
"Ya ampun, apa aku juga harus menyiapkan pakaian dalam miliknya," batin Emma merona. Ia menarik laci bawah dan mengambil beberapa boxer dan brief Calvin Klein milik Javier. Entah kenapa Emma mulai membayangkan tubuh shirtless Javier hanya dengan mengenakan boxer nya.
"Astaga, kan mulai lagi nih..." gumam Emma menyentil keningnya yang mulai berpikiran aneh.
"Emma."
"Akhh.." pekik Emma terkejut berbalik dan melemparkan ****** ***** yang ada di tangannya tepat di wajah Javier. Pria itu sudah selesai mandi.
"Oh Tuhan, apa lagi ini," batin Emma meneguk ludahnya. Sepertinya khayalannya menjadi nyata. Bagaimana tidak, sekarang ia melihat Javier berdiri di depannya bertelanjang dada dan hanya memakai boxer brief hitam yang begitu ketat hingga menampilkan bagian yang menonjol. Javier benar-benar sangat tampan dan hot.
"Ekhem..sudah puas memandanginya hmm," ucap Javier menarik sudut kiri bibirnya. Ia tau jika Emma sedang memuja tubuhnya.
"Ya ampun maaf..maaf, aku tadi terkejut," pungkas Emma.
"Kenapa kamu terkejut hmm.." ujar Javier berjalan mendekati Emma dengan senyuman menyeringai nya. Emma perlahan mundur, paham dengan maksud dari senyuman Javier. Emma tersentak saat bagian belakang tubuhnya menabrak lemari. Emma tidak bisa mundur lagi. Jarak mereka semakin dekat. Javier mendekatkan wajahnya hingga jarak wajah mereka hanya tersisa beberapa centimeter saja. Refleks Emma memalingkan wajahnya.
"Tolong bangunkan anak-anak, dan katakan pada mereka kita akan pergi ke Miami malam ini" bisik Javier.
"Cup" Emma tersentak saat merasakan Javier mengecup lehernya. Pria itu melenggang pergi begitu saja dengan senyum yang terpatri di bibirnya.
"Sepertinya dia seorang penggoda ulung yang mesum," gerutu Emma mengusap lehernya.
Setelah membangunkan Leon dan Cio, Emma menuju kamar Zio.
"Maafkan mommy membangunkan mu sayang.." gumam Emma merasa bersalah karena harus membangunkan anak itu di jam 12 malam. Emma mengusap lembut kepala Zio.
"Zio...Zio.." panggil Emma. Zio menggeliat, membuka kedua matanya dan terkejut melihat Emma di kamarnya. Zio mengucek matanya untuk memastikan kalau ia tidak salah lihat.
"Iya sayang, ini mommy. Maafkan mommy membangunkan mu ya sayang," lanjut Emma. Zio mengangguk dan memeluk manja Emma.
"Besok mommy tidak bisa menemani kalian ke taman, daddy kalian ada urusan bisnis ke Miami dan mommy harus ikut sebagai sekretarisnya," ujar Emma. Zio mulai murung. Padahal ia sampai bermimpi bermain bersama Emma di taman.
"Dan kalian juga akan ikut," ucap Emma membuat mata Zio berbinar.
"Mommy serius?" tanya Zio senang.
"Iya nak," balas Emma.
"Asyik.. Zio senang mom," ucap Zio.
"Daddy sangat jarang bawa kami jalan-jalan mom. Biasanya yang mengajak jalan-jalan itu grandpa sama grandma," ucap Zio sedih.
"Ya ampun, anak ganteng mommy jangan sedih ya, sekarang udah ada mommy yang akan sering-sering mengajak kalian jalan-jalan. Nanti biar mommy yang akan marahi daddy kalian karena jarang membawa kalian keluar. Memangnya anak-anak mommy tahanan apa," ujar Emma menghibur Zio.
"Ya sudah, mommy bantu kamu ganti baju dulu ya," ucap Emma dibalas anggukan oleh Zio.
***********
"Tidak ada yang tinggal kan paman?" tanya Emma pada Ramiro.
"Semuanya sudah disini nona," balas Ramiro memasukkan barang-barang mereka ke bagasi mobil.
Setelah tiba di bandara mereka langsung menuju jet pribadi milik Javier. Di sana sudah ada 3 pramugari dan 2 pilot dan anak buah Javier yang datang menghampiri mereka untuk mengambil barang-barang mereka.