
"Aku sudah sangat lapar,tapi tuan belum datang,kan gak enak kalau sarapan duluan" ucap Nia dengan posisi tangan menangkup dagu nya.
Beberapa jam kemudian.
Drtttt.
Drttt.
"Hallo,siapa?".
"Perkenalkan nama saya Maya marliana,mbak boleh memanggil saya May" ucap Maya.
"Ooh kamu May, kok nomor nya beda?" tanya Nia.
"Aku pinjam ponsel Kevin Nya....Kamu lagi ngapain sekarang?".
"Aku mau ngantar makan siang ke kantor May,kenapa?" jawab Nia lalu bertanya.
"Mau ngantar makan siang untuk siapa Nya? kan sudah beberapa hari tuan tidak ke kantor".
"Hah?!".
"Lah terus sekarang tuan di mana dong May kalau gak ke kantor" ucap Nia.
"Lah mana saya tahu,saya kan ikan" balas Maya lalu terkekeh geli.
"Hmm".
Nia langsung mematikan telepon.
"Tuan di mana?" tanya Nia kepada diri sendiri.
"Saya di sini" Jack menaruh jaket nya di kursi.
Nia menoleh ke samping saat mendengar suara yang tidak asing bagi nya.
"Tuan,dari kapan tuan di sini?" tanya Nia.
"Baru saja" jawab Jack lalu duduk
"Tuan mau makan apa? biar aku ambil kan" Nia mengambil piring dan mengisi nya dengan nasi.
"Itu saja" Jack menunjuk rendang.
"Ini saja tuan ? gak ada yang lain?" tanya Nia.
"Itu saja" jawab Jack dengan wajah datar nya..
"Ini tuan".
"Hmm" Jack berdehem.
" Dia sangat dingin" batin Nia.
Jack diam sejenak menatap makanan yang sudah di sajikan,lalu menatap Nia.
Nia menjadi salah tingkah karena tatapan dari tuan nya.
"Aku sangat heran dengan mu,seharus nya kamu takut setelah tahu identitas asliku....Aku adalah seorang pembunuh,dan kamu tahu itu,bahkan kamu juga melihat nya sendiri" ucap Jack yang merasa keheranan,karena beberapa hari yang lalu sebelum Nia menghilang,dia sangat takut dengan diri nya.
"Awal nya aku memang takut dengan tuan,tapi setelah tuan datang menyelamatkan ku dari cengkraman Lio,aku merasa kalau tuan tidak berbahaya bagiku, bahkan aku merasa aman jika bersama dengan tuan.....Dan mulai saat ini aku tidak akan memandang orang dengan cover nya saja,aku sudah kapok dengan Lio yang terlihat baik di luar namun memiliki niat buruk di dalam nya,yaitu niat untuk membunuh ku,begitu juga sebalik nya dengan tuan yang terlihat garang,jahat dan menyeramkan namun di dalam nya tuan adalah sosok orang yang sangat baik" balas Nia.
"Apa aku terlihat begitu menyeramkan kan?" tanya Jack sambil melayangkan tatapan membunuh nya.
Nia menelan Saliva nya dengan susah saat melihat tatapan dari tuan nya.
"Ti-tidak kok tuan,anda ti-tdak menyeramkan sama sekali" jawab Nia dengan gugup sekaligus takut.
Melihat ekspresi ketakutan di wajah Nia membuat Jack sangat senang karena berhasil mengerjai nya.
"Tuan, kenapa tidak di makan?" tanya Nia yang sudah tidak ketakutan lagi.
"Hmm" Jack hanya berdehem.
Jack langsung memakan makan siang nya.....Setelah selesai ia langsung pergi ke lantai atas.
Di lantai atas.
Jack sedang duduk santai di ruang kerja,ia melihat notifikasi pesan di layar ponsel nya.
Awal nya Jack mengabaikan pesan itu,hingga terlihat tulisan nama yang di sebut dalam pesan,yang membuat nya langsung membuka dan membaca nya.
..."Hei bro,aku dapat kabar dari anak buah mu kalau Nia habis di culik! wah parah sih,andai saja aku tidak berada di luar negri sekarang,pasti sudah ku cabik cabik itu orang yang menculik Nia" ....
..."Gimana cerita nya Nia bisa di culik bro?"....
..."Sekarang bagaimana keadaan Nia?"...
Jack membaca pesan dari Zein satu persatu,lalu ia melihat Zein sedang mengetik dengan waktu yang lama
..."Jangan di lanjutkan! jika masih ingin hidup!" ....
Itulah balasan yang di kirim kan kepada Zein.
Jack menaruh ponsel nya di meja lalu membaca berita di layar komputer nya.
Ia tersenyum melihat berita terbakar nya bangunan rumah mewah dan di temukan ratusan mayat di dalam nya.
"Kerja yang sangat bagus!" Jack tersenyum miring.
