My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 59



Di markas.


Nia mengatur nafas nya dahulu sebelum turun dari mobil.


Saat turun,semua anak buah yang berada di sana tidak ada yang berani menatap diri nya,Nia berjalan beriringan dengan pria yang mengantar nya tadi.


"Mereka semua kenapa?" batin Nia.


"Selamat datang nona" sapa Raka yang hanya di balas senyuman oleh Nia.


"Ayo masuk" ajak Raka.


"Iya".


.


Di dalam ruangan tempat biasa Jack dan ketiga anak buah nya berkumpul.


"Nona,sebaik nya anda ganti pakaian ini terlebih dahulu,ruang ganti nya di sana!" Raka menunjuk ke arah pintu yang berada di dalam ruangan itu.


Nia mengambil pakaian yang di berikan oleh Raka lalu membawa nya ke ruang ganti.


Beberapa menit kemudian Nia keluar dari ruang ganti.


"Sudah selesai nona?" tanya Raka.


"Sudah" jawab Nia.


"Kita keluar sekarang" ucap Raka lalu melangkahkan kaki nya keluar ruangan di ikuti Nia di belakang nya.


"Raka!" Nia memanggil Raka.


"Iya nona,ada apa?".


"Tumben sendirian,biasa nya selalu bersama dengan....Siapa itu nama nya?.." ucap Nia sambil mengingat ngingat nama Arion.


"Maksud nona,Arion?" tanya Raka.


"Nah iya,di mana dia sekarang?" tanya Nia.


"Arion sedang tidur nona" jawab nya.


"Oooh" Nia hanya ber oh riaah.


-


Di sebuah lapangan luas yang berada tepat di belakang markas,Nia melakukan latihan bela diri yang di ajari oleh Raka.


Awal nya gerakan Nia kaku,namun lama kelamaan mulai terbiasa,karena Nia juga pernah belajar bela diri,tapi berhenti karena dulu ia sering pingsan.


********


Sedangkan di sisi lain.Jack dan Frans di kejutkan dengan suara demo di depan kantor.


Beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan nya meminta gaji bulan lalu yang belum di bayar.


"Maaf tuan, semua karyawan pada demo di luar,sebagian dari mereka meminta gaji nya bulan lalu tuan" ucap Maya.


"Lalu?".


"Mereka juga bilang kalau perusahaan ini akan segara bangkrut tuan" jawab Maya.


"Frans,kumpul kan mereka semua di lapangan!" Jack memberi perintah kepada Frans selaku sekretaris nya.


"Baik tuan" Frans langsung keluar untuk menjalan kan tugas dari tuan nya,yaitu mengumpulkan semua karyawan.


"Kamu boleh pergi" suruh nya kepada Maya.


"Baik tuan" balas Maya lalu keluar dari ruangan itu.


Beberapa menit kemudian..


Frans masuk ke ruangan Jack, ia memberitahu bahwa semua nya sudah berkumpul di lapangan.


Jack dan Frans keluar dari ruangan dan langsung turun ke bawah,lalu berjalan menuju lapangan untuk menemui semua karyawan di kantor nya.


Semua terdiam saat Jack datang bersama Frans.


"Kenapa diam?!" tanya Jack dengan nada tenang.


"Katakan! apa mau kalian!" tekan Jack.


"Ada yang bilang perusahaan ini akan segera bangkrut,dan beberapa karyawan lain nya belum di gaji dari bulan lalu,sekarang kami meminta gaji bulan ini,karena kami tidak ingin bernasib sama seperti mereka yang tidak di gaji sama sekali" teriak salah satu dari mereka.


"Siapa yang belum di gaji? bilang!" ucap Jack.


Banyak yang mengaku belum dapat gaji bulan lalu.


"Maju! berbaris di samping kanan ku" ucap Jack.


Ada sekitar lima belas orang yang maju ke depan dan berbaris di samping kanan Jack.


"Yang meminta gaji bulan ini juga maju! berbaris di sebelah kiri ku!" ucap Jack dengan tegas.


