My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPOSODE 56



Jack berjalan melewati ruang kerja nya,namun langkah nya terhenti saat mendengar suara ponsel berdering dari dalam ruang kerja nya.


Tap..


Tap..Tap..


Ponsel sudah berada di genggaman nya, terlihat beberapa log panggilan tidak terjawab dari Elvano,dan juga Frans..


Beberapa detik kemudian Frans menelpon kembali, lalu di angkat nya telepon itu.


POV TELEPON.


"Katakan!" ucap Jack.


"Tadi siang berkas berkas penting perusahaan hampir di curi tuan,aku sudah mengecek Cctv namun identitas mereka sulit di temukan" ucap Frans.


"Kenapa mereka bisa masuk?" tanya Jack sambil mengkerutkan kening nya.


"Mereka mengaku sebagai anak buah tuan yang di tugas kan untuk mengambil sesuatu di dalam ruangan tuan....Dan dengan mudah nya dua satpam yang menjaga pintu langsung percaya begitu saja tuan,untung nya aksi pencurian itu bisa di gagal kan saat salah satu manager keuangan masuk ke ruangan tuan untuk menaruh berkas laporan ke uangan" Frans menjelaskan.


"Untuk apa manager itu masuk ke ruangan ku saat aku tidak berada di sana?" tanya Jack.


"Aku tidak tahu tuan,mungkin dia lupa kalau tuan tidak ada di kantor" jawab Frans.


"Hmm".


"Bagaimana dengan dua satpam itu tuan?" tanya Frans.


"Pecat saja! gantikan dengan yang lain nya" jawab Jack.


"Baik tuan... Tapi bagaimana dengan mereka tuan? aku sudah mencoba untuk melacak mereka,namun tidak bisa" ucap Frans.


"Biarkan saja mereka,kita lihat seberapa jauh permainan nya" balas Jack.


"Nanti jangan datang ke markas,langsung ke mansion ku saja,ada hal yang harus aku bicarakan kepada mu" sambung Jack.


"Baik tuan" balaas Frans.


Tut* (Telepon mati).


*******


Jam menunjukan pukul delapan malam.Frans sedang melajukan mobil nya menuju mansion tuan nya.


Sebelum sampai ke mansion tuan nya, Frans berhenti di sebuah cafe dulu untuk makan malam.


Pandangan Frans tertuju kepada seorang wanita yang duduk di pojokan,sedang membaca koran,dengan wajah yang menggunakan masker.


"Aku seperti pernah melihat nya, tapi di mana?" gumam Frans.


"Mungkin hanya perasaan ku saja" gumam nya lagi.


Beberapa detik kemudian,seoarang pelayan menghampiri Frans, lalu memberikan buku menu.


Setelah selesai memesan makanan nya,Frans melihat ponsel nya sembari menunggu pesanan nya datang.


Frans merasa kalau diri nya sedang di perhatikan oleh seseorang.


"Siapa dia? kenapa melihat ku seperti itu dari tadi" gumam Frans.



Beberapa menit kemudian pesanan Frans sudah datang.


Frans langsung menyantap makanan nya,tidak peduli terhadap wanita yang sedang menatap nya dari tadi karena saat ini perut nya sudah sangat lapar.


Setelah makanan nya habis,Frans membayar nya dan langsung pergi dari cafe.


_


Di perjalanan menuju mansion tuan nya.


Frans tersenyum miring saat melihat mobil yang sedang mengikuti nya....


"Wanita itu...Seperti nya sedang mengikuti ku" ucap Frans.


Frans sengaja melajukan mobil nya dengan pelan karena ia ingin tahu,apa yang akan di lakukan oleh mobil di belakang nya setelah ini.


Dan benar saja dugaaan Frans,mobil itu mengikuti nya sampai di depan mansion Jack.


Frans turun dari mobil nya,lalu ia melihat mobil yang mengikuti nya sedari tadi sudah pergi dari depan gerbang.


Di ruang tamu.


Frans tidak menceritakan kejadian yang di alami nya barusan kepada Jack,karena merasa kalau hal ini tidak ada hubungan nya dengan tuan nya.


