
Terlihat tiga orang sedang tertawa di sebuah restoran.
"Sudah cukup perut ku sakit sekali" ucap Maya.
"Seorang Kevin yang gagah ternyata orang yang sangat penakut...Hahahaha.." ucap Nia di sela sela tawa nya.
"Hei! coba kalian yang ada di posisi ku saat itu pasti kalian juga ikutan ngompol sambil lari terbirit birit" kesal Kevin.
"Ups..Itu tidak berlaku untuk ku" balas Maya dengan menggoyang jari telunjuk nya.
"Ya iya lah palingan juga langsung pingsan" sahut Nia.
"Hehehe..." Maya memperlihatkan deretan gigi putih nya.
Seketika kegiatan mereka berhenti saat ponsel Maya berdering menandakan ada telepon masuk.
"Siapa may?" tanya Nia.
"Ibu nya" jawab Maya.
"Angkat,siapa tahu penting" ucap Nia.
POV telepon.
Ibu Maya : Hallo nak,kamu di mana sekarang? .
Maya: Ini lagi di restoran sama Nia dan salah satu rekan kerjaku Bu.Ibu tumben sekali nelpon Maya di jam kerja.Ada apa Bu?.
Ibu Maya: Sekarang kamu suruh Nia untuk segera pulang,ada hal penting yang harus di ketahui oleh Nia,ibu harap kamu juga ikut ke rumah bibi nya Nia.
Maya: Sebenarnya ada apa Bu?.
Ibu Maya: Sudah jangan banyak tanya.Ibu tutup dulu telepon nya.
Telepon pun mati.
"Nya,ibu nyuruh kamu segera pulang,ada hal penting kata ibu,aku juga di suruh ikut sama kamu Nya" ucap Maya.
"Ada apa ya May kok mendadak?" tanya Nia.
"Aku tidak tahu nya" jawab Maya.
"Yasudah ayo kita pergi sekarang" ajak Nia.
"Tunggu dulu Nya,aku harus izin sama tuan Presdir" ucap Maya.
"Biar aku saja yang izinin.Lebih baik kalian segera pergi" ucap Kevin.
"Baiklah terimakasih,ayo Nya" ajak Maya.
Mereka berdua pergi meninggalkan Kevin di restoran.
Sesampai di depan gang menuju rumah bibi nya Nia,terdapat banyak asap hingga membuat Nia terbatuk batuk.
"Ini ada apa? kenapa banyak sekali asap di sini" ucap Nia dengan perasaan yang mulai tidak enak.
"Ayo kita lihat" ucap Maya.
Tepat di hadapan rumah bibi nya Nia ,ibu nya Maya langsung memeluk Nia sambil menangis.
"Yang sabar ya nak" ucap Bu luna di sela sela tangisan nya.
"Tante bibi dimana?" tanya Nia dengan pandangan kosong,kini perasaan Nia sangat campur aduk kala tak melihat keberadaan bibi nya sama sekali.
Bu luna melepas pelukan nya lalu melihat Nia yang sedang menatap lurus ke depan dengan pandangan yang kosong.
"Bibi masih di dalam nak" ucap Bu luna sambil menghapus air mata nya.
Deg.
"Bibi" lirih Nia.
Nia berlari hendak masuk ke dalam namun di cegah oleh beberapa tetangga yang ikut membantu memadamkan api.
"Lepaskan" Nia memberontak.
"Lepaskan!! Bibi hiks hiks" tangis Nia pecah saat itu.
"Nia tidak punya siapa siapa lagi selain bibi".
"Lepasin! aku ingin masuk hiks" di sela sela tangisan nya Nia mendorong para tetangga yang mencoba menghalangi nya masuk.
Saat Nia hendak berjalan masuk tiba tiba seseorang menarik tangan nya.
"Lepas" Nia mencoba melepas cekalan tangan orang itu.
"Jangan keras kepala! ini bisa membahayakan mu!" ucap Jack.
"Tuan hiks hiks..." Nia memeluk Jack dan menangis di dalam pelukan nya.
Tiba tiba.
Bruk*
Nia pingsan.
Jack langsung mengendong Nia dan membawa nya ke rumah sakit.
Sedangkan Maya dan Bu luna saling berpelukan sambil menangis.
"Nak sebaik nya kamu ikut Nia ke rumah sakit,temani Nia,saat ini keadaan nya sedang tidak baik baik saja" ucap Bu luna lalu di balas anggukan oleh Maya.
Maya melepas pelukan nya dan langsung pergi menyusul Jack dan Nia.
Di rumah sakit.
Nia sedang di periksa oleh dokter.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Jack.
"Kondisi jantung pasien sangat lemah tuan,pasien akan sadarkan diri beberapa jam lagi" jawab dokter,sedangkan Jack hanya mengangguk.
Disini author akan menjelaskan kenapa Jack bisa ada di situ juga.
Flashback on.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Jack kepada Kevin.
"Saya juga tidak tahu tuan,seperti nya ada hal yang sangat penting" balas Kevin.
"Ya sudah kamu boleh pergi" ucap Jack lalu Kevin pun pergi.
"Ada apa Sebenar nya?" batin Jack.
"Aku harus kesana" .
Jack pergi ke rumah bibi nya Nia.Saat tepat berada di depan gang menuju rumah bibi nya Nia, Jack melihat ada banyak asap.
Jack turun dari mobil lalu berjalan masuk gang,disana Jack melihat Maya dan ibu nya yang sedang berpelukan sambil menangis.
Jack melihat sekeliling nya untuk mencari keberadaan Nia.
Mata nya tertuju pada Nia yang sedang mencoba masuk ke dalam rumah yang terbakar itu.
Dengan cepat Jack langsung berjalan ke arah Nia dan menarik tangan nya.
Flashback off.
.
.
.
.
.
.
Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.