Ada sekitar dua puluh lebih yang maju dan berbaris di samping kiri Jack.


Masih tersisa banyak yang berbaris di hadapan Jack.


"Kenapa kalian tidak maju?" tanya Jack.


"Kami semua mendapat gaji di bulan lalu tuan,dan untuk masalah perusahaan ini akan bangkrut,kami masih belum percaya kalau bukan tuan sendiri yang bilang" ucap salah satu dari mereka.


"Kalian tetap di situ!" ucap Jack kepada mereka yang tidak percaya dengan rumor yang tersebar di perusahaan DW son.


Jack beralih dengan barisan di samping kiri nya.


"Frans,berikan gaji mereka bulan ini" ucap Jack.


"Baik tuan" balas Frans dan langsung pergi untuk mengambil cek,lalu kembali ke lapangan.


Frans menulis nominal dengan angka yang berbeda,karena di antara mereka juga ada cleaning servis.


Sekarang semua karyawan yang berada di sisi kiri Jack sudah mendapatkan gaji mereka masing masing,bahkan gaji yang mereka dapatkan adalah gaji untuk satu bulan full.


Jack beralih kepada karyawan di sisi kanan nya,yang bilang kalau mereka tidak di gaji dari bulan lalu.


"Ekhem" Jack berdehem sambil berjalan di depan barisan mereka.


"Kevin! Maya!" Jack memanggil Kevin dan Maya ke depan selaku manager keuangan di perusahan milik nya.


"Apa yang mereka katakan benar?" tanya Jack.


"Itu tidak benar tuan,kami sudah menggaji mereka semua bulan lalu, kebetulan bulan lalu kami menggaji mereka lewat rekening,dan semua bukti juga masih ada di kami" ucap Kevin.


Seketika mereka semua menegang,gugup dan menundukkan kepala.


"Kalian dengar apa yang dia bilang? " tanya Jack dengan sorot mata tajam.


Semua hanya diam tidak ada yang berani menjawab.


"Aku bertanya kepada kalian!" bentak Jack.


"Mau di tujukan? baiklah, kebetulan aku sudah membawa nya kemari" ucap Kevin lalu menoleh ke arah Maya.


"Ini bukti nya" Maya memepelihat kan bukti bukti transaksi yang di lakukan bulan lalu.


"I-itu tidak benar" ucap nya gugup.


"Aku tidak bodoh!" tegas Jack.


"Kalian berdua kembali ke tempat semula!" suruh Jack kepada Kevin dan Maya.


"Baik tuan" balas Kevin dan Maya lalu kembali ke tempat semula.


"Jelaskan! kenapa kalian berbohong!" tegas Jack.


"Kami ti-tidak berbohong,itu memang ben-benar kalau kami belum di gaji" ucap salah satu dari mereka dengan badan yang sudah bergetar.


Jack menetap tajam mereka semua secara bergantian,dengan memperlihat kan aura membunuh nya,membuat siapapun yang berada di situ bergidik ngeri,termasuk Frans.


"Kami hanya di suruh dan di bayar tuan" salah satu dari mereka membuka bicara karena tidak tahan dengan tatapan dari Jack.


Semua tatapan tertuju kepada wanita yang berbicara tadi.


"Siapa yang menyuruh kalian? katakan!" gertak Jack dengan menatap tajam wanita itu


"Saya tidak tahu tuan,orang itu tidak memberi tahu identitas nya" jawab wanita itu dengan tangan meremas baju nya, terlihat sekali kalau sedang ketakutan.


"Apa kamu ingat dengan ciri ciri nya?" tanya Jack.


Wanita itu mengangguk,lalu menjelaskan ciri ciri orang yang menyuruh nya.


"Dia adalah seorang wanita,berambut pendek,tinggi dan putih,saat itu dia menggunakan masker jadi saya tidak melihat wajah nya dengan jelas".


"Apa dia hanya menyuruh kalian untuk mengaku tidak di gaji?" tanya Jack.


"Tidak tuan, dia juga menyuruh kami untuk menyebarkan berita kalau perusahaan ini akan segera bangkrut" jelas nya.


