia yang sedang berdiri menutup mata nya.


"Kamu ngapain di balik pintu?" tanya Jack.


Nia membuka mata nya." Tadi saya ingin mengunci pintu tapi tiba tiba lampu mati,dan tuan masuk ke kamar saya terus saya ke dorong pintu nya" jawab Nia.


"Pffftt" Jack menahan tawa nya.


"Tuan kenapa menahan tawa?" tanya Nia kesal.


"Tidak ada" jawab Jack.


"Tuan saya mau tidur,tuan keluar lah" usir Nia.


"Kamu mengusir saya?" tanya Jack.


"Eh,tidak tuan bukan itu maksud saya" jawab Nia.


"Saya akan pergi,kamu tidak perlu mengusir saya" ucap Jack lalu Jack pergi meninggalkan Nia,langkah Jack terhenti saat Nia memanggil nya.


"Tuan tunggu!" seru Nia lalu Jack berhenti dan membalikan badan nya menghadap Nia.


"Apa" ucap Jack.


"Tuan saya membutuhkan lilin untuk penerangan ,saya tidak bisa tidur dalam keadaan gelap " ucap Nia.


"Di sini tidak ada lilin" ucap Jack.


Nia terdiam sambil membayangkan betapa menakut kan nya tidur dalam kegelapan.


"Hei,kenapa diam" seru Jack.


"Tidak apa apa tuan" ucap Nia.


Jack yang tahu kalo Nia sedang ketakutan benisiatif ingin menemani Nia di kamar sampai Tertidur.


"Saya akan menemani mu sampai tertidur" ucap Jack.


"Tapi tuan,saya takut nanti akan jadi fitnah" ucap Nia.


"Dasar wanita bodoh,disini hanya ada kita berdua, tidak akan ada yang tahu kalo saya berada di kamar bersama mu" ucap Jack.


"Baiklah terserah tuan,tapi jangan macam macam sama saya" ucap Nia lalu menaiki ranjang nya.


"Ha ha ha.." Jack tertawa.


"Itu tidak akan terjadi Nia, kamu jangan berpikir aneh aneh tentang saya,saya bukan pria seperti itu" timpal Jack.


"Syukurlah jadi saya bisa lebih tenang tuan" ucap Nia di atas ranjang nya lalu merebahkan tubuh nya.


Sebelum Nia tidur,Nia sudah menaruh bantal guling di tengah sebagai pembatas.


Jack tidur satu ranjang dengan Nia,mereka terlelap dalam mimpi masing masing, saat tidur Jack tidak sadar memeluk Nia, bantal guling yang sebagai pembatas entah di tendang kemana oleh Jack.


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.