
Hari sudah siang,Nia pergi ke dapur untuk memasak makan siang yang akan di bawa nya ke kantor.
"Selamat siang nyonya" sapa Ita.
"Siang" balas Nia.
Nia mengambil beberapa bahan,lalu mulai memotong nya.
"Nyonya,biar kami saja yang memasak".
"Tidak bi,biar aku saja,kalian kerjakan yang lain saja" balas Nia.
"Nyonya saya mohon,biar kami saja yang memasak,nanti kalau tuan tahu,kami bisa di pecat" ucap Ita memelas.
"Iya sudah,tapi biar aku bantu ya bi" balas Nia.
"Tapi nyonya".
"Sudah,tidak apa apa" sahut Nia.
Butuh waktu satu jam lebih untuk memasak,dan kini semua sudah selesai.
Nia membawa kotak berisi nasi dan lauk untuk di bawakan ke kantor tuan nya.
"Semua sudah siap,tinggal ambil tas dan pergi" ucap Nia lalu berjalan untuk mengambil tas.
Tas sudah di tangan Nia,ia berjalan keluar dari mansion.
Nia melihat sekeliling nya untuk mencari mobil supir yang biasa mengantar nya, namun tidak ada.
"Mungkin belum datang" batin Nia.
Beberapa menit kemudian masuk lah mobil hitam yang sangat asing bagi Nia.
"Mobil siapa?" gumam Nia.
Turun lah seorang pria berawakan besar lalu menghampiri Nia.
"Selamat siang nyonya,saya di tugas kan tuan untuk mengantar kan nyonya".
"Siang" balas Nia lalu tersenyum.
"Tuan sudah menunggu anda nyonya,sebaik nya kita segera berangkat" ucap nya.
Nia berjalan mendekati mobil.
"Silahkan nyonya".
"Terimakasih".
_
Sesampai di kantor.Nia langsung masuk ke ruangan calon suami nya,tidak perduli dengan tatapan-tatapan dari pegawai kantor yang menatap nya aneh.
"Eeh, saingan sudah datang" ucap Lusi saat melihat Nia berjalan menuju ruangan tuan nya,kebetulan saat ini Lusi juga ke ruangan tuan nya untuk mengantar beberapa berkas laporan.
"Saingan?" Nia menatap Lusi bingung.
"Iya saingan" ucap Lusi lagi.
"Maksud nya?" tanya Nia.
"Kamu suka kan sama tuan? sama aku juga suka sama tuan.Lagian,siapa sih yang tidak suka dengan orang yang sangat tampan, gagah dan kaya raya lagi" ucap Lusi sambil membayangkan ketampanan Jack.
"Ooh" balas Nia lalu masuk ke ruangan calon suami nya.
"Dasar pembantu" umpat Lusi kesal.
Di dalam ruangan.
"Sudah datang?" tanya nya kepada Nia.
"Emmh iya tuan,ini makan siang nya" jawab Nia lalu memberikan makanan yang di bawa nya.
"Taruh di meja saja" ucap Jack yang masih fokus menandatangani berkas di tangan nya.
Saat Nia menaruh makanan itu di meja,tiba tiba Lusi datang.
"Selamat siang tuan,ada beberapa berkas yang harus tuan tanda tangani" ucap Lusi.
"Letakan di meja! dan pergilah" ucap Jack.
Lusi meletakan berkas-berkas di meja lalu diam berdiri di tempat.
"Kenapa masih di sini?".
"Pembantu tuan belum keluar, jadi saya....".
Belum sempat Lusi melanjutkan ucapan nya,Jack sudah menyahut nya.
"Keluar!!".
"Ba-baik tuan" Lusi segera keluar dengan langkah kaki yang cepat.
"Tuan,apa aku sudah boleh pergi?" tanya Nia.
"Tunggu sebentar" Jack meletakkan berkas berkas di meja lalu menatap Nia.
"Jangan panggil aku tuan lagi,kita akan segera menikah,aku tidak suka mendengar nya" ucap Jack.
"Panggil nama ku saja,atau mau memanggilku dengan sebutan lain? " goda Jack..
"Ba-baik lah aku akan memanggil nama saja" ucap Nia cepat.
"Ya! mulai sekarang panggil nama ku saja" ucap Jack.
Hening...
"Jack" panggil Nia dengan ragu ragu.
"Hmm".
"Tadi aku menemukan ini menyangkut di pohon mawar" Nia menunjukan sepotong kain kecil berwarna merah.
Jack mengkerut kan kening nya.
"Lalu?".
"Tadi malam aku juga melihat bayangan dari jendela,pas aku tanya tidak ada jawaban sama sekali,karena aku takut jadi langsung ke kamar" ucap Nia lagi.
Frans yang berada di luar pintu mendengar semua ucapan Nia.
Ceklek* pintu terbuka.
Masuklah Frans.
"Nona, boleh lihat apa yang anda temukan?" tanya Frans.
"Ini" Nia menunjukan kain merah di tangan nya.
Frans melihat kain itu dengan seksama,pikiran nya tertuju kepada wanita yang duduk di pojokan waktu di Cafe.
"Aku seperti nya tahu ini kain punya siapa" ucap Frans.
"Siapa?" tanya Jack.
"Aku masih belum tahu pasti tuan,tapi sebaik nya tuan melihat Cctv terlebih dahulu biar lebih jelas" ucap Frans.
Jack membalas dengan anggukan,ia langsung melihat rekaman Cctv yang letak nya berada di depan mansion.
"Jam berapa kamu melihat bayangan itu?" tanya Jack kepada Nia.
"Jam sebelas lebih beberapa menit" jawab Nia.
Jack memutar waktu tepat jam yang di bilang Nia.
Terlihat wanita menggunakan dress ketat berwarna merah,dengan masker yang melekat di wajah nya.
"Benar dugaan ku" ucap Frans.
"Siapa dia?" tanya Jack.
Lalu Frans menceritakan semua nya mulai wanita yang duduk di pojokan terus memperhatikan nya,sampai mengikuti nya sampai di depan mansion tuan nya.
"Awal nya aku kira wanita itu sedang mengincar ku,tapi setelah aku pikir pikir seperti nya dia sedang mengincar tuan" ucap Frans setelah menjelaskan kejadian di Cafe.
"Wajah nya tertutup, jadi cukup sulit untuk mengenali nya,aku merasa pernah melihat nya, tapi di mana?" ucap Jack.
"Aku juga seperti pernah melihat nya tuan" balas Frans.
"Yasudah,biarkan saja dia,kita lihat apa yang di lakukan nya setelah ini" ucap Jack lalu tersenyum miring.
"Iya tuan" balas Frans.
"Jack" panggil Nia.
"Hmm" Jack menoleh ke arah Nia.
"Apa aku boleh pergi?" tanya Nia lalu di balas anggukan oleh Jack.
"Aku permisi" pamit Nia lalu pergi.
Setelah kepergian Nia.
"Tuan,nona memanggil nama mu?" tanya Frans.
"Aku lebih suka dia memanggil nama ku!" ucap Jack lalu kembali fokus ke berkas yang harus ia tanda tangani.
Sedang kan Nia.Seperti biasa,sebelum pergi dari kantor,ia akan menemui Maya terlebih dahulu.
Setelah selesai bertemu dengan Maya,Nia langsung pergi menuju markas di antar oleh pria yang mengantar nya ke kantor tadi.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.