My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 59: Enak saja kamu bocah



"Wow..kalian bertiga tampan sekali," puji Emma setelah menatap ketiga anak laki-laki di depannya dengan mata berbinar. Ketiganya tampak memakai tuxedo hitam dengan dalaman kemeja putih.


"Itu karena kami anak mommy," balas Zio dengan senyuman yang terukir di wajahnya.


"Mommy juga sangat cantik. Cantik sekali, tidak ada tandingannya deh, Cio pengen punya pacar kayak mommy " ujar Cio memuji Emma. Emma memakai gaun pemberian Javier. Dress bermerk keluaran terbaru. Dengan model one shoulder semakin menampilkan lekuk tubuh Emma.


"Uhhh...romantis banget sih anak mommy yang satu ini," ujar Emma mencubit gemas wajah Lucio.


"Ayo peluk mommy dong," ujar Emma merentangkan kedua tangannya. Mereka kemudian berpelukan.


"Mommy jadi ingin membawa kalian berkencan kalau begini," ucap Emma.


"Ya sudah mom, kita kencan saja. Biar daddy yang pergi sendirian. Lagi pula itu kan acaranya daddy," ujar Leon dengan entengnya.


"Enak saja kamu bocah," ujar Javier yang baru saja keluar dari kamarnya dan mendengar perkataan Leoncio. Javier berjalan menenteng jas dan dasinya.


"Kalau mau kencan, kalian pergi saja. Tapi jangan bawa Emma," ujar Javier.


"Tapi mommy Emma itu adalah mommy kami dad, daddy tidak bisa melarang kami," timpal Lucio. Zio hanya mengangguk saja sedari tadi mendukung kakak-kakaknya.


"Hei, mommy Emma itu sekretaris daddy, jadi dia harus selalu bersama daddy karena ini urusan perusahaan," jawab Javier tidak mau kalah dengan anak-anaknya.


"Tolong pasangkan dasi ku ya," pinta Javier memberikan dasinya pada Emma. Ada yang aneh dalam dirinya. Biasanya ia selalu memakai dasi sendiri. Bahkan ia tidak pernah meminta mendiang istrinya sebelumnya untuk memasangkan dasinya. Emma lalu bangkit dari sofa dan mengambil alih dasi yang ada ditangan Javier. Dengan cekatan Emma memasangkan dasi Javier. Pandangan Javier tertuju pada dada besar milik Emma. Ingin rasanya ia memainkannya sekarang ini. Biasanya ia tidak peduli dengan ukuran dada seseorang tapi dengan Emma sepertinya ada perbedaan baginya. Emma yang tersadar dengan arah tatapan Javier mencubit perut Javier hingga membuat pria itu sedikit meringis.


"Pandangannya tolong dijaga. Apa kamu selalu menatap semua perempuan seperti itu?" ujar Emma melotot.


"Sudah kubilang jangan melotot seperti itu, kamu itu bukannya terlihat seram tapi menggemaskan," ujar Javier terkekeh.


"Aku hanya melakukannya pada mu saja," lanjut Javier menatap bibir sexy Emma.


"Lagi pula kenapa aku harus menatap dada wanita lain, sedangkan miliknya lebih indah dari yang lain," ucapnya dalam hati. Ya, ia mengklaim dada besar Emma miliknya.


"Dasar pria tua mesum," ujar Emma membuat Javier ingin tertawa kuat. Hei.. siapa yang tua, dia masih umur 34 tahun dan jangan tanyakan paras Javier. Sudah pasti tampan dan dewasa. Semua mengakuinya.


"Ayo, sebentar lagi acara akan dimulai," ujar Javier memakai jasnya. Mereka kemudian menaiki lift menuju ballroom hotel yang ada di lantai 10.


Setibanya di ballroom, Javier langsung disambut manager hotel dan membawanya ke tempat duduk yang sudah di siapkan untuk mereka.


#hai readers tersayang, jangan lupa kasih vote, like, rate dan hadiahnya ya biar authornya makin semangat menulisnya. Hehehehehe....