"Yasudah,kamu pindah ke barisan sana" Jack menunjuk ke arah barisan yang berada di samping kiri nya tadi.


Tanpa menjawab ucapan Jack,wanita itu langsung pindah.


Jack beralih kepada barisan yang karyawan nya tidak maju tadi.


"Kalian bisa kembali bekerja seperti semula" ucap Jack, lalu mereka pun bubar.


Tinggal lah dua barisan di lapangan,satu barisan kiri dan satu lagi barisan kanan.


"Untuk yang barisan kiri,beresi barang barang kalian dan pergi dari perusahaan,kalian semua saya pecat!" ucap Jack.


Seketika wajah mereka langsung memucat,namun semua sudah terlambat, mereka tidak bisa melakukan apa apa lagi selain pergi dari perusahaan itu.


"Kenapa masih diam!" tegas Jack.


Mereka semua langsung bubar meninggalkan lapangan ,dan langsung masuk ke dalam perusahaan untuk mengemasi barang mereka masing masing.


Kini tinggal satu barisan yang telah menyebar rumor tidak jelas tentang perusahaan....


Semua terlihat ketakutan,dengan wajah menunduk dan penuh dengan keringat.


"Tuan,maaf kan saya,tolong jangan pecat saya tuan" salah satu dari mereka memohon kepada Jack.


"Frans!".


Frans yang merasa di panggil, langsung menghampiri tuan nya.


"Beri uang pesangon untuk mereka,dan pastikan setelah keluar dari perusahaan ku, mereka tidak mendapat pekerjaan lagi" titah Jack.


"Baik tuan" balas Frans,lalu mengambil cek dan mulai menulis nominal pesangon sesuai dengan jabatan mereka masing masing.


"Tuan,saya mohon jangan pecat saya" salah satu dari mereka menangis.


"Kalian dengar!! aku sudah pernah bilang kepada kalian saat awal bekerja.Siapapun yang berani membuat masalah dengan ku,apapaun itu masalah nya,maka harus berani menanggung konsekuensi nya" tegas Jack.


"Apalagi dengan pengkhianat,aku paling tidak suka dengan itu" sambung Jack lagi.


Mereka semua terdiam sambil menyesali perbuatannya.


"Kalian masih beruntung,karena tuan tidak langsung membunuh kalian" batin Frans.


"Tuan,semua sudah selesai" ucap Frans setelah selesai memberi selembar cek kepada mereka masing masing.


"Kita pergi dari sini" ajak Jack kepada Frans,lalu mereka berdua pergi meninggalkan mereka.


Kini di lapangan hanya tersisa mantan karyawan Jack yang sedang menyesali perbuatannya dan Kevin,Maya,Lusi.


"Kenapa masih di sini?! pergi sana,kalian tuh sudah di pecat sama tuan,lagian siapa suruh melakukan tindakan bodoh seperti itu" ucap Lusi dengan nada sinis.


"Mereka lagi sedih,jangan membuat mereka semakin tertekan" ucap Kevin.


"Mereka tuh memang pantas mendapatkan nya,dasar pengkhianat" ucap Lusi yang semakin menjadi.


"Tante Luusiiii.....Sudah biarkan saja mereka" sahut Maya.


"Apa kamu bilang? Tante?" tanya Lusi marah.


"Kan memang sudah Tante Tante,umur nya sudah dua puluh lima tahun kan?" ucap Maya.


Lusi semakin marah kepada Maya.


"Sudah cukup!!...." teriak Kevin.


"Tidak di sini,tidak saat makan siang, tidak saat di dalam kantor, kalian selalu saja berantem" kesal Kevin.


"Diam!!" bentak Maya dan Lusi bersamaan.


Kevin langsung diam.


"Harus sabar" batin Kevin sambil mengelus ngelus dada nya.


Maya pergi meninggalkan Lusi yang sedang menggerutu tidak jelas.


Lalu di susul Kevin pergi meninggalkan Lusi, karena kuping nya sudah sangat pegal mendengar kan semua ocehan yang keluar dari mulut Lusi.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.