My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 61



Jack dan Nia pulang dari markas saat waktu sudah malam.


Di mansion.


"Hanya karena kejadian waktu itu,dia nekad ingin mencelakai kita tuan,aku benar benar tidak habis fikir dengan dia" ucap Frans.


"Setelah aku selidiki ternyata dia juga dalang dari pencurian berkas di perusahaan,untung saja gagal" ucap Frans lagi.


"Aku sudah tahu " balas Jack


"Tapi tuan,bagaimana jika nona juga ikut menjadi sasaran wanita rubah itu?" Frans bertanya.


"Aku sudah mengerahkan beberapa anak buah ku untuk menjaga nya dari jauh" jawab nya setelah menghisap rokok.


"Apa rencana selanjutnya tuan?".


"Buat hidup nya tidak tenang,kamu pasti tahu apa maksud ku".


"Aku tahu tuan" balas Frans.


"Lakukan tugas mu dari sekarang!".


"Baik tuan,aku permisi" Frans bangkit dari duduk nya lalu keluar dari mansion.


Tak selang berapa lama Nia datang.


"Jack" Nia tampak canggung.


"Mama besok mau datang ke sini,apa boleh?" tanya Nia.


"Tentu saja boleh" Jack melirik Nia sekilas lalu kembali menghisap rokok nya.


"Wajah mu pucat" ucap Jack.


"Mungkin hanya efek kelelahan,karena tadi sore habis latihan" balas Nia.


"Tidur lah" ucap Jack lalu pergi meninggalkan Nia sendiri di ruang tamu.


"Baru tadi sore dia bersikap lembut dan hangat,sekarang sudah kembali dingin lagi" ucap Nia dalam hati barengan dengan helaan nafas nya.


Nia berjalan menuju dapur,sesampai di dapur sudah ada bi Weni yang kebetulan belum tidur.


"Nyonya butuh sesuatu? biar bi Weni buat kan ya" tawar bi Weni.


"Saya butuh jahe bi,ada?" tanya Nia.


******


Sedangkan di sisi lain,seorang wanita terlihat kesal karena rencana nya gagal.


"Aku yakin dia sengaja melakukan itu agar tidak jadi di minum,aargh siall" umpat nya.


Prank* pecahan vas bunga berserakan di lantai.


"Aku tahu masalah ini hanya masalah kecil,tapi yang jelas aku tidak terima di perlakukan seperti itu di hadapan banyak orang".


"Pada awal nya aku hanya ingin memberi pelajaran untuk perusahaan nya saja,tapi gagal,dan setelah aku pikir pikir akan lebih seru jika sedikit bermain".


"Pria itu hanya lah orang biasa yang lemah,dan setelah dia tahu diri ku yang sebenar nya, pasti dia akan bertulut untuk meminta maaf...Hahahaha...." wanita itu tertawa seperti orang gila.


"Aku bisa saja menyewa beberapa anak buah dari dunia bawah untuk menghancurkan mu Jack...Hahahaha....Tapi tunggu! aku tidak boleh meremehkan kan nya begitu saja".


Wanita itu mengambil sebuah ponsel lalu memeriksa nya.


Duarr*


Terdengar suara tembakan dari luar,dengan buru-buru wanita itu melihat dari jendela.


"Apa yang terjadi,kemana saja para penjaga?".


Dengan langkah kaki yang cepat,ia keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Aaah....Apa ini?" terlihat selembar kertas dengan tulisan yang menggunakan pena merah.


'LAIN KALI YANG RAPI MENARUH RACUN NYA'.


"Ooh shit,aku tahu ini dari siapa".


Dengan penuh emosi ia merobek kertas hingga menjadi beberapa bagian.


"Aku rasa lawan ku kali ini bukan orang biasa,aku salah sudah meremehkan nya" ucap nya lalu pandangan nya tertuju kepada dua pria yang tergeletak di lantai.


"Astaga, kenapa kalian tidur di sini" bentak nya saat melihat dua penjaga tidur di teras.


"Hei,bangun!" namun tidak ada pergerakan dari kedua penjaga nya.


Dengan perasaan kesal ia masuk ke dalam rumah nya untuk mengambil air.


Byurr*


Wanita itu menyiram dua penjaga itu dengan seember air namun masih sama tidak ada pergerakan dari mereka berdua.


Karena sudah sangat kesal sekaligus was was, ia kembali masuk ke dalam rumah nya dan langsung mengunci rapat pintu dengan perasaan tidak tenang.


"Aku menyesal telah meremehkan kan dia" lirih nya.


"Aku harus cari tahu letak kelemahan nya di mana...Tunggu! aku ingat saat itu dia sedang bersama wanita" tiba tiba muncul ide licik di otak nya.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan like ya 🤗.