My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 93



"Ngapain mencari data pemilik perusahaan Garren Lim" Lusi yang sedari tadi memperhatikan Frans .


"Bukan urusan mu" ketus Frans,tidak bisa di pungkiri, Frans sangat membenci Lusi karena terlalu banyak bicara.


"Aaa...Aku tahu!" ucap Lusi..


"Apa".


"Pasti ingin menjadi lebih dekat ya kan sama pemilik perusahaan Garren Lim,siapa tahu dengan lebih dekat membuat perusahaan ini semakin maju..Eh tetapi kalau di pikir pikir perusahaan ini kan sudah maju,bahkan sangat maju,sedangkan perusahaan Garren Lim masih baru,jadi....


"Diam ! jangan di lanjutkan!" Frans memijat kening nya merasa pusing.


"Oke,aku diam,mungkin saja...


Frans menatap tajam ke arah Lusi.


Lusi tidak melanjutkan ucapan nya lagi setelah mendapat tatapan tajam dari Frans.


"Aku diam!" ucap Lusi lalu kembali memfokuskan ke pekerjaan.


"Huft" Frans menghela napas.


"Eh,ngomong ngomong tuan tidak ke kantor ya hari ini?" tanya Lusi,kali ini dia bertanya dengan posisi masih menghadap komputer.


"Tidak".


"Aku tidak dengar, kamu mengatakan apa tadi?" tanya Lusi.


Dengan perasaan kesal.Fans kembali melayangkan tatapan tajam ke arah Lusi.


"Jangan menganggu ku atau aku akan membunuhmu!" Frans berkata dengan aura membunuh.Sehingga membuat Lusi bergidik ngeri dan memilih untuk diam tidak melanjutkan ucapan nya lagi.


*******


Jack sedang membaca file yang di kirim Frans.Ada satu foto juga.Dia memperhatikan foto itu secara detail,ada Nia,Maya, Darren, Agam dan yang satu lagi tidak tahu,mereka semua terlihat sangat akrab.


Setelah mendapatkan apa yang dia mau. Jack kembali ke kamar untuk melihat keadaan istri nya.


Padahal belum lama di tinggal.Nia sudah tertidur pulas sambil memeluk bantal.


Jack mengambil jaket dan kunci mobil. Sebelum pergi dia mengecup kening Nia.


Satu jam berlalu.


Sudah lama tidak ke markas,semua nya terlihat masih sama tidak ada yang berubah.


Jack berjalan masuk menuju ruangan biasa berkumpul.


Di dalam ruangan.


Raka sedang memainkan asap rokok.Sedangkan Arion sedang sibuk dengan game.


"Oh,sial ! " Arion menggerutu tidak jelas.


"Angkat saja" ujar Jack.


"Tidak penting tuan" Arion langung mematikan ponsel.


Jack menarik napas dalam-dalam.Lalu mengatakan. " Markas aman?".


"Aman tuan,tidak ada keributan atau hal yang mencurigakan" ucap Raka.


Jack mengamati gerak gerik Raka dan Arion yang mencurigakan.


"Yakin?".


"Iya tuan,tetapi beberapa hari yang lalu ada anak buah yang meninggal di markas" ucap Arion.


Seketika Raka langsung melihat ke arah Arion.


"Mati? karena apa?" tanya Jack.


"Setelah kami selidiki, dia menderita penyakit jantung dan hipertensi tuan" Arion menundukkan kepala,dia sudah tahu pertanyaan apa setelah ini.


"Berapa usia nya?" tanya Jack.


Deg..


"53 tuan".


Brakk**


"Jangan di ulangi lagi!".


"Bukan masalah besar,jangan berlebihan".


"Berdirilah dari hadapan ku" sambung Jack.


"Bagaimana aku bisa berdiri tuan.Sedangkan tuan akan memenggal kepala ku" Arion berkata sembari menangis.


"Aku sudah lupa, terima kasih sudah mengingat kan ku" Jack mengeluarkan pisau dari dalam saku.


Arion semakin menjadi-jadi.


"Aku hanya bercanda" Jack kembali memasuk kan pisau ke dalam saku.


"Apa... Tuan tidak jadi memenggal kepala ku? ooh..Ini adalah sebuah keberuntungan, terima kasih tuan terima kasih" Arion mengusap cairan di pipi nya lalu berdiri dan duduk kembali di samping Raka.


"Aku akan kembali,jaga markas" ucap Jack lalu pergi meninggalkan markas.Kembali ke mansion.


"Yang kamu lakukan tadi, sangatlah lucu" Raka tidak habis pikir dengan teman yang satu ini.


"Yang benar saja kamu bilang lucu,waktu itu tuan bilang,,,jika aku melakukan kesalahan,maka harus siap kehilangan kepala.. Ooh Raka,aku tidak siap jika harus kehilangan wajah ku yang tampan ini" ucap Arion.


"Bodoh....Jangan di anggap terlalu serius.Tingkah mu tadi seperti anak kecil yang kehilangan permen saja" Raka mengucapkan dengan nada meledek.


***


Jack meminggirkan mobil.Lalu turun,kemudian berjalan masuk ke dalam apotek.


Selepas dari apotek.Kembali melanjutkan perjalanan.


Beberapa menit terlewati.


Jack memarkirkan mobil tepat di depan mansion.Dia masuk ke dalam, langsung menuju ke kamar.


Nia masih dalam ke adaan tidur.


Di pegang nya kening Nia,memastikan panas nya sudah turun atau belum.


Nia merasa terusik sehingga bangun


"Jangan ke mana-mana,tetaplah berbaring,aku akan ke bawah sebentar" ucap Jack lalu pergi.


25 menit kemudian.


Jack kembali ke kamar membawa nampan berisi satu mangkuk bubur dan satu gelas air putih.


"Makan lah,setelah ini minum obat" Jack menaruh nampan di atas meja,lalu mengambil mangkuk berisi bubur.


"Kamu membuat nya sendiri?" tanya Nia.


"Ya...Makanlah" Jack menyuapi Nia dengan pelan pelan sampai habis.


Sehabis makan,Jack membantu Nia meminum obat.


"Aku minta maaf " Nia merasa bersalah.


"Untuk apa" Jack memperhatikan Nia dengan seksama.


"Karena telah merepotkan mu" ucap Nia menunduk.


"Aku tidak merasa repot sama sekali.Kamu adalah istri ku sudah sepatut nya aku merawat mu...Dengan merawat mu seperti ini,rasa nya seperti merawat ibu ku sendiri,meskipun aku belum pernah merawat nya" Jack menghela napas setelah mengatakan nya.


"Maaf" lirih Nia.


"Berhenti mengatakan maaf,tidak ada yang salah dengan mu" Jack memegang tangan Nia lalu mengecup nya.Dia tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


Komen,like dan vote ♥️.