"Ada apa tuan menyuruh ku kemari?" tanya Frans.


"Nanti akan ku beritahu,kita tunggu Raka dan Arion dulu, sebentar lagi mereka akan datang,aku sudah mengubungi nya tadi" ucap Jack.


Frans mengangguk ganggukan kepala nya tanda mengerti.


Tak selang berapa lama,Arion dan Raka sudah datang dan langsung gabung dengan mereka.


Semua tatapan tertuju kepada Nia dan Jack yang duduk berdampingan.


"Ada apa tuan? tumben sekali mengumpul kan kami seperti ini?" tanya Arion.


Frans dan Arion menampakan ekspresi terkejut nya, sedangkan Raka tetap dengan wajah datar nya,walau sebenar nya Raka juga terkejut.


"Tuan serius?" tanya Frans lalu di balas anggukan oleh Jack.


Tentu nya mereka senang mendengar kabar pernikahan tuan nya, mereka bertiga berdoa semoga ini adalah awal yang baik bagi tuan nya,karena semenjak di tinggal Cindy beberapa tahun yang lalu,Jack selalu kesepian,sering marah dan sangat dingin terhadap siapapun.


"Dua Minggu lagi kita akan melangsungkan resepsi pernikahan,aku mau kalian yang menyiapkan semua nya" ucap Jack.


"Dengan senang hati tuan,kami akan menyiapkan semua nya...Tapi tunggu!! apa kita juga menyiapkan catering nya juga tuan?" tanya Arion.


"Tentu saja,semua nya ku serahkan kepada kalian" jawab Jack.


"Aku akan menyerahkan hal ini kepada Zein saja,dia kan punya cafe yang membuka jasa catering" ucap Arion.


"Ya! terserah saja" balas Jack.


"Aku juga ada kabar baik" sambung Jack.


"Apa tuan? " tanya Arion,pikiran nya sudah kemana mana,ia pikir kabar baik yang di maksud tuan nya adalah Nia sedang mengandung.


"Nia sudah bertemu dengan keluarga kandung nya" jawab Jack.


Arion menghela nafas nya lega, karena dugaan nya ternyata salah.


"Siapa tuan?" tanya Frans dan Arion bersamaan.


"Nia adalah anak dari keluarga Anderson" jawab Jack.


"Woow,apa itu benar?" tanya Frans kepada Nia.


Nia hanya membalas dengan anggukan kepala .


"Wah wah,hebat! ternyata nona anak dari keluarga Anderson yang sangat terkenal" ucap Frans sambil bertepuk tangan.


"Raka,aku ada tugas baru untuk mu" ucap Jack yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Apa tuan?" tanya Raka.


"Kamu harus melatih Nia beladiri di markas" jawab Jack.


"Siap tuan" balas Raka.


"Tapi kapan?" Raka bertanya.


"Besok sudah mulai berlatih" jawab Jack lalu di balas anggukan oleh Raka.


_


Lama mereka mengobrol,hingga tak terasa waktu menunjukan pukul sebelas malam.


Mereka bertiga berpamitan pulang kepada Jack dan Nia lalu pergi.


Setelah kepergian Raka, Frans dan Arion.


"Tidur ! ini sudah malam" ucap Jack lalu pergi meninggalkan Nia di ruang tamu.


"Huaamm" Nia menguap sambil menutup mulut dengan tangan nya.


"Siapa itu?" tanya Nia saat melihat sosok bayangan dari jendela.


"Siapa?" .


Namun tidak ada jawaban.


Nia berlari menuju kamar nya,lalu mengunci pintu dan masuk ke dalam selimut.


"Hii,apa tadi?" Nia bergidik ngeri.


Beberapa menit kemudian.


"Gerah" gumam Nia lalu mengeluarkan satu kaki nya dari dalam selimut.


Tak lama setelah itu,Nia mengeluarkan satu tangan nya karena masih merasa gerah.


Namun tiba tiba Nia merasa kedinginan,lalu memasukkan tangan dan kaki nya Kembali ke dalam selimut.


Tak butuh waktu lama Nia sudah terlelap dalam tidur nya.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.