My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 96: Anak yang Perhatian



"Oke sayang, kita ambil. Pilih satu pasang lagi tapi warnanya berbeda ya," ucap Emma. Leon langsung bersorak gembira.


"Mom..yang ini cantik. Baby pasti suka dengan pilihanku," ujar Lucio berlari menghampiri Emma membawa sepasang sepatu berwarna putih.


"Pilihanmu bagus sayang. Tapi ini ukurannya sedikit besar. Pilih yang lebih kecil ya," ujar Emma mengusap wajah Lucio. Anak itu lalu berlari ke tempat dimana ia mengambil sepatunya. Salah seorang pegawai toko menemani Lucio.


"Sayang, strollernya aku suka yang ini," ujar Javier. Emma lalu mengangguk. Ia lalu memilih beberapa deaper bag untuk dipakai saat bepergian.


Setelah selesai memilih barang-barangnya, mereka menuju kasir untuk membayarnya. Kebanyakan barang yang mereka beli bukanlah pilihan Emma, tapi pilihan ketiga anaknya dan suaminya. Emma bahkan dibuat heran karena banyaknya barang yang mereka beli dan harganya yang selangit. Harga barang yang dipilihnya sangat jauh berbeda dengan pilihan suami dan anak-anaknya. Javier memberikan alamat rumah agar semua barang yang mereka beli di antar ke rumah mereka.


Javier membawa Emma menuju salah satu toko perhiasan.


"Jav, kenapa kita kesini?" tanya Emma bingung. Pasalnya mereka hanya ingin membeli perlengkapan bayi saja.


"Sudah, ayo masuk. Aku ingin membelikan mu beberapa perhiasan," ujar Javier.


"Astaga Jav...kamu baru memberiku kalung minggu lalu. dan sekarang kamu ingin membelinya lagi? aku rasa itu tidak perlu. Perhiasanku yang di rumah saja jarang kupakai," ucap Emma menolak.


"Sayang ayolah...aku senang melakukannya," ucap Javier.


"Tidak Jav, aku masih punya banyak perhiasan di rumah. Lebih baik kita beli yang lain saja," ujar Emma membawa ketiga anak laki-lakinya menjauh dari toko itu.


"Istriku memang aneh. Biasanya orang senang kalau diberikan perhiasan atau barang-barang mewah. Tapi dia beda sendiri," gumam Javier geleng kepala mengikuti istri dan anak-anaknya dari belakang.


"Mom, kita beli mainan baru ya. Ini sudah 3 bulan lamanya kami tidak punya mainan baru," ucap Leon.


"Dua ya mom, please," ujar Zio menunjukkan 2 jari tangannya.


"Oke, kali ini mommy bolehkan," ujar Emma. ketiga anak itu bersorak gembira memasuki toko yang menjual aneka permainan.


Selesai belanja perlengkapan bayi, mereka lalu pulang ke rumah.


"Hufft.." Emma membuang nafasnya duduk bersandar di sofa dan mengangkat kedua kakinya ke sofa.


"Apa mommy kelelahan?" tanya Zio duduk di sofa.


"Sedikit sayang. Kaki mommy pegal. Mungkin karena terlalu lama berjalan saat di mall tadi," ucap Emma. Ketiga anak laki-laki itu langsung sigap memijat kaki Emma.


"Eh, tidak perlu nak. Kalian istirahat saja. Kalian juga pasti lelah," ujar Emma.


"No mom, kami mau pijat kaki mommy. Kami gak capek kok," ucap Leon.


"Iya mom, kami kuat kok. Mommy pasti mudah kelelahan karena membawa baby juga," ucap Lucio. Akhirnya Emma membiarkan ketiga putranya memijat kakinya. Inilah yang ia sukai dari mereka. Ketiga anaknya begitu perhatian padanya.


"Sayang, ini kamu minum dulu," ucap Javier membawa segelas air putih untuk Emma.


"Terima kasih Jav," ucap Emma meneguk habis minumannya.


#Jangan lupa beri like, vote, rate dan hadiahnya ya. Trims