My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 56: Sepertinya Javier menyukai mu?



Helena dan Emma terlihat sudah akrab, mereka saling berbagi cerita. Sementara Ketiga anak Javier sedang bermain-main dengan Clavio anak Nicholas dan Helena. Anak berumur 2 tahun itu sangat cepat akrab dengan anak-anak Javier.


"Sepertinya Javier menyukaimu," ujar Helena membuat Emma salah tingkah.


"Apa? i..itu tidak mungkin," ucap Emma gugup. Jika benar Javier menyukainya Emma akan senang. Sepertinya ia juga memiliki rasa pada atasannya itu.


"Aku bisa melihatnya dari caranya menatapmu Emma," pungkas Helena.


"Kalau ucapan ku ini benar jangan lupa untuk mengundangku saat pernikahan kalian nanti," ucap Helena menggoda Emma.


"Isss..apaan sih na," tukas Emma mencolek lengan Helena karena malu. Helena lalu tertawa melihat wajah lucu Emma.


Setelah permainan selesai, Emma melihat Javier sedang di kerumuni karyawan wanita Nicholas. Mereka tidak mungkin menggoda Nicholas karena tau sudah beristri. Beberapa dari mereka mengajak Javier untuk berfoto.


"Dasar modus, dia pasti senang karena di kelilingi wanita-wanita sexy itu," batin Emma kesal.


"Aishh, kenapa aku jadi kesal begini sih, gak penting banget" batinnya lagi mengalihkan pandangannya dari Javier.


Dari kejauhan Javier dapat melihat raut wajah Emma. Pria itu tersenyum.


"Ah maaf, sepertinya aku harus pergi. Kalian lihat itu," ujar Javier menunjuk ke arah Emma. Para wanita itu kemudian mengikuti arah tangan Javier.


"Istriku sedang cemburu," ucap Javier berbohong membuat para wanita itu terkejut. Mereka pikir Javier masih sendirian. Raut wajah mereka terlihat kecewa. Javier lalu pergi meninggalkan para wanita itu. Sebenarnya sejak tadi ia ingin cepat-cepat pergi dari para wanita itu. Tidak satu orang pun dari mereka yang membuat Javier tertarik.


"Jav, kami pamit dulu. Sepertinya istriku sudah lapar. Apa kalian ingin bergabung dengan kami untuk makan siang?" tanya Nicholas.


"Kami akan menyusul Nic. Kalian makan siang duluan saja," ujar Javier. Nicholas lalu membawa istri dan anaknya pergi.


"Bye Clavio," ucap ketiga anak Javier bersamaan lalu mencium pipi bayi mungil itu.


"Aku haus banget," ujar Javier mengambil minuman yang ada di tangan Emma lalu meneguknya hingga tandas. Emma geleng kepala melihat Javier, padahal pria itu punya minuman sendiri. Kenapa harus bekas minuman miliknya yang Javier minum.


"Ayo kita cari tempat makan, kalian pasti sudah lapar," ajak Javier memakai kembali kaos dan topinya. Tak lupa juga ia memakai kacamata hitamnya.


Mereka kemudian beranjak dari pantai mencari restoran. Saat diperjalanan Javier melihat sosok tubuh seorang wanita dari kejauhan. Entah kenapa Javier seperti mengenal wanita itu hanya dengan melihat punggungnya saja.


"Caroline..," gumam Javier tak sengaja melihat wajah wanita itu sedang berbalik.


"Carol.." panggil Javier kuat mengejar wanita itu. Emma dan anak-anak yang tiba-tiba melihat Javier pergi bertanya-tanya.


"Mom..kenapa daddy berlari, memangnya daddy mau ngapain," tanya Zio.


"Em..mommy kurang tau sayang. Mungkin daddy kalian sedang melihat sesuatu atau mungkin melihat temannya," ucap Emma. Sebenarnya ia sekilas mendengar Javier mengucapkan nama Caroline tadi. Ia juga masih bertanya-tanya apakah Caroline yang dimaksud itu adalah mendiang istrinya atau orang lain. Tapi mungkinkah itu Caroline istri Javier. Ah tidak mungkin. Bukankah istrinya sudah meninggal.Tidak, ia tidak boleh berpikiran yang aneh-aneh. Tapi bagaimana jika itu Caroline istri Javier yang mungkin saja masih hidup. Begitulah yang terlintas di pikiran Emma saat ini.