My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 39



Jam masih menunjukan pukul empat sore,Jack sengaja pulang lebih cepat dari biasa nya,ia khawatir dengan keadaan Nia saat ini.


Sesampai di mansion diri nya tak melihat tanda tanda ada orang di dalam nya,ia terus mencari keberadaan Nia mulai dari dapur hingga menelusuri seluruh ruangan di mansion,namun nihil ia tidak menemukan keberadaan Nia sama sekali.


"Dimana dia? " ucap Jack.


Dia berpikir sejenak mengenai kemana pergi nya Nia,dan akhir nya ia memutuskan untuk melacak lokasi Nia.


"Ternyata dia di sini" ucap Jack saat memandangi ponsel nya lalu tersenyum.


Namun seketika senyuman itu pudar saat melihat titik lokasi Nia berjalan ke arah hutan yang tidak jauh dari tempat pemakaman yang Nia datangi.


Jack tahu titik lokasi itu berada tepat di sebelah jurang.


"Ada yang tidak beres" ucap Jack lalu mengambil kunci mobil nya dan pergi menuju titik lokasi di mana Nia berada.


Sesampai di titik lokasi ia hanya menemukan ponsel Nia.


"Sial!" umpat Jack.


Jack tetap berjalan menelusuri area di sekitar nya hingga ia menemukan sosok yang ia cari dari tadi.


Dalam keadaan di ikat dan sedikit memar di pergelangan tangan nya.


Setelah melepas ikatan nya,Jack langsung menggendong tubuh Nia dan membawa nya pergi dari situ.


Di dalam mobil.


"Uughh" rintih Nia.


"Bagian mana yang sakit?" tanya Jack.


"Tidak ada tuan,saya baik baik saja" balas Nia dengan Manahan rasa sakit.


"Mana tangan mu" ucap Jack namun Nia hanya diam.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" ucap Jack saat melihat pergelangan tangan Nia yang memar.


"Tidak perlu tuan,ini akan sembuh setelah saya kompres pakai es batu" tolak Nia.


"Ya sudah" balas Jack.


Sesampai di mansion.


Nia sedang mengompres tangan nya dengan es batu.Sesekali Jack melirik ke arah Nia,ada rasa penasaran dengan kejadian tadi.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Jack.


"Tentu saja tuan" balas Nia lalu meletak an es batu di meja.


"Kenapa bisa berada di pinggir jurang?" tanya Jack.


"Saya tadi habis ziarah ke makam bibi,dan di sana saya melihat dua pria berawakan besar tidak jauh dari saya yang sedang memperhatikan saya,awal nya saya tidak peduli,namun mereka mulai mendekat dan mereka mengatakan sesuatu" ucap Nia menunduk dengan raut wajah sedih.


"Mengatakan apa?" tanya Jack menyelidik.


Nia menggeleng.


"Katakan!!" seru Jack.


"Mereka bilang akan membunuh ku jika sudah saat nya" tiba tiba rasa takut datang lagi saat mengingat perkataan dua orang tadi.


"Apa kamu mengenal nya?" tanya Jack.


"Saya tidak mengenal nya tuan" jawab Nia barengan dengan gelengan.


"Jangan terlalu formal dengan ku" ucap Jack yang merasa tidak suka mendengar Nia berbicara dengan kata 'saya'.


"Emm iya tuan" balas Nia.


"Bagaimana kamu bisa bersikap setenang ini setelah dapat ancaman dari mereka?" tanya Jack.


"Karena tuan mengajari ku untuk selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah apapun itu,dan sekarang saya melakukan nya" jawab Nia.


"Itu bagus,tapi seperti nya kamu butuh ilmu bela diri untuk melindungi mu dari bahaya yang bisa datang kapan pun itu" ucap Jack.


"Fisik ku terlalu lemah untuk berlatih ilmu beladiri tuan,aku pernah mencoba waktu di SMA lalu beberapa kali pingsan" balas Nia.


"Ada baik nya kamu mencoba lagi,jika kamu mau berlatih,bilang saja pada ku,aku bisa menyuruh anak buah ku untuk melatih mu" ucap Jack.


Nia mengkerutkan alis nya saat mendengar kata anak buah dari mulut Jack.


"Anak buah?" ucap Nia.


"Ya! apa kamu keberatan?" tanya Jack.


"Tidak tuan" Nia menggelangkan kepala nya.


"Dalam waktu dekat ini kamu bisa berlatih bela diri" ucap Jack.


