My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 99: Like Father



3 bulan kemudian


Siang harinya setelah pulang sekolah Zio dan si kembar tampak sedang menemani adik mereka di ruang santai keluarga. Mereka menggerakkan mainan yang menggantung di baby boucer Briana. Bayi kecil itu tersenyum dan mengeluarkan suara ocehannya yang tidak dipahami ketiga kakaknya.


"Boys.." panggil Emma membuat ketiga anak laki-laki itu menoleh padanya.


"Daddy sudah pulang, hari ini jadwal quality time untuk kalian," ucap Emma. Dalam satu bulan mereka akan melakukan quality time antara ayah dan anak, ibu dan anak, keluarga, dan istri dengan suami.


"Oke mom," ucap Leon. Mereka lalu pergi menemui Javier di ruang tamu.


"Hai princess daddy.." ucap Javier senang mengecup pipi gembul putrinya di gendongan Emma.


"Sayang kami pergi dulu ya," ucap Javier mengecup kening istrinya.


"Mom, kami pergi ya," ucap Leon.


"Kami pergi dulu ya baby Bri, jangan merindukan kakak," ucap Cio mencium pipi adiknya. Keempat laki-laki itu lalu pergi.


"Bibi Camala," panggil Emma. Tak lama kemudian Camala datang menghampirinya.


"Ada apa nyonya," ucap Camala.


"Tolong jaga Briana sebentar ya Bibi, aku tadi sedang membuat cake. Aku mau menyelesaikannya dulu," ucap Emma. Emma lalu menyerahkan bayinya lada Camala dan melanjutkan kegiatannya di dapur.


Malam harinya Emma menidurkan bayinya dan menaruhnya di box bayi yang ada di kamar mereka. Untuk sementara bayi mereka akan tidur di kamar Emma dan Javier. Meskipun Javier sudah membuat kamar untuk putrinya sebelumnya.


"Ceklek.." pintu kamar terbuka menampilkan sosok Javier di daun pintu lalu berjalan menghampiri Emma.


"Halloo..princess.. " ucap Javier.


"Sssttt... baby kita baru saja tidur sayang. Suaranya jangan keras-keras," ujar Emma pelan.


"Upss maaf sayang, aku tidak tau," jawab Javier menatap wajah putrinya.


"Di kamar mereka, aku sudah menyuruh mereka untuk mandi," timpal Javier.


"Kalian sudah makan malam?" tanya Emma.


"Sudah, tadi kami singgah di cafe untuk makan. Aku juga memesannya untuk mu sayang. Aku menaruhnya di meja makan," ucap Javier.


"Ya sudah kamu mandi saja dulu, aku ingin melihat anak kita sebentar," ucap Emma pergi melihat ketiga putranya.


Setelah memastikan ketiga putranya tidur, Emma kembali ke kamarnya. Ia melihat Javier dengan tubuh shirtless nya sedang menggendong putri mereka.


"Sayang, baby Bri bangun ya?" tanya Emma. Javier lalu mengangguk.


"Sepertinya dia sedang haus."


"Tapi dia baru saja minum tadi," ujar Emma mengambil alih putrinya dari gendongan Javier.


"Putri kita kan seperti daddynya kuat minum susu," pungkas Javier memasang senyum menggodanya dengan mengusap lengan istrinya.


"Awas ahh, aku mau ke tempat tidur dulu," ucap Emma naik ke atas ranjang dan menyu*ui bayinya. Emma menepuk-nepuk bokong bayinya agar tidur dengan cepat.


Javier merangkak ke atas tempat tidur, duduk disamping Emma menatap bayinya yang sedang meny*usu. Javier tampak menelan ludahnya tidak tahan melihat bukit kembar istrinya.


"Princess gantian dong, daddy juga pengen minum susu kayak kamu," ucap Javier mengusap pipi Briana.


"No dad, ini milik Briana aja," ucap Emma menirukan suara anak kecil.


"Tapi kan tetap juga ini milikku," ujar Javier meremas gemas salah satu bukit kembar Emma.


"Jav..." ucap Emma melotot. Javier lalu melepaskan tangannya menunggu hingga putrinya tidur dulu.