
"Ceklek.." pintu kamar terbuka. Javier melangkahkan kakinya dengan pelan, tidak ingin menganggu istrinya yang sudah tidur. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena badannya terasa lengket. Lima hari ini, Javier melakukan perjalan bisnis ke luar kota. Sebenarnya ia akan disana selama satu minggu, hanya saja ia tidak bisa meninggalkan istri dan anak-anaknya terlalu lama. Javier bahkan mempercepat segala urusannya disana agar bisa pulang lebih cepat.
Tak butuh waktu yang lama, Javier sudah selesai mandi. Ia hanya mengenakan boxer saja. Kebiasaanya tidur tanpa memakai baju. Javier naik ke atas ranjang dengan hati-hati. Ia lalu tidur memeluk tubuh Emma.
Pagi harinya Emma bangun dan melihat Javier di sampingnya. Emma mengucek matanya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kenapa kamu bangun sayang, aku masih ngantuk.." ucap Javier serak dengan mata yang masih tertutup mengeratkan pelukannya pada Emma.
"Kapan kamu pulang Jav..bukankah seharusnya besok," tanya Emma bersandar di kepala ranjang. Javier bangun dan menatap wajah cantik istrinya. Javier merasa istrinya tambah cantik saat sedang hamil. Ia lalu mengecup bibir sexy Emma.
"Tadi malam. Aku menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat karena tidak tahan jauh-jauh dari istriku tersayang ini," ucapnya memeluk tubuh Emma.
"Aku juga merindukan putri kita," Javier menunduk dan mengecup perut buncit Emma.
"Hai baby, apa kabar. Daddy rindu banget sama kalian. Dua hari tidak bertemu daddy uring-uringan," ucap Javier mengelus perut Emma.
"Kami juga rindu daddy.." ucap Emma meniru suara anak kecil. Ia lalu memeluk suami tampannya itu.
"Sayang..." ujar Javier menurunkan tali gaun tidur Emma. Hingga menampilkan setengah dada Emma yang semakin membesar sejak kehamilannya.
"Aku juga rindu mainan ku," tukas Javier mengecup bukit kembar istrinya.
"Pagi-pagi udah mesum..." pungkas Emma menarik hidung mancung Javier.
"Yang penting mesumnya sama istri sendiri," timpal Javier mengeluarkan salah satu bukit kembar Emma dari gaun tidurnya.
"Sebentar saja sayang. Nyicil dulu, nanti kalau anak-anak sekolah kita lanjut," ujar Javier dengan nakalnya meremas dada Emma.
"Huftff...ya sudah tapi cuma sebentar aja," Emma menurunkan gaun tidurnya. Javier langsung meraup puncak dada Emma. Javier tidak pernah bosan-bosannya memainkan squishy nya itu.
"Ssshh...jangan digigit," ucap Emma kesal memukul lengan Javier. Pria itu lalu mengangguk. Lima menit berlalu Emma mendengar dengkuran halus Javier.
"Sepertinya dia kelelahan," batin Emma mengecup kepala Javier. Emma kemudian membenarkan posisi tidur Javier dan menyelimutinya. Emma pergi menuju dapur untuk membuat bekal sekolah ketiga anak laki-lakinya.
Saat sedang sarapan, Javier datang menghampiri istri dan anak-anaknya.
"Loh, dad. Daddy sudah pulang?" tanya Lucio.
"Sudah, tadi malam daddy baru sampai di rumah," ujar Javier duduk di kursinya.
"Kamu mau sarapan apa Jav," ucap Emma bangkit dari kursinya menyiapkan sarapan Javier.
"Roti sama susu saja sayang," ucap Javier mengusap rambut kepala Zio yang tengah duduk di sampingnya.
"Dad, rambut Zio udah rapi di sisir mommy, daddy malah merusaknya," ucap Zio memajukan bibirnya.
"Sudah.. sudah..tidak usah cemberut seperti itu, ini daddy rapikan lagi," ujar Javier merapikan rambut putranya dengan tangannya.