My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 43



"Huaamm..Jam berapa ini" Nia melihat jam di dinding.


"Sudah jam enam,lebih baik aku segera mandi lalu membuatkan sarapan untuk tuan" Nia merenggangkan otot nya,lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Dua puluh menit Nia sudah selesai mandi dan sudah rapi dengan pakaian casual nya.


Di dapur.


Nia membuka kulkas namun tidak ada bahan masakan sama sekali.


"Mau masak apa hari ini,bahan nya saja tidak ada,mau buat nasi goreng juga tidak ada bawang nya,huh" Nia menghela nafas nya lalu menutup kulkas kembali.


"Ekhem".


Nia menoleh ke sumber suara.


"Tuan".


"Maaf tuan pagi ini aku tidak masak" ucap Nia menunduk.


"Tidak masalah,masih ada roti dan susu kan? " tanya Jack.


"Ada tuan" jawab Nia.


"Itu saja dulu,nanti kita makan di luar" ucap Jack.Sedangkan Nia mengangguk lalu mempersiapkan roti yang sudah di isi selai dan tiga gelas susu.


Selesai sarapan Nia tidak langsung membereskan nya karena di meja makan masih ada Jack dan Frans.


Jack berdiri lalu pergi meninggalkan meja makan.


Setelah kepergian Jack.


"Anda orang yang beruntung nona ,bisa bekerja dengan tuan" ucap Frans.


"Iya tuan" balas Nia lalu tersenyum.


"Jangan panggil tuan, panggil saja Frans" Frans membenarkan panggilan untuk untuk nya.


"Kenapa tuan? bukan nya wajar kalau seorang pembantu memanggil anda dengan sebutan tuan?" tanya Nia.


"Tidak nona,anda lebih dari seorang pembantu,saya harap anda memahami saya,tolong panggil saja Frans,itu jauh lebih baik" ucap Frans lalu pergi meninggalkan Nia di dapur.


Setelah kepergian Frans.


"Lebih dari pembantu? apa maksud nya?" batin Nia.


"Siapa coba yang gak mikir macem macem kalau aku di perlakukan seperti ini,duh Nia sadarr kamu dan tuan itu beda jauh,sangat jauh,jadi tidak mungkin kalau tuan itu suka sama kamu,sikap nya saja selalu berubah ubah,hari ini baik besok nya kadang dingin,gitu seterus nya" ucap Nia lalu ia membereskan piring dan gelas di meja makan.


_


Di sisi lain Jack sedang ngobrol di ruangan tertutup dengan Frans.


"Hubungi Raka,tanyakan keadaan markas saat ini! aku memiliki firasat buruk dari tadi malam" perintah Jack.


"Baik tuan" balas Frans.


Frans mencoba untuk menghubungi Raka namun tidak di angkat.


"Tidak di angkat tuan" ucap Frans.


"Hubungi Arion!" perintah Jack .


******


Di sisi lain.


"Rak,Frans telepon" ucap Arion saat melihat ada panggilan masuk di ponsel nya.


POV TELEPON.


Frans: Bagaimana dengan markas? tuan memiliki firasat buruk tentang markas.


Arion melirik ke arah Raka,lalu di balas anggukan oleh Raka.


Arion: Sebenar nya markas habis di serang tadi malam, beberapa anak buah dari red flows mengalami luka tembak,namun tidak ada yang sampai meninggal, mereka sekarang sedang di rawat di rumah sakit,dan untuk dalang dari penyerangan kami masih belum tahu.


Tut*


"Kebiasaan Frans dari dulu tidak pernah berubah,belum selesai ngomong sudah di matiin" ucap Arion kesal.


*****


"Ternyata benar dugaan ku" ucap Jack yang sedari tadi mendengar obrolan Frans dan Arion.


"Tuan tidak marah? mereka tidak langsung memberitahu tuan " tanya Frans.


"Tidak! aku tahu mereka mempunyai alasan kenapa tidak memberitahu ku" jawab Jack.


"Aku rasa akan lebih baik jika kita pulang besok pagi,nanti kamu siap kan tiket penerbangan untuk besok ,kita naik pesawat agar lebih cepat " timpal Jack.


"Baiklah tuan" balas Frans.


Tak terasa hari sudah siang.Nia berada di kamar nya sambil menahan lapar.


"Hanya roti saja tidak cukup untuk sarapan,dan sekarang aku kelaparan".


"Sabaar Nia,sebentar lagi kita akan makan siang,gak sampai tiga jam kok " ucap Nia pada diri sendiri saat melihat jam dinding menunjukkan pukul sepuluh siang.


"Sudah lama tidak bertemu dengan Maya,sekarang gimana kabar nya? " ucap Nia .


Nia hendak menelpon Maya namun di urungkan.


"Aku hampir lupa kalau Maya sekarang lagi jam kerja" Nia menepuk jidat nya lalu menaruh ponsel nya.


"Dari pada disini diam terus,lebih baik jalan jalan ke pantai" ucap Nia.


" Tapi cuaca lagi mendung , pasti di pinggir pantai hawa nya dingin ,secara kan angin nya kencang" timpal Nia saat melihat ke arah luar.


Dari balik pintu seseorang mendengar semua ucapan Nia,orang itu adalah Jack.


Ceklek*


Nia langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka.


"Tuan,apa dia mendengar semua ucapan ku tadi? ya ampun,tapi gak apa apa lah aku sudah lapar, semoga tuan merubah jadwal makan siang hari ini" batin Nia.


Jack terus berjalan dan duduk di sofa yang berada di dalam kamar Nia.


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.