
Di pagi hari.
"Nanti jangan ke kantor" ucap Jack setelah selesai sarapan.
"Kenapa tuan?" tanya Nia sedikit kecewa.
"Nanti siang kamu harus latihan" jawab Jack.
"Kan bisa setelah mengantar makan siang ke kantor tuan, aku ingin ketemu sama Maya" Nia menampakan wajah sedih nya di depan Jack,berharap boleh ke kantor nya.
Jack menghela nafas nya sebelum menjawab.
"Baiklah,terserah mu saja" balas Jack.
"Em,apa boleh aku keliling di sana nanti?" tanya Nia.
"Asal kan bersama Raka,aku tidak masalah" jawab Jack.
"Yessss..." Nia kegirangan.
Jack hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku Nia yang hampir saja melompat namun di urungkan karena melihat diri nya sedang menatap nya.
"Tuan".
"Hmm".
"Apa tuan punya nomer nya Mama?" tanya Nia.
"Tidak!".
"Kalau nomer nya kak Elvan?" tanya nya lagi.
"Kenapa" tanya Jack balik.
"Kalau punya,Nia minta " jawab Nia.
"Nanti akan ku kirim" balas Jack lalu berdiri dari duduk nya.
"Terimakasih tuan" Nia hendak memeluk Jack namun kaki nya kesandung kursi.
"Duh" ringis Nia.
Jack tersenyum melihat tingkah laku calon istri nya.
"Tuan,kenapa tersenyum?" tanya Nia.
"Tidak ada!".
"Aku berangkat! " sambung Jack lalu pergi meninggalkan Nia.
Setelah kepergian Jack.
"Tadi tuan tersenyum" Nia masih diam di tempat.
"Mimpi apa aku semalam" ucap Nia sambil memegangi pipi nya.
Nia menggerak gerak kan kaki nya.
"Kaki ku sudah tidak sakit lagi" ucap Nia lalu tersenyum.
Nia membereskan piring dan beberapa bekas makanan lain nya...Setelah selesai,Nia pergi ke luar untuk mencari udara segar.
Di luar Nia sedang melihat lihat bunga yang di rawat oleh tukang kebun yang di sapa nya waktu itu.
"Tuan yang terlihat dingin dan menyeramkan ternyata suka bunga" gumam Nia.
Nia memetik satu bunga lalu mencium nya.
Namun pandangan Nia tertuju kepada tiga wanita dewasa yang berjalan memasuki pekarangan Mansion tuan nya,mereka bertiga menggunakan baju yang sama.
"Siapa mereka?" batin Nia .
Mereka bertiga mendekati Nia lalu tersenyum.
"Siapa kalian?" tanya Nia.
"Kami pelayan dari rumah utama yang di tugaskan untuk melayani anda di sini nyonya" jawab salah satu dari mereka.
Nia mengkerutkan kening nya,antara percaya dan tidak percaya.
"Tunggu sebentar!" seru Nia.
Nia mengambil ponsel dari saku nya,terlihat beberapa notifikasi di layar ponsel nya,salah satu nya dari Jack.
..."Aku sudah menugaskan beberapa pelayan,nanti kamu beritahu kamar mereka masing masing"....
Itulah pesan dari Jack.
"Ayo masuk" ajak Nia lalu berjalan memasuki mansion.
"Baik nyonya" ucap mereka bertiga lalu mengikuti langkah Nia.
"Siapa nama kalian?" tanya Nia kepada mereka.
"Saya Ati nyonya ,ini adik saya Ita".
"Dan saya Weni nyonya".
"Kalau kalian bertiga di sini,terus yang di rumah utama siapa?" tanya Nia bingung.
"Di rumah utama sudah banyak pelayan nya nyonya,jadi tidak usah khawatir" jawab Ita.
"Berapa?" tanya Nia lagi.
"Kami tidak bisa menghitung nya nyonya" jawab Ita sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Iya sudah,kamar kalian ada di sana" Nia menunjuk ke arah pintu kamar pelayan.
"Iya, terimakasih nyonya" balas Weni.
"Mbak Ati,biar aku bantu membawa barang nya" ucap Nia saat melihat bi Ati keberatan membawa barang nya.
"Jangan nyonya, saya bisa sendiri" tolak bi Ati.
"Tidak apa apa mbak Ati,biar aku bantu" ucap Nia.
"Jangan nyonya,nanti tuan marah,biar saya saja yang membawa nya" balas bi Ati.
"Nyonya jangan panggil saya Mbak,panggil bibi saja,saya takut kalau tuan tahu,nanti saya akan di pecat" ucap bi Ati lagi.
"Iya bi" balas Nia pasrah.
"Maaf nyonya".
"Iya tidak apa apa" balas Nia lalu tersenyum.
"Kami permisi nyonya,mau menaruh barang kami di kamar" pamit Weni.
"Iya,silahkan" Nia mempersilahkan mereka.
Kini tinggal Nia sendirian, karena tiga pelayan nya sedang sibuk menata barang bawaan nya di kamar.
Nia kembali keluar dan menuju tempat memetik bunga tadi.
"Bunga ku di mana" gumam Nia sambil mencari bunga yang di petik nya tadi.
Nia mengangkat kaki nya." Yah,keinjek" lirih Nia saat melihat bunga yang di petik nya tadi berada di bawah kaki nya sendiri.
Lalu pandangan Nia tertuju pada sepotong kain yang tersangkut di sebuah pohon mawar.
"Eh,itu apa?" ucap Nia dengan suara pelan.
Nia mengambil robekan kain yang nyangkut di pohon mawar.
"Kain siapa? tidak mungkin ini kain punya bapak bapak yang biasa membersihkan kebun di sini" gumam Nia.
"Ini kain yang biasa di pakai wanita bukan sih?" tanya Nia kepada diri nya sendiri.
"Nanti akan ku tanyakan langsung kepada tuan" Nia menyimpan robekan kain itu di saku nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.