
Malam hari.
Maya sedang berdiri di depan kantor perusahaan.Mencari taksi sambil menunggu hujan reda.
"Di dalam ada payung,tapi kantor sudah tutup" ucap Maya gelisah.
"Astaga, sedari tadi tidak ada satu pun taksi lewat".
"Sudah semakin malam.Tidak mungkin aku tetap di sini menunggu hujan berhenti.Ya tuhan apa aku harus berlari?".
Tinnn.....
"Siapa dia" batin Maya.
"Masuk" titah nya.
Maya berlari kecil masuk ke dalam mobil.
"Kau bekerja di sini?".
"He,em aku bekerja di sini " Maya menjawab tanpa menoleh ke arah Darren.
"Aku akan mengantarmu pulang,rumah mu masih sama kan?".
"Masih" jawab Maya.
"Lama tidak bertemu, bagaimana dengan kabar mu?" tanya Darren.
"Aku baik,kamu sendiri" balas Maya.
"Yaa... Seperti yang kamu lihat sekarang,aku juga baik".
"Selama ini,kamu ke mana saja?" Maya bertanya sembari melihat ke arah Darren yang fokus mengemudi.
"Bilang apa tadi? hujan nya deras,aku tidak mendengar suara mu".
"Tidak ada,lupakan " balas Maya.
***
Jack baru saja masuk ke dalam kamar.
"Belum tidur?".
"Belum.Aku sedang menunggu mu" balasan dari Nia.
"Sudah baikan?" Jack ikut berbaring di samping Nia.
"Sudah" setelah Nia menjawab,Jack memosisikan tidur membelakangi Nia.
"Sayang" lirih Nia.
"Hmm" Jack berdehem.
"Suasana di sini sangat dingin ya" ucap Nia.
"Mungkin karena hujan" balas Jack.
"Ya sudah" Nia menghela napas lalu memosisikan tidur membelakangi Jack juga.
______
"Selamat pagi" sapa Nia kepada 3 pelayan.
"Pagi nyonya" sapa balik dari mereka.
Nia terus berjalan menghampiri suami nya yang sudah berada di luar.
"Ini tas nya" Nia memberikan tas kerja.
"Aku berangkat" ucap Jack setelah mengambil tas dari tangan Nia.
Tidak lupa Jack mengecup kening istri nya lebih dulu sebelum pergi.
Nia melambaikan tangan,ketika mobil suami nya sudah mulai menjauh.
"Penyakit dingin nya mulai kumat" Nia berbicara sambil geleng geleng kepala lalu kembali masuk ke dalam.
Tiba tiba Nia kembali merasa mual dan pusing.
Nia sudah tidak tahan,dengan langkah cepat berlari menuju kamar mandi terdekat di lantai bawah.
"Hueekk...Huekkk...".
"Nyonya,anda baik baik saja kan?" tanya bi Weni yang kebetulan mendengar suara Nia saat muntah.
"Aku baik baik saja kok bi".
"Huekk...".
"Kalian ! mengapa diam saja,telepon tuan !" geram bi Weni.
"Jangan beritahu suami ku" Nia mencegah agar mereka tidak menelpon Jack.
Nia terus terusan memuntahkan isi di dalam perut nya sampai tidak tersisa.
Setelah berhenti.
Wajah Nia kembali pucat.
"Nyonya mau ke mana?" tanya bi Ati ketika melihat Nia berjalan keluar dari mansion.
"Keluar bi" jawab Nia.
"Tetapi nyonya....
"Aku baik baik saja kok,kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku" balas Nia.
Nia pergi ke rumah sakit terdekat di antar sopir.
Sesampai di rumah sakit tiba tiba penglihatan Nia mulai kabur, kepala nya sangat pusing.
Brukk...
****
Deg.
"Anda kenapa tuan?" tanya Frans..
Jack mengabaikan pertanyaan Frans.
"Aku akan pulang" Jack mengambil kunci mobil lalu pergi.
***
Di rumah sakit.
Nia membuka mata perlahan,dia mendapati seoarang pria tengah tersenyum ke arah diri nya,terlihat sangat jelas pria itu sehabis marah.
"Kamu...Kenapa bisa ada di sini" lirih Nia,diri nya berusaha duduk di bantu Agam.
Agam hanya menatap Nia tanpa bicara sepatah kata pun.
"Gam,apa aku sakit parah?" tanya Nia sekali lagi.
"Aku tidak sengaja melihat mu pingsan di rumah sakit ini,jadi aku menyuruh untuk dokter untuk memeriksa mu" ucap Agam.
"Jangan khawatir,kata dokter kamu baik baik saja,tidak ada penyakit berbahaya di dalam tubuh mu" timpal Agam.
