My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 101: End



Setelah miliknya tertanam di dalam milik istrinya, Javier menggerakkan pinggulnya perlahan.


"Ahhh...Jav," rancau Emma. Javier semakin bergairah menatap wajah sexy istrinya.


"Aku...aku ingin lebih Javhh.." ujar Emma.


"Seperti ini," ucap Javier menghentak kuat miliknya membuat Emma mengerang kenikmatan.


"Ya..ya..seperti ituhhh..." rancau Emma tidak sadar air matanya keluar karena rasa nikmat yang memenuhi dirinya.


"Sayang kecilkan suaramu, Briana bisa terbangun," bisik Javier mengecupi leher istrinya. Emma yang menyadari jika saat ini bukan hanya mereka yang ada disana, refleks menutup mulutnya menahan suaranya.


"Sayang...kau selalu sempit. Milikmu menjepitnya," kata Javier serak menghentak kuat miliknya.


"Jav...ahhhh...ini sangat nikmathh," rancau Emma menarik kepala Javier ke bukit kembarnya.


"Jav..aku...aku hampir sampai," ucap Emma.


"Tahan sayang...aku juga hampir sampai," Javier mempercepat gerakannya merasakan milik Emma berkedut semakin mere*as miliknya.


"Jav...akuhh..Akhh.." pekik Emma dengan tubuh bergetar kala ia mencapai ******* bersama Javier.


"Kamu selalu luar biasa sayang. I love you," ucap Javier menjatuhkan tubuhnya di atas dada Emma. Nafas keduanya saling berkejaran dengan peluh memenuhi tubuh mereka. Tubuh Javier tampak


bergetar menghentak miliknya putus putus mengeluarkan sisa cairannya. Emma menyugarkan rambut suaminya sesekali mengecup kepala Javier. Keduanya terdiam selama beberapa menit. Menetralkan pernafasan mereka.


"Sayang...," ucap Javier dengan miliknya yang masih berada di dalam milik Emma.


"Hmmm.." Emma berdehem mengusap punggung suaminya.


"Lagi.." ucap Javier mendongak menatap wajah istrinya yang tersenyum padanya.


"Lakukan sayang.." ujar Emma menangkup wajah Javier dn mengecup bibirnya. Mendapat lampu hijau dari istrinya Javier lalu melakukan aksinya, membuat istrinya melayang, mengerang kenikmatan hingga mereka melakukannya 3 ronde.


****


Pagi harinya Emma bangun dan melihat suaminya tidur memeluknya dengan mulutnya yang bertengger di puncak dada Emma. Kebiasaan bayi besarnya saat tidur. Dan sekarang bukan hanya Briana saja yang minum ASI nya, suaminya juga ikut melakukannya. Emme menumpu kepalanya dengan satu tangannya, menatap wajah tampan suaminya. Satu tangannya terulur menyugarkan rambut Javier kebelakang membuat Javier bangun.


"Morning sayang," ucap Javier menatap wajah istrinya.


"Oekkk...oekkkk..."


"Biar aku saja sayang," ujar Javier menahan Emma yang hendak turun dari tempat tidur. Javier turun dari ranjang dan memakai boxer hitamnya.


"Princess daddy bangun ya..." ujar Javier mengangkat Briana dari boxnya.


"Pasti baby kita sedang lapar," pungkas Javier memberikan bayi mereka pada Emma yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang.


"Briana mau nen ya..." ujar Emma tersenyum menatap Briana. Emma lalu mengarahkan pu*ingnya ke dalam mulut mungil bayinya. Anak itu melahapnya dengan rakus karena sudah kelaparan.


"Ya ampun sayang...pelan-pelan, kamu lapar banget ya.." kata Emma mengusap rambut Briana.


Javier memeluk pinggang Emma dan menyandarkan kepalanya di leher istrinya menatap putrinya yang sedang meny*su. Tangannya masuk ke dalam selimut mengusap lembut perut Emma hingga naik ke bukit kembar Emma. Javier mere*asnya pelan. Emma membiarkan Javier melakukannya karena dilarang juga tidak ada artinya. Javier akan tetap melakukannya.


******


Saat ini Emma sedang duduk di gazebo melihat ketiga putranya bermain di halaman belakang rumah mereka. Ketiga anak laki-lakinya sedang bermain perosotan setelah mereka bermain terowongan. Satu bulan yang lalu Javier menambah rumah pohon di halaman belakang karena permintaan ketiga putranya.


"Sayang.." panggil Javier menghampiri istrinya yang sedang menggendong bayi mereka.


"Rapatnya sudah selesai?" tanya Emma.


"Sudah, ini pesanan kalian," Javier memberikan bungkusan plastik yang ada ditangannya.


"Princess, daddy merindukanmu.." ujar Javier membawa Briana ke pangkuannya.


"Boys...kemari lah. Kita makan dulu, daddy sudah pulang," panggil Emma sembari mengeluarkan makanan dari dalam plastik. Ketiga anak laki-laki itu lalu berlari menghampiri Kedua orangtuanya. Zio


"Mom aku mau burger," ujar Zio. Emma lalu memberikan burger pada Zio. Sementara Leon dan Cio memilih pizza. Mereka pun menikmati makanannya dengan penuh canda dan tawa. Kehadiran Emma dalam hidup mereka membawa perubahan besar dalam keluarganya. Sebuah keluarga yang selama ini diinginkan Javier dan anak-anaknya.


END.


Note:


Author mengucapkan terima kasih banyak kepada readers karena sudah setia membaca novel ini hingga selesai. Semoga kita semua tetap sehat selalu dan jangan bosan untuk membaca karya-karya author selanjutnya.