"Huh,padahal aku belum bilang kalau aku mau berlatih bela diri" batin Nia.


"Kenapa? keberatan?" tanya Jack kepada Nia.


"Ah,ti tidak tuan" jawab Nia.


"Yasudah,ini sudah sore,sebaik nya kamu mandi!" ucap Jack lalu di balas anggukan oleh Nia.


Setelah kepergian Nia.


"Siapa mereka? jika mereka ingin membunuh Nia, kenapa tidak langsung saja?" batin Jack bertanya tanya.


"Aku tidak akan membiarkan nya begitu saja".


"Seperti nya akan lebih baik jika aku menarik kembali para anak buah ku untuk menjaga mansion ini,agar Nia lebih aman" .


Tiba tiba ada rasa ingin melindungi Nia di benak Jack.


Lama Jack diam,hingga datang lah Arion,Raka,dan Zein.


Kenapa Frans tidak ikut? karena Frans di tugaskan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor oleh Jack.


Sedangkan Zein ikut dengan mereka,karena beberapa hari ini Zein sering datang ke markas menemui Arion Raka dan Frans.Dan kebetulan saat Zein berada di markas,Arion dan Raka mengajak Zein ikut dengan mereka pergi ke mansion Jack.


"Kenapa kesini? bagaimana dengan markas?" tanya Jack,kerena seharus nya mereka menjalan kan tugas yang yang berikan yaitu mengawasi penyusup beberapa hari yang lalu.


"Markas aman tuan,sudah beberapa hari ini penyusup itu tidak terlihat berkeliaran di markas" jawab Arion.


"Kemana?" tanya Jack.


"Saya tidak tahu tuan" jawab Arion.


Jack tidak membalas ucapan Arion,mata nya tertuju kepada Zein.


"Kenapa dia ada di sini?" tanya Jack.


"Jadi gak boleh ni?" Zein tanya balik.


"Tentu saja boleh" jawab Jack.


Mereka mengobrol kecuali Raka yang terlihat diam sambil mengisap rokok nya.


"Aku ada tugas untuk kalian" Jack menatap Arion dan Raka secara bergantian.


Raka mengeryitkan alis nya.


"Cari tahu siapa yang menyuruh penyusup itu masuk ke markas,dan satu lagi!" ucap Jack.


"Tadi Nia mendapat ancaman dari seseorang yang tidak ia kenal,meraka mengancam akan membunuh nya " jelas Jack.


"Menurut kalian apa ini ada sangkut paut nya dengan penyusup waktu itu?" tanya Jack.


"Bisa jadi tuan" balas Arion.


"Tugas kalian dobel,yaitu mencari tahu siapa dalang di balik semua ini!" seru Jack lalu di balas anggukan oleh Arion dan Raka.


"Jack!" Zein memanggil Jack.


"Seperti nya kamu sangat khawatir dengan Nia,aku juga pernah melihat mu sedang menjaga Nia di rumah sakit".


"Apa kamu mencintai nya?" Zein bertanya.


"Aku tidak tahu" jawab Jack.


"Jujur saja Jack,aku tahu betul sikap mu saat sedang jatuh cinta" gertak Zein.


"Sudah ku bilang kalau aku tidak tahu!" balas Jack.


"Kenapa tidak menikah i nya saja? dari pada kalian tinggal serumah sedangkan tidak ada ikatan sama sekali" seru Zein.


"Aku tidak ingin dia dalam bahaya jika bersama ku" balas Jack.


"Justru itu,jika dia menikah dengan mu itu akan membuat mu lebih leluasa menjaga nya" seru Jack.


"Ya tapi tetap itu akan membahayakan nya" balas Jack.


"Jadi gimana? menurut ku ini ada lah jalan yang terbaik" ucap Zein.


"Aku akan memikir kan nya,lagian belum tentu Nia mau menikah dengan ku" balas Jack.


"Jangan terlalu lama memikir kan nya!" Zein menepuk bahu Jack.


Lama mereka mengobrol sedangkan Arion dan Raka hanya menjadi penyimak pembicaraan tuan dan sahabat nya dari tadi.


Di sisi lain Nia mendengar semua pembicaraan tuan dan sahabat nya itu,ada rasa senang di lubuk hati nya.


Tapi rasa senang itu berubah kala mengingat diri nya disini hanya berstatus pembantu.


"Jangan terlalu berharap,tidak mungkin tuan akan menikahi ku,yang hanya berstatus pembantu ini" batin Nia.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️