"Syukur lah" Nia bernapas lega.
"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada mu,tolong di jawab dengan jujur" ucap Agam pelan.
"Tanyakan saja,aku pasti menjawab nya dengan jujur" balas Nia.
"Anak siapa di dalam kandungan mu?" Agam bertanya dengan satu tarikan napas.
Deg.
Nia diam mencerna ucapan Agam untuk beberapa saat.
"Aku...
Ucapan Nia terpotong.
"Jangan di lanjut kan ! aku tidak mau mendengar nama pria berengsek itu" tegas Agam.
"Gam! dia bukan pria berengsek seperti yang kamu bilang !" Nia tidak terima.
"Lalu apa Nya? apaa.....?" Agam mengusap wajah nya dengan kasar.
"Kalau bukan berengsek apa lagi Nya...? dia sudah....
Agam tidak melanjutkan lagi ucapan nya.
"Sekarang gini,kamu lupakan saja pria itu dan menikah lah dengan ku,aku ber janji akan membahagiakan mu,aku ber janji akan...
"Cukup!" bentak Nia.
Air mata Nia mengalir deras,tidak tahan dengan semua ucapan pria di hadapan nya.
"Aku sudah menikah Gam...Hiks..." lirih Nia.
"Aku mempunyai suami...Hiks..Hiks".
"Sekarang aku minta sama kamu.Jauhi aku ! jangan ganggu aku lagi,lupakan aku Gam" Nia menangis tersedu sedu di hadapan Agam.
"Nya,kamu bercanda kan?" tanya Agam tidak percaya.
Nia menggeleng.
"Aku serius Gam" ucap Nia.
"Aahhkkkk..." Agam mengacak rambut secara kasar dan diam sejenak.
Agam menatap Nia sebelum kembali berkata.
"Aku rela menunggu mu selama 5 tahun ....Dan sekarang aku sudah kembali Nya.Tapi apa? aku malah mendapatkan ini semua,sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sama sekali dan tidak pernah aku ingin kan" lirih Agam.
"Aku mencintai nya Gam" ucap Nia sambil menahan Isak tangis.
"Kamu melupakan ucapan mu sendiri.Ya,kamu sudah melupakan nya" Agam tertawa masam.
"Baiklah...Aku turuti apa katamu tadi,aku tidak akan menganggu mu lagi.Tetapi ! kalau aku tahu dia menyakiti mu,aku akan berusaha mengambil mu kembali!" setelah mengucapkan itu,Agam pergi begitu saja.
Setelah kepergian Agam,masuk lah Jack.
Jack memeluk Nia,agar Nia sedikit lebih tenang.
Mereka melepas pelukan nya.
"Tahu dari mana aku ada di sini? " tanya Nia sambil mengusap sisa air mata yang hampir mengering di pipi.
"Titik lokasi hp mu berada di rumah sakit ini" jawab Jack.
Beberapa detik kemudian.
"Lupakan semua kejadian tadi,ibu hamil tidak boleh stress" Jack mengecup perut Nia lalu tersenyum.
"Kamu mendengar semua nya?" tanya Nia.
"Tentu saja sayang,aku punya kuping" Jack mengucapkan sambil tertawa.
"Sayang,kamu harus periksa ulang,agar tahu lebih jelas dan pasti " sambung Jack.
"He em" Nia mengangguk lalu tersenyum.
Setelah selesai periksa ulang dan mengambil buku resep obat untuk ibu hamil,mereka pulang.
Sesampai di mansion.
Jack mengendong Nia masuk ke dalam.
"Sayang,aku bisa jalan sendiri" ucap Nia.
"Tidak sayang,kamu tidak boleh lelah" balas Jack.
"Ini dekat sayang,aku akan baik baik saja,jangan berlebihan deh" ucap Nia.
Hap..
Jack menurunkan Nia di sisi ranjang.
"Sekarang kamu mau makan apa? aku akan membelikan untuk mu" tanya Jack.
"Aku mau makan apa saja yang ada di bawah,aku sudah lapar, kalau harus menunggu kamu membelikan makanan pasti lama nanti nya" ucap Nia.
"Baik lah,aku akan mengendong mu turun ke lantai bawah" ucap Jack.
"Aku mau berjalan sendiri saja" balas Nia.
"Tidak boleh...
"Jangan memaksa! atau aku akan marah!" Nia menatap tajam ke aran Jack.
Ucapan Nia seperti sebuah ancaman bagi Jack,apalagi Nia menatap diri nya seperti itu.
"Baik lah" balas Jack pasrah.
Sesuai permintaan,Nia berjalan sendiri hingga sampai di dapur,Jack hanya mengikuti dari belakang.
.
.
.
.
.
. Tinggal kan like,komen dan vote ♥️.