Di sisi lain Nia sedang mondar mandir di depan televisi,setelah ia melihat rumah yang tidak asing bagi nya muncul di berita dalam keadaan sudah terbakar,dan yang lebih mengejutkan lagi banyak ratusan korban jiwa di dalam nya.
"Kenapa?" tanya Jack yang sudah turun dari lantai atas.
"Apa tuan penyebab dari kebakaran rumah itu" Nia menunjuk berita di televisi,ia sudah curiga dengan tuan nya.
"Itu memang aku" balas Jack.
"Kejam katamu?!" tanya Jack dengan sorot mata tajam.
"Anda memang kejam tuan" jawab Nia.
"Aku tidak akan melakukan itu,jika pria itu tidak menyakiti mu!" tegas Jack yang masih dengan sorot mata tajam nya.
"Aku sudah pernah bilang kepada mu ,jika aku tidak akan menyakiti,menyiksa atau membunuh seseorang yang tidak bersalah,dan aku melakukan semua ini hanya untuk melindungi mu!" ucap Jack yang sudah tidak menatap Nia dengan tajam,dan berganti dengan tatapan biasa.
"Aku tidak menyangka tuan melakukan semua ini hanya untuk melindungi ku,memang yang tuan lakukan ada benar nya, jika mereka tidak di musnahkan,mungkin suatu saat nanti mereka akan kembali menculik ku lalu melanjutkan rencana yang sudah tertunda,yaitu mereka akan membunuh ku" batin Nia.
"Mungkin sudah saat nya aku harus berlatih bela diri untuk menjaga diri ku".
Hening.
Setengah jam tidak ada pembicaraan di antara mereka.
"Tuan" Nia membuka bicara.
"Hmm" Jack berdehem.
"Aku ingin berlatih beladiri" ucap Nia tanpa ragu ragu.
"Tuan ingat kan,waktu itu tuan menyuruhku berlatih bela diri,agar suatu saat nanti aku bisa melindungi diri sendiri,di saat ada bahaya yang datang kapan saja" ucap Nia lagi.
"Aku mengingat nya,kapan kamu ingin melakukan nya?" tanya Jack.
"Mungkin besok jika boleh" jawab Nia.
"Baiklah.Kamu akan di ajari oleh salah satu dari anak buah ku,aku akan menyuruh nya untuk menjemput mu besok" balas Jack.
"Memang nya aku akan berlatih di mana tuan?" tanya Nia yang mulai merasa tidak enak.
"Di markas" jawab Jack.
Glek* Nia menelan Saliva nya dengan susah setelah mendengar ucapan tuan nya.
Tiba tiba keinginan Nia untuk belajar beladiri langsung menciut,ia tahu markas yang di maksud tuan nya adalah bangunan besar yang berada di tengah hutan.
"Kenapa tidak di sini saja tuan" bantah Nia.
"Tidak bisa ! kamu akan berlatih di markas" ucap Jack tegas.
Nia diam,kembali mengingat tatapan menyeramkan dari para anak buah Jack.
"Kenapa diam?" tanya Jack.
"Aku takut dengan tatapan anak buah tuan,mereka terlihat menyeramkan" Nia menjawab dengan kepala menunduk.
"Jangan takut! justru kamu harus bisa memberikan tatapan yang jauh lebih menyeramkan dari pada mereka" ucap Jack yang seolah olah memberi semangat kepada Nia.
"Cara nya tuan?" .
"Kamu harus belajar sendiri untuk hal ini" jawab Jack.
"Bagaimana? mau atau tidak berlatih di markas?" tanya Jack.
"Hmm baiklah,aku akan berlatih di markas tuan" jawab Nia mantap.
"Bagus!!aku suka dengan jawaban mu" ucap Jack.
Mereka kembali terdiam.
"Aku benar benar tidak tahu jalan pikiran mu,baru saja kamu marah dan kecewa,tapi bulum lama setelah nya,kamu sudah kembali seperti semula,tidak ada semburat marah dan kekecewaan di wajah mu, seoalah olah tidak terjadi sesuatu sebelum nya" batin Jack.
Tiba tiba telepon rumah berbunyi menandakan ada telepon masuk.
Dengan buru buru Nia mengangkat telepon.
"Hallo,maaf tuan ada orang yang datang mencari anda di kantor" ucap nya.
"Siapa?" tanya Jack dari arah belakang,ia sengaja mengikuti Nia karena diri nya merasa akan ada sesuatu yang sangat penting.
"Ini ada telepon dari kantor tuan" Nia menyerahkan telepon nya kepada Jack.
"Ada apa" ucap Jack.
"Ada orang yang mencari tuan di kantor,salah satu dari mereka adalah Eva,mantan sekretaris tuan".
"Ooh,katakan ada perlu apa mencariku" ucap Jack.
"Mereka bilang ini adalah urusan keluarga" balas nya.
"Berikan mereka alamat ku" ucap Jack lalu menutup telepon nya.
"Siapa tuan?" tanya Nia.
"Eva" jawab Jack.
"Ooh" Nia hanya ber oh